Perjalanan 25 Tahun Prudential Indonesia

Memiliki hunian yang aman dan nyaman, terutama bagi mereka yang sudah berkeluarga adalah kebutuhan. Namun, tak semua masyarakat beruntung bisa memiliki hunian yang layak serta nyaman. Seperti yang dialami oleh rata-rata penduduk di Mauk, salah satu wilayah prasejahtera di Tangerang.

Sebagian besar warga di sana masih tinggal di hunian tidak layak yang terbuat dari bilik bambu, sulit mengakses air bersih, masih kurang pemahaman akan sanitasi, serta masih memerlukan dukungan agar dapat mempraktikkan pola hidup bersih dan sehat. Seluruh tantangan tersebut mengancam keselamatan mereka terutama di tengah kondisi pandemi Covid-19. Dan, yang tidak kalah bahayanya, dapat memicu berbagai masalah kesehatan.

Nah, sebagai bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun ke-25, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mempersembahkan program Desa Maju Prudential berkolaborasi dengan Habitat for Humanity Indonesia.

Pembangunan rumah layak huni di desa Mauk, Tangerang

Kondisi masyarakat Mauk tersebut menggerakkan Prudential Indonesia untuk membantu dan mendukung mereka melalui program Desa Maju Prudential. Mereka memberikan bantuan total senilai hampir Rp5 miliar untuk berbagai program yang akan membawa dampak positif bagi kehidupan ribuan orang di Mauk. Di antaranya pembangunan lebih dari 60 hunian layak dengan kamar mandi dan toilet, berbagai fasilitas umum, dan pelatihan untuk mengubah perilaku keseharian mereka agar lebih bersih dan sehat.

Nini Sumohandoyo, Sharia, Government Relations and Community Investment Director memaparkan, ada lebih dari 1000 keluarga di desa Mauk. Sebagian besar mata pencaharian mereka adalah nelayan, buruh tani, atau pengrajin batu bata. “Rata-rata penghasilan mereka sekitar 25 hingga 45 ribu Rupiah per hari. Dengan keadaan seperti itu, memenuhi kebutuhan sehari-hari saja susah. Memiliki hunian yang aman dan layak, jadi tantangan tersendiri. Kebanyakan rumah dari bilik bambu, 300 rumah di antaranya tidak punya kamar mandi atau toilet, akses air bersih juga sulit, dan kasus gizi buruk pun masih dihadapi warga setempat,” ungkapnya di puncak perayaan ulang tahun “Selebrasi Sepenuh Hati PRU25” yang digelar secara virtual, Senin (02/11).

Dikatakan Nini, proses Konstruksi Desa Maju Prudential akan berlangsung hingga akhir Desember 2020. “Kita pikir daerah prasejahtera itu letaknya jauh dari kota, ternyata nggak juga, seperti contohnya desa Mauk tadi. Untuk saat ini, yang terpilih adalah daerah Mauk. Ke depannya semoga kerja sama ini akan kita teruskan dan meluas ke daerah lain,” katanya.

Nini Sumohandoyo – Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia

Adapun kriteria penerima manfaat bantuan hunian layak dalam program Desa Maju Prudential adalah antara lain: tanah harus berupa hak milik, diprioritaskan untuk orang tua atau keluarga yang memiliki anak-anak, serta penyandang cacat (disabililitas).

Lebih lanjut Nini menjelaskan, pembangunan Desa Maju Prudential juga dapat terlaksana berkat partisipasi dari banyak pihak termasuk masyarakat. Dari total donasi yang disumbangkan, sebagian atau lebih dari Rp 1,5 miliar, dikumpulkan melalui event PRU25 Acteev Virtual Walk & Run – Charity for Desa Maju Prudential yang diselenggarakan sebagai perayaan 25 tahun Prudential Indonesia. Event ini diikuti oleh lebih dari 12.000 peserta serta berhasil mengumpulkan jarak tempuh dengan total 328.029 km. Jarak tempuh yang dikumpulkan peserta selama 8 Oktober – 1 November dalam ajang tersebut kemudian dikonversikan menjadi donasi dan jumlahnya digenapkan oleh Tim Community Investment Prudential Indonesia.

Untuk melengkapi momen istimewa perayaan ulang tahun ke-25, dilangsungkan pula peluncuran buku semi-autobiografi ’25 Tahun Prudential Indonesia: Berkarya dalam Cinta’. Buku ini merangkum semangat Prudential Indonesia yang diwujudkan selama 25 tahun perjalanan dan diceritakan melalui kisah perjuangan hidup lima tokoh inspiratif terkemuka yaitu Susi Pudjiastuti (Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia), Yenny Wahid (Founder Wahid Institute & Komisaris Garuda Indonesia), Najwa Shihab (Presenter dan Founder Narasi), Jonathan Sudharta (CEO dan Co-founder Halodoc), Mira Lesmana (Sutradara dan Founder Miles Films). Buku ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat luas untuk terus bergerak bersama sepenuh hati dan berperan dalam pembangunan bangsa.

Jens Reisch – President Director Prudential Indonesia

”Kami tidak akan bisa berada di posisi kami saat ini tanpa dukungan dari para stakeholders; nasabah, staf, tenaga pemasar, mitra, pemerintah, serta teman-teman media. Terima kasih telah bersama kami dan mendukung kami selama 25 tahun terakhir. Prudential Indonesia akan terus menjalankan tujuannya untuk membantu masyarakat mendapatkan yang terbaik dalam kehidupan mereka, dan membuat masyarakat Indonesia lebih sehat dan sejahtera,” tutup Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia.

Prudential Indonesia sendiri mengawali perjalanannya 25 tahun lalu hanya dengan 48 staf, sekitar 250 tenaga pemasar, dan lebih dari 2.500 nasabah. Kini, Prudential Indonesia telah memiliki sekitar 2 juta nasabah dan menjadi salah satu pionir produk asuransi jiwa yang meluncurkan produk unit link, dan menawarkan manfaat ganda berupa perlindungan asuransi sekaligus investasi kepada masyarakat Indonesia melalui produk legendarisnya, PRULink Investor Account dan PRULink Assurance Account. PRULink Assurance Account menjadi produk asuransi jiwa yang paling banyak dimiliki oleh nasabah Prudential Indonesia hingga kini, dan kemudian bertransformasi menjadi PRULink Generasi Baru dan PRULink Generasi Baru Syariah di 2018, menawarkan lebih banyak manfaat bagi nasabah.

Foto: Istimewa

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *