Kemampuan bahasa asing seperti bahasa Inggris semakin dibutuhkan di masa kini dan terutama di masa depan. Namun sayang, kemampuan berbahasa Inggris penduduk Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara lain. Penetrasi dari skill bahasa Inggris tersebut masih di bawah 10 persen. Hal itu diungkapkan secara gamblang oleh Bapak Tomy Yunus, Co-Founder & CEO Cakap saat membuka acara CAKAP Year End Media Gathering And Business Updated, Selasa (14/12/21) di Jakarta.

Cakap, platform Edtech yang hadir sejak tahun 2015 dan memiliki misi untuk mengedepankan akses pendidikan yang lebih merata di Indonesia, menaruh kepeduliannya terhadap hal ini. Apalagi, diterangkan oleh Tomy, menurut studi, ada korelasi erat antara kemampuan berbahasa Inggris penduduk dengan pendapatan nasional bruto suatu negara.

Cakap sendiri dikenal dalam kelas pembelajaran bahasa online untuk segmen dewasa dan anak-anak di Indonesia. Melalui platform teknologinya, Cakap telah berhasil memberikan pelayanan terbaik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada layanan kelas di lembaga biasa. “Saat ini, aplikasi Cakap fokus pada 2 solusi. Pertama, Cakap Laguage, dimana masyarakat Indonesia bisa mengakses kelas-kelas berkualitas mulai dari bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, Korea hingga kelas bahasa Indonesia untuk para ekspatriat,” ujar Tomy.

Selain kelas bahasa, Cakap juga memiliki kelas vokasi. “Mulai dari kelas hospitality sampai kelas yang berhubungan dengan engineering untuk membentuk angkatan kerja kita semakin berkualitas ke depannya,” imbuhnya. Tak hanya itu saja, Cakap juga menawarkan kursus sertifikasi melalui self-paced learning yang menggabungkan sequential multimedia learning, assessments, dan LIVE Class ad discussions, yang memberikan fleksibilitas kepada pengguna untuk menyelesaikan sertifikasi bagi keterampilan khusus.

Pertumbuhan Pesat

Dari sisi pengguna aplikasi, Cakap hingga saat ini sudah berhasil menjangkau lebih dari 1,5 juta pengguna, dan telah dipercaya lebih dari 250 klien dari berbagai industri. Adapun jumlah pengajar, dijelaskan Tomy, berjumlah lebih dari 1000. Mereka mengajar setiap hari dari rumah, dekat dengan keluarga dan berpenghasilan baik. Dan, sekitar 25 persen dari total pengajar, berasal dari luar Indonesia, seperti Filipina, Cina atau Jepang.

Meskipun menawarkan kursus bahasa asing lain, bahasa Inggris masih menjadi favorit peserta didik di Cakap. Lebih dari 70 persen peserta didik di Cakap, mengambil kursus bahasa Inggris. Ini menunjukkan bahwa minat masyarakat Indonesia untuk belajar bahasa Inggris, sebenarnya cukup tinggi. “Lebih dari 60 persen student kami berada di usia produktif. Dan, 80 persen student berada di level beginner (pemula) sehingga mereka merupakan first time learner,” ucap Tomy.

Dengan suntikan dana, Cakap akan gunakan untuk lebih mengembangkan fitur teknologi melalui Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning, serta memperluas pasar

Di tengah ketatnya persaingan lembaga bahasa di Indonesia, Cakap mengalami perkembangan sekitar 500 persen setiap tahunnya dari jumlah pengguna aktif yang ada di aplikasi Cakap. “Pengguna aplikasi Cakap beragam, mulai dari usia 4 tahun hingga 55 tahun, ada!” lanjut Tomy. Cakap sendiri telah meraih keuntungan selama 2 tahun terakhir dan berhasil mendapatkan kredibilitas yang kuat pada pertumbuhan bisnis dengan mengakuisisi 1,5 Juta siswa, pertumbuhan 500% YoY pada pengguna aktif dan lebih dari 1 Juta unduhan aplikasi. Serta memiliki rating sebesar 4,9 dari 5 di Google Play Store.

Suntikan Dana US$10 Juta

Melihat sepak terjang Cakap yang cukup positif, tak heran bila Cakap mendapat pendanaan sebesar US$10 juta dalam putaran seri B. Suntikan dana ini akan digunakan untuk menambah jumlah program pembelajaran kelas Cakap, serta meningkatkan jumlah pengguna demi mewujudkan akses pendidikan berkualitas yang lebih luas di Indonesia. Putaran seri B tersebut dipimpin oleh Centauri Fund MDI Ventures dan Heritas Capital, dengan partisipasi dari KB Investment dan investor lainnya. Pendanaan baru ini merupakan tanda pencapaian besar Cakap di 2021, bersamaan dengan pertumbuhan bisnis melalui profitabilitas yang signifikan.

Selama ini, Cakap telah berkontribusi sebagai solusi pembelajaran jarak jauh untuk meminimalkan dampak negatif dari pandemi di Indonesia. Sinergi para investor yang terlibat akan menciptakan nilai tambah bagi Cakap, yang mana mereka berasal dari perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, Telkom, untuk mempercepat ekspansi pasar secara nasional. Bersama dengan Heritas Capital, yang juga akan memperluas program dampak sosial pada Cakap. Selain itu, KB Investment, bagian dari KB Financial Group sebagai penyedia jasa keuangan terkemuka dari Korea, dengan pengalaman investasi selama 20 tahun juga akan mendukung strategi pertumbuhan bisnis Cakap.

Dalam menerapkan pembelajaran, Tomy menyebutkan Cakap menggabungkan 3 elemen penting dalam dunia pendidikan, yakni konten pembelajaran berkualitas tinggi, teknologi canggih, dan guru profesional. “Oleh karena itu, untuk mendukung misi kami dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, kami secara konsisten memahami karakter unik para pengguna kami untuk kami berikan solusi dengan mengembangkan fitur teknologi kami melalui Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning untuk memberikan pembelajaran yang personal dan sesuai dengan nilai lokal dalam mempercepat kemajuan belajar siswa,” katanya.

Pertumbuhan bisnis dan pendanaan baru ini dapat mendorong Cakap untuk meningkatkan teknologi pembelajaran dengan mengeksplorasi implementasi pada Machine Learning dan Artificial Intelligence yang memberikan pembelajaran lebih personal untuk setiap siswa melalui pembelajaran adaptif.

“Melihat peluang besar untuk akses dan pengembangan pendidikan, kami yakin dapat membawa Cakap melangkah maju ke perjalanan pertumbuhan berikutnya. Kemajuan teknologi akan membuat Cakap menawarkan lebih banyak variasi kesempatan belajar bagi masyarakat Indonesia. Akan sangat membantu untuk memberikan dampak yang lebih luas bagi pasar potensial yang belum dimanfaatkan,” kata Kenneth Li, Partner di Centauri MDI-KB.

“Setahun sejak Heritas Capital memimpin putaran pendanaan seri A+ Cakap, kami terkesan dengan daya tarik bisnis yang luar biasa dan dampak yang dicapai oleh tim manajemen, yang memberi manfaat bagi berbagai pemangku kepentingan seperti melatih guru, melatih pekerja dengan skill baru, dan membantu anak-anak belajar di tengah pandemi. Kami senang dapat mendukung Cakap untuk yang kesekian kalinya, karena Cakap berhasil beralih dari tahap ventura ke tahap pertumbuhan dengan eksekusi yang solid dan efisiensi modal yang tinggi, sambil terus mengkatalisasi akses ke peluang belajar yang terjangkau dan berkualitas untuk semua di Indonesia dan sekitarnya,” tutup Chik Wai Chiew, CEO dan Eksekutif Direktur Heritas Capital.

 Foto: Efa

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *