Andien tidak bisa tidur. Besok, ia akan pergi ke Jakarta naik pesawat dari Yogya. Selama seminggu, ia akan menginap di rumah Nenek. Berulang-ulang dibacanya surat dari Nenek.

Bagi Andien, kalimat pertama surat Nenek amat menyenangkan: Cucuku tersayang.

Menurut Andien, dia adalah cucu kesayangan Nenek. Nenek lebih sayang padanya daripada cucu-cucu yang lain.

“Naik kereta saja. Nanti Ayah yang antar!” kata Ibu.

“Aku tidak mau naik kereta. Nenek menyuruh naik pesawat! Aku kan cucu kesayangan Nenek,” kata Andien bangga.

“Ah, tidak benar kamu cucu kesayangan. Semua cucu juga cucu kesayangan. Nenek tak pernah membeda-bedakan. Andien disuruh naik pesawat karena Nenek ingin Andien belajar berani pergi sendiri. Kamu berani kan, Andien?” tanya Ayah.

“Tentu! Sampai di bandara kan dijemput Nenek,” jawab Andien mantap.

Setiba di bandara, Andien kecewa ketika melihat Neneknya bersama seorang gadis kecil sebayanya. “Andien, ini Fara, saudara sepupumu dari Surabaya. Dulu kalian pernah jumpa ketika masih kecil. Mungkin sekarang sudah lupa!” kata Nenek.

Andien bersalaman dengan Fara. Fara datang kemarin. Ia dititipkan Ibunya pada tetangga yang akan berangkat ke Jakarta. Ibunya tak tega membiarkan Fara berangkat sendirian, walaupun dia sudah kelas 6.

Sesudah menyimpan koper, Nenek mengajak anak-anak itu kembali ke bandara. “Sinta akan datang kira-kira sejam lagi. Kita tunggu saja, ya! Kalian bisa mengobrol sambil menunggu. Kalau kalian mau baca, Nenek bawa beberapa buku cerita. Dan…tentu saja Nenek bawa kue dan minuman untuk kalian,” kata Nenek.

Lagi-lagi Andien kecewa. Ternyata, Ayah benar. Nenek tidak membeda-bedakan cucunya. Andien pun menggerutu, “Huhh, tidur bertiga dengan Sinta dan Fara dalam satu tempat tidur, pasti tidak enak dan sempit.”

“Sebetulnya, Nenek mau mengundang semua cucu tapi kamar tamu Nenek hanya satu. Jadi, kali ini Nenek undang tiga cucu perempuan terbesar. Mungkin lain kali bisa undang cucu-cucu pria. Dan pada kesempatan lain, cucu terkecil dengan Ibunya. Nanti kalau kalian pulang, Nenek titip hadiah untuk saudara-saudara kalian,” Nenek menjelaskan.

Tak lama kemudian pesawat Sinta tiba.

Setiba di rumah Nenek, ternyata ada kejutan. Kamar tamu Nenek sudah diperbesar. Nenek menyediakan tiga tempat tidur dengan seprei bergambar kelinci yang seragam.

Malam harinya. “Aku mau berdoa dulu,” kata Sinta. Rupanya, di rumahnya ia biasa berdoa. Ia segera berlutut dan melipat tangan. “Tuhan, terimakasih karena Sinta sudah tiba di Jakarta dengan selamat. Tuhan terimakasih karena Sinta jadi cucu kesayangan Nenek.” Baru saja Sinta selesai berdoa, dengan sengit Andien berkata, “Jangan sembarangan, ya. Kamu bukan cucu kesayangan. Akulah cucu kesayangan!”

Fara tak mau kalah dan berseru, “Weee, kalian salah. Aku kok cucu kesayangan Nenek. Aku punya buktinya, lho!”

Fara segera melompat dan mengambil surat Nenek dari dalam tasnya. Andien juga. Sinta pun demikian. Isinya hampir sama, dua-duanya ada kata: Cucuku tersayang.

Ketiga anak itu keluar dari kamar. Nenek tersenyum ketika mendengar cerita cucu-cucunya. Nenek mengambil beberapa gelas dari lemari, ada yang pendek, ada yang sedang, dan ada yang tinggi. “Nah, gelas-gelas ini melambangkan umur kalian. Yang umurnya paling banyak, gelasnya paling tinggi, yang umurnya lebih rendah, gelasnya paling pendek. Kalau si Agung yang baru berumur tiga tahun, gelasnya ini nih!” kata Nenek sambil menunjuk gelas yang terkecil.

Lalu, gelas-gelas itu diisi penuh dengan air.

“Nah, begitulah kasih sayang Nenek pada kalian, para cucu. Semua walaupun umurnya berbeda, disayang penuh. Tak ada yang diistimewakan. Kalau dibeda-bedakan, namanya pilih kasih. Itu tidak baik, bukan?” Nenek menjelaskan.

Ketiga anak itu tersipu-sipu. Malu rasanya bertengkar di rumah Nenek.

“Sudahlah, kita tidur saja sekarang. Nenek sedang repot!” ajak Andien. Ketiga anak itu sekali lagi mengucapkan selamat malam pada Nenek, lalu masuk ke kamar.

 

Cerita: JFK    Ilustrasi: JFK

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *