Love Pink Luncurkan Aplikasi Pink Virtual Marathon

Tahukah teman-teman tentang penyakit kanker?  Penyakit ini merupakan salah satu penyakit berbahaya di dunia. Meski begitu, bukan berarti penderitanya tak bisa sembuh.

Asal tahu saja, bahaya kanker ini bisa menyerang siapa saja dan pada usia berapa saja. Kanker banyak sekali jenisnya. Salah satunya adalah kanker payudara.

Kanker ini umumnya menyerang kaum perempuan, tapi bisa juga menyerang laki-laki, walau angka kejadiannya tidak tinggi.

Bisa Menyerang Anak-anak

Berdasarkan data WHO, 1 dari 8 perempuan di dunia saat ini terdiagnosa kanker payudara. Meskipun kanker payudara umumnya menyerang perempuan dewasa, namun ternyata kanker payudara juga bisa menyerang anak-anak.

Salah satu penderita kanker payudara adalah Yan-yan, gadis kecil berusia 3 tahun yang berasal dari Shandong, Cina. Ibunya menemukan benjolan yang tidak wajar di dada Yan-yan. Setelah melakukan beberapa kali pemeriksaan, dokter akhirnya menemukan bahwa Yan Yan menderita karsinoma payudara sekretorik, sebuah jenis kanker yang sangat langka dan tumbuh lambat. Adik Yan Yan ini, dikatakan dokter menunjukkan adanya tanda-tanda kematangan seksual terlalu dini.

Aneka Faktor Pemicu

Ya, banyak sekali faktor pemicu timbulnya penyakit ini. Mereka yang alami siklus menstruasi lebih awal, dikabarkan berisiko tinggi terkena kanker payudara. Faktor lainnya seperti gaya hidup yang tidak sehat (makanan, kebiasaan tidur malam, stres, dsb), usia, riwayat keluarga, genetik juga bisa menjadi pemicu.

Tak hanya Yan Yan, angka kejadian penderita kanker payudara pada anak perempuan di bawah usia 12 tahun, beberapa kali ditemukan. Contohnya, Hannah Powell-Auslam, dari Southern California yang menderita kanker payudara jenis langka pada usia 10 tahun. Lalu, Chrissy Turner (kini 12 tahun)  yang didiagnosis dokter menderita karsinoma sekretori pada usia 8 tahun, dan telah melakukan operasi pengangkatan payudara.

Menurut Ibu Madelina Mutia, salah satu penggagas Lovepink, organisasi nirlaba yang memfokuskan pada sosialisasi deteksi dini kanker payudara, penderita usia muda juga ditemukan di Indonesia. “Ada (penderita) anak usia 12 tahun. Ada juga remaja usia 16 tahun yang beberapa waktu lalu  telah melakukan operasi, waktu didiagnosis usianya 14 tahun,” ungkapnya saat berbincang santai dengan Just For Kids di sela-sela acara Konferensi Pers “Kick Off Indonesia Goes Pink 2019” di kawasan Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Pentingnya Deteksi Dini

Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker tertinggi pada perempuan. Insiden kanker payudara dikabarkan dialami oleh 38 dari 100.000 perempuan Indonesia. “Kanker payudara tergolong dapat diobati apabila terdeteksi saat stadium awal. Penting untuk meningkatkan pemahaman pentingnya mencegah dan melakukan deteksi dini secara regular, sehingga pasien bisa terhindari dari pengobatan tahap lanjut yang cenderung menguras kondisi fisik dan emosi penderita, maupun keluarganya,” ungkap Ahli Kesehatan Masyarakat, Prof. Dr. Hasbullah Thabrany,MPH, Dr.PH.

Ahli Kesehatan Masyarakat, Prof. Dr. Hasbullah Thabrany,MPH, Dr.PH (baju biru) saat menjelaskan pentingnya edukasi dan sosialisasi deteksi dini kanker payudara

Mengingat jumlah penderita di Indonesia bertambah dari tahun ke tahun ini lah, Lovepink berinisiatif untuk berpartisipasi aktif meningkatkan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap kanker payudara.

“Itulah mengapa, kampanye kesadaran pentingnya deteksi dini kanker payudara juga kita lakukan di sekolah-sekolah,”  katanya.

Indonesia Goes Pink 2019

Pada kesempatan itu, Lovepink mengumumkan akan kembali menggelar Indonesia Goes Pink 2019 pada bulan Oktober mendatang. Mereka juga meluncurkan aplikasi Pink Virtual Marathon, yang memberi akses kepada berbagai kalangan masyarakat untuk mendukung Indonesia bebas kanker payudara. Kamu dan Bunda, bisa banget untuk ikutan!

Ada 3 kegiatan utama pada Indonesia Goes Pink 2019, yakni Passion Pink Walk dan Carnival (6 Oktober 2019), jalan kaki bersama penyintas kanker mengenakan atribut serba pink.

Lalu, kegiatan Pink Virtual Marathon (19 – 27 Oktober 2019), gerakan mendukung lewat download-run-share. Siapapun bisa mengunduh aplikasi ini di PlayStore dan AppStore, daftar, lalu mulai berlari virtual dalam periode tersebut. Bisa sendiri, bersama teman, keluarga, dan lainnya, guna memberi dukungan kepada penyintas, keluarga, konselor, dan fasilitator kanker payudara.

Terakhir, adalah Pink Pop Up Market (19 – 20 Oktober 2019). Berlangsung di Warehouse lantai 5 Plaza Indonesia. Ada sesi bincang-bincang dengan dokter, pemeriksaan deteksi dini dengan USG, sesi masak makanan sehat, dan berbelanja makanan organik.

“Kami berharap lewat kegiatan Indonesia Goes Pink 2019, akan membantu mewujudkan masyarakat yang bebas dari kanker payudara stadium lanjut,”  tutup Ibu Shanti Persada, Founder Lovepink.

Foto: Efa

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *