Meski sudah kelas 3 SD, Dita belum bisa mengucapkan huruf r. Dita malu sekali. Ia tidak tahu kenapa begitu. Padahal ia sudah mencoba berkali-kali cara yang disuruh Ibunya. Misalnya dengan menaikkan lidah ke langit-langit mulut, lalu menggetarkannya sampai berbunyi ‘rrr’. Tetapi tetap saja ia tidak bisa. Yang keluar dari mulutnya adalah ‘fff’.

Dita suka serba salah. Mau memanggil nama teman-temannya yang berhuruf r, jadi aneh. Erika jadi Efwika, Sari jadi Safwi, Hendri jadi Hendfwi.

Suatu hari sehabis makan siang, seperti biasa Dita bersantai di kamarnya. Ia membaca majalah sambil mendengar musik dari radio. Saat itu sedang diputar lagu barat. Entah apa judulnya dan siapa penyanyinya, Dita tidak tahu. Tapi ia suka pada bagian lagu yang menyebutkan kata ‘more’. Rasanya enak diucapkan oleh lidahnya yang cadel.

“La la la..more more more..” Ia bersenandung mengikuti lagu tersebut. “Mungkin aku memang lebih cocok dengan bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia,” pikirnya.

“Jadi mulai sekarang aku mulai saja latihan mengucapkan ‘r’ nya orang Inggris,” kata Dita.
Hari-hari pun berlalu. Sore itu Dita sedang menyiram tanaman pot milik Ibu yang ada di teras samping. Ia menyenandungkan kata more yang disukainya itu. Di ujung lagu, iseng-iseng ia menyebutkan, ‘rrr’.

“Rrr…rrr…” Dita tak percaya pada pendengarannya. “Rrr…” Wah, ia bisa menyebut huruf r dengan jelas sekali! “Aku bisa bilang r!” serunya sambil melompat-lompat gembira.

“Bu, Dita bisa bilang ‘r’,” lapornya segera. “Coba Ibu dengar, nih! Rrr…rrr…rrr!”

“Wah bagus dong,” kata Ibu. “Dulu Ibu sudah bilang, kan? Kamu pasti bisa kalau rajin latihan,” kata Ibu lagi.

“Tapi Dita bisa karena latihan dengan lagu more, Bu,” kata Dita. “Lagu more apa?” tanya Ibu heran.
Dita pun menceritakan cara latihannya yang tak disengaja itu.

“Oh, gara-gara mendengar lagu bahasa Inggris?” kata Ibu sambil tersenyum geli. “Mungkin kamu memang lebih cocok dengan bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia, Dit. Tapi kalau sudah bisa bilang r Indonesia, jadi susah dong ngomong bahasa Inggris?” goda Ibu. “Ah, Ibu!” kata Dita gemas. Tapi ia senang karena ia sudah bisa mengucapkan huruf r. Jadi, ia tak perlu malu lagi. Horeee! (Teks & Foto : JFK)

 

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *