Demam Berdarah, Ancaman Lain yang Mengintai Kita Selama #DiRumahAja

Covid-19 masih menjadi isu utama di berbagai wilayah dunia. Virus ini telah menyerang 215 negara pada awal tahun 2020 ini. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyatakan sebagai “public health emergency”. Di Indonesia sendiri hingga 28 Mei 2020 pukul 18.30, sebanyak 24.538 orang dinyatakan positif Covid-19.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia demi memutus rantai penyebaran Covid-19 ini, di antaranya melalui serangkaian riset untuk menemukan antivirus corona berbasis tanaman Atsiri (eucalyptus). Dalam hal ini pada tanggal 18 Mei 2020 telah ditanda tangani MOU kerjasama antara Badan Penelitian & Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) dengan PT Eagle Indo Pharma (Cap Lang) untuk mematenkan 3 produk Antivirus Corona.

Kandungan Cineol-1,8 dalam eucalyptus sendiri dipercaya efektif sebagai antivirus corona. Cineol-1,8 ini tidak hanya terkandung pada tanaman eucalyptus saja, namun pada tanaman kayu putih juga.

Selain upaya melalui riset untuk menciptakan anti virus corona, sejak 15 Maret 2020 pemerintah meliburkan sekolah-sekolah dan menganjurkan masyarakat untuk melakukan pekerjaan maupun aktivitasnya #dirumahaja .

Selama beraktivitas di rumah saja, ternyata ada penyakit lain yang mengintai, salah satunya adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Ini adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue. Virus ini masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes seperti nyamuk Aedes aegypti.

DBD bisa menyerang siapa saja, termasuk buah hati dan orang tercinta di rumah karena berdasarkan penelitian, nyamuk demam berdarah ini senang menghabiskan hidupnya di dalam atau sekitar rumah.

PT Eagle Indo Pharma (Cap Lang) bekerjasama dengan Balitbangtan Kementan untuk mematenkan 3 produk Anti Virus Corona

Di Indonesia, berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan, sejak 1 Januari hingga 27 April 2020 tercatat 49.563 kasus DBD dengan angka penyebaran terbanyak di Jawa Barat sebanyak 6.337 kasus, Bali sebanyak 6.050 kasus, Nusa Tenggara Timur 4.679 kasus, Lampung 4.115 kasus dan Jawa Timur 3.715 kasus dan angka ini masih terus mengalami penambahan.

Karena diperantarai oleh nyamuk, DBD tidak bisa menular dari orang ke orang secara langsung seperti halnya penyakit flu. Hal ini patut diwaspadai jika bayi dan balita mengalami gejala seperti: demam tinggi, bintik atau ruam merah pada kulit, batuk-batuk, badan lemas, mual, kurang nafsu makan, nyeri punggung dan sakit kepala.

Untuk mengurangi risiko terjangkitnya penyakit, orangtua diharapkan lebih mengetahui tentang penyebaran DBD dan cara-cara pencegahannya yaitu dengan menjaga kebersihan lingkungan rumah dengan gerakan 3M Plus yaitu Menguras, Menutup, Mengubur dan Plus memberikan perlindungan yang dapat menghindarkan bayi dari gigitan nyamuk DB.

Salah satu produk andalan Cap Lang adalah Telon Lang Plus, mampu menjadi solusi tepat dan lengkap para Ibu untuk melindungi buah hatinya di tengah pandemi Covid-19 dan wabah DBD seperti saat ini. Menurut Ibu Ratu Anggi selaku Brand Manager dari Telon Lang Plus , produk ini selain memiliki kandungan utama Oleum Cajuputi (minyak kayu putih) yang cineol-1,8 nya telah terbukti ampuh sebagai antivirus Corona, juga terdapat kandungan Natural Rhodinol yang mampu menghindarkan bayi dari gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Balurkan Telon Lang Plus dari Cap Lang pada bagian perut, dada, punggung, lengan serta kaki bayi setelah mandi atau pada saat dibutuhkan, untuk memberikan kehangatan dan perlindungan dari gigitan nyamuk selama 10 Jam.

Dan untuk menjaga si kecil dari bahaya covid-19, Bunda hanya perlu mengikuti langkah berikut:

  • Siapkan baskom berisi air hangat, campur air tersebut dengan beberapa tetes minyak telon
  • Dekatkan bayi dengan baskom tersebut agar dia dapat menghirup uap dari air hangat tersebut
  • Bayi diposisikan tengkurap sambil menepuk-nepuk punggung bayi

Di masa pandemi Covid-19 ini, masyarakat yang dianjurkan untuk selalu #dirumahaja bisa memperoleh produk-produk Cap Lang secara online melalui Official Store Cap Lang di Lazada, Tokopedia dan Shopee sehingga keluarga tetap terlindungi walaupun #dirumahaja.

(Foto: Ist, dok. Telon Lang Plus)

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *