Ibu mana yang tak ingin buah hatinya lahir sempurna? Begitu juga dengan Grat, ibu muda, seorang influencer yang sudah setahun ini terjun di bisnis kuliner bersama sang suami, Ken. Pasangan influencer ini begitu sangat bahagia ketika mengetahui bahwa mereka akan dikaruniai buah hati.
Namun di tengah kebahagiaan tersebut terselip sedikit kekhawatiran, apakah nanti janin yang dikandungnya “baik-baik saja” mengingat saat dinyatakan hamil, Grat sempat terinfeksi virus COVID-19.
Beruntung Grat memiliki suami yang sigap. Sang suami, segera mencari info apakah ada cara untuk mendeteksi kelainan janin sejak dini?
“Saya browsingbrowsing, saya temukan ada teknologi yang disebut dengan NIPT (NonInvasive Prenatal Test). Tes untuk mengetahui risiko kelainan genetik pada bayi. Tapi biayanya lumayan mahal. Beruntung saya menemukan website www.tanyadna.id yang memberikan layanan tes NIPT dengan harga terjangkau,” ungkap Ken.
“Setelah menjalani tes dan hasilnya tidak ada kelainan genetik pada janin saya, seketika rasa khawatir saya sirna. Tak hanya itu saja, meski kehamilan saya masih trimester awal, lewat tes NIPT ternyata sudah bisa diketahui lho jenis kelamin bayinya,” tambah Grat bahagia.
1 dari 33 Bayi Terlahir Cacat
Untuk diketahui, minimnya pengetahuan ibu hamil dan keluarga, ternyata berdampak pada tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan kelainan bawaan atau kelainan kongenital yaitu kondisi tidak normal yang terjadi pada masa perkembangan janin. Kelainan ini dapat memengaruhi fisik atau fungsi anggota tubuh anak sehingga menimbulkan cacat lahir.
Banyak ibu hamil mengabaikan arti pentingnya bahaya-bahaya dalam kehamilan. Menurut organisasi kesehatan dunia, WHO, cacat lahir dialami sekitar 1 dari 33 bayi di dunia. Bahkan, ada sekitar 3,2 juta bayi yang lahir dalam kondisi tidak sempurna di seluruh dunia setiap tahunnya. Duh!
Tak hanya itu saja, ternyata, rasa khawatir
berlebih yang dialami oleh Ibu Hamil juga dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan Ibu dan janin.
Deteksi Dini di tanyaDNA
Melihat banyaknya kekhawatiran pada calon orang tua serta banyaknya kasus bayi terlahir cacat, tentunya deteksi dini sangat dibutuhkan untuk memberikan persiapan secara fisik dan mental kepada orang tua dari calon bayi.
Oleh karena itu, tanyaDNA hadir sebagai jawaban dari kekhawatiran para orang tua dalam mencari kepastian kesehatan bagi calon bayi.
tanyaDNA hadir sebagai tempat tes ‘zaman now’ untuk menjadi solusi tes genetik bagi gaya hidup sehat yang mudah dan nyaman. tanyaDNA dilengkapi dengan berbagai kategori produk mulai dari pregnancy, cancer assessment, lifestyle, personalized medicine & genomic checkup.
Dijelaskan oleh dr. Ariel Pradipta, MRes, Ph.D (Senior Research Fellow tanyaDNA),
NIPT merupakan metode tanpa prosedur yang membahayakan ibu dan calon bayi, proses pengujian sangat aman karena hanya menggunakan darah ibu.
Menurut dr. Ariel, dibanding tes yang invasive dimana sampel tes diambil dengan cara melukai yaitu lewat cairan ketuban, plasenta atau darah tali pusat, NIPT sangat aman karena hanya mengambil sampel darah ibu.
“NIPT merupakan metode skrining untuk mendeteksi adanya kelainan kromosom pada calon bayi yang dikandung. Pengujian dapat dilakukan pada usia kehamilan mulai dari 10 minggu dengan pengetesan terhadap cellfree DNA (cfDNA) bayi yang terdapat pada darah ibu yang jumlahnya semakin meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan. Tes hanya dilakukan satu kali selama kehamilan. Menggunakan teknologi Next Generation Sequencing (NGS) yang canggih dan berakurasi tinggi dengan hasil pembacaan urutan DNA yang maksimal dan dikerjakan secara inhouse di Indonesia,” papar dr. Ariel.
Ditambahkan drg. Adittya selaku Direktur tanyaDNA, NIPT penting dilakukan oleh para ibu hamil untuk mengetahui kesehatan janin secara akurat dan dapat mendeteksi jenis kelamin serta abnormalitas calon bayi seperti kelainan genetik atau kromosom sejak dini.
“NIPT tanyaDNA hadir untuk membantu masyarakat Indonesia dalam melakukan pemeriksaan genomic, sehingga para calon ibu tidak perlu khawatir mengenai kelainan bawaan atau kelainan kongenital pada buah hati yang dikandung. Dengan mengetahui kepastian lebih awal diharapkan keluarga dapat mempersiapkan mental dan finansial secara baik untuk kehidupan sang buah hati di kemudian hari,” ucap dr. Adit.
Siapa Saja yang Harus NIPT?
dr. Yassin Bintang, MIB, Sp.OG-KFER, M.Sc., mengatakan mereka-mereka yang direkomendasikan untuk melakukan tes NIPT adalah; ibu hamil yang berusia lebih dari 35 tahun, memiliki riwayat kelainan kromosom pribadi atau keluarga, dan memiliki hasil abnormal dari USG kehamilan atau pemeriksaan skrining lain.
Selain kehamilan normal, NIPT juga bisa digunakan untuk mendeteksi kelainan kromosom pada kehamilan melalui InVitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung.
Pemeriksaan NIPT di tanyaDNA bisa mendeteksi kelainan-kelainan seperti; Down Syndrome, Edward Syndrome, Patau Syndrome, dan kelainan kromosom lainnya.
Dengan adanya deteksi dini terhadap kelainan-kelainan tersebut tentu akan membuat para ibu tenang menjalani kehamilan karena sudah bisa mempersiapkan sedari awal, baik secara fisik, mental, maupun finansial.
Foto: Endah PR
You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *