Suatu hari di peternakan Hijau, Gobu si pemilik mengumumkan sesuatu. “Binatang-binatang semua yang kusayangi, aku punya kabar gembira untuk kalian. Akan datang teman baru! Teman baru kalian adalah seekor anjing yang lucu dan ceria, juga pintar. Namanya Coco. Nah, sayangi teman baru kalian ini ya! Terima dia sebagai bagian dari anggota keluarga besar peternakan Hijau kita,” kata Gobu pada semua binatang-binatang di peternakan yang mendengarkan dengan serius. “Kapan dia akan datang, Gobu?” tanya seekor kuda. “Besok pagi,” jawab Gobu. “Horeee!” seru seluruh binatang gembira, kecuali kawanan sapi.

Ada sebab mengapa kawanan sapi tidak menyambut gembira kedatangan anjing baru di peternakan. Itu karena kebebasan mereka akan terganggu. Di peternakan Gobu, tidak ada pagar, karena Gobu percaya pada binatang-binatangnya. “Tidak baik membiarkan mereka terkurung saja, mereka pasti akan jenuh dan bosan,” kata Gobu.

Tapi sayangnya tidak semua binatang menghargai niat baik Gobu, contohnya sapi-sapi. Mereka dengan seenaknya merumput di tempat jauh, dan ketika Gobu memanggil mereka, sapi-sapi itu tidak cepat-cepat datang, membuat Gobu khawatir. Hewan-hewan peternakan yang lain kesal melihat tingkah mereka, dan menganjurkan Gobu untuk memberikan anjing penjaga sapi agar sapi-sapi itu tidak berbuat seenaknya. Gobu setuju.

Ketika anjing baru bernama Coco datang, seekor sapi mengintai Coco dan melaporkan pada teman-temannya. “Bagaimana anjing baru itu?” tanya seekor sapi. Sapi yang mengintai dan melihat Coco tertawa terbahak-bahak. “Kenapa kau malah tertawa?” tanya sapi lain. “Tunggu sampai kau melihat si Coco dengan mata kepalamu sendiri,” kata si sapi pengintai di sela-sela tawanya.

Kemudian terdengar suara gonggongan anjing, dan Coco datang menghampiri kawanan sapi. Semua sapi tertawa melihat Coco. “Halo semua, senang sekali kalian menyambutku dengan tawa bahagia,” kata Coco. “Kami menertawakanmu bodoh! Kau anjing pendek yang konyol. Jangan harap kau bisa menjaga kami,” kata seekor sapi. “Ya, lupakan saja keinginanmu untuk menggigit kaki kami!” kata sapi lain. “Aku pendek karena aku berjenis corgi. Aku tak ingin menggigit kalian, tapi jadi teman kalian,” kata Coco. “Mana bisa, semua anjing penjaga yang benar akan menggigit!” kata para sapi. “Itu jahat sekali, tak heran kalian membenci anjing. Aku tidak akan jadi anjing yang menyebalkan,” kata Coco.

Coco berbicara banyak dengan para sapi itu. Ternyata, anjing penjaga sebelum Coco galak dan suka menggigit seenaknya, bahkan ketika sapi-sapi tidak berbuat salah. Dia memandang rendah pada para sapi. Suatu hari seekor sapi yang marah menendangnya, dan si anjing yang ketakutan, kabur dari peternakan dan tak pernah kembali.

“Kudengar kalian suka membuat Gobu khawatir, acuh pada panggilannya. Karena inilah dia memberikan anjing penjaga untuk kalian. Gobu khawatir kalian celaka karena bermain terlalu jauh,” kata Coco. “Jadi, itu sebabnya. Kami kira karena kami tidak boleh bebas,” kata para sapi. “Mulai sekarang, jika Gobu memanggil, kalian harus cepat datang,” nasihat Coco.

Suatu hari, Gobu mendapat kejutan yang membuatnya bahagia. Dia memanggil kawanan sapi dan mereka langsung datang tanpa membuatnya menunggu. Ini semua karena Coco si anjing penjaga yang bijaksana.

Sapi-sapi mempercayai Coco dan menjadikannya sahabat. Jika sapi-sapi ingin merumput di tempat yang berbeda, sebelumnya Coco akan memeriksa tempat itu, apakah aman atau tidak. “Coco, kau memang anjing pendek, tapi bagi kami kau adalah anjing terbesar dan terhebat,” kata para sapi. Dan hewan-hewan lain di peternakan setuju, juga Gobu.

 

 

 

 

 

Cerita: Seruni         Ilustrasi: Agung

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *