Survei menemukan bahwa sebagai hasil dari pandemi, kegiatan memasak semakin relevan. Di antara kategori yang tengah berkembang, santan memiliki potensi untuk tumbuh paling cepat pada waktu-waktu spesifik. Menariknya, menurut studi baru dari “Think with Google,” para Millennial Moms memandang kegiatan memasak, bukan sebagai pekerjaan rumah, tetapi lebih sebagai momen untuk menciptakan pengalaman. Ini adalah kesempatan bagi produk santan kemasan untuk lebih relevan dengan faktor higienis dan praktisnya, terutama pada momen Ramadan dan Lebaran. Tetra Pak® Indonesia dengan teknologi UHT menjadikan produk santan kemasan dipanaskan pada suhu 144˚C selama 4 detik untuk mencapai kondisi sterilitas komersial yang membunuh bakteri dan mikroba berbahaya seperti Clostridium botulinum, serta mikroorganisme. Kemasan aseptik enam lapis memastikan umur simpan yang lama tanpa menghilangkan rasa alami, nutrisi, dan tekstur santan.

“Kami ingin mendorong para orang tua masa kini dan saat ini untuk menciptakan pengalaman – pengalaman memasak yang unik dengan santan kemasan untuk keluarga mereka, berbagi momen kegembiraan saat menyiapkan berbagai hidangan Ramadan dan Lebaran. Melalui solusi keamanan pangan kami, dalam visi “Melindungi Yang Baik”, orang tua dapat membeli dan menyediakan bahan baku memasak di dapur mereka sebagai solusi dasar dan pelengkap untuk beragam menu otentik Ramadan dan Lebaran. Solusi keamanan pangan ini sudah digunakan di banyak produk makanan dan minuman yang dikemas oleh Tetra Pak seperti susu, teh, kopi, jus, air kelapa, yogurt, dan lainnya,” jelas Bapak Panji Cakrasantana, Marketing Manager Tetra Pak Indonesia.

Lebih lanjut, Bapak Panji menguraikan hasil survei Tetra Pak yang menyebutkan bahwa 60 persen rumah tangga sudah membeli santan kemasan karena kepraktisan dan ketersediaannya sebagai penyebab terbesar. Dari segi kepraktisan, responden menyebutkan bahwa kemudahan sebagai alasan utama, karena mereka tidak perlu melalui kerepotan dalam memeras kelapa dan memotongnya untuk mendapatkan santan. Hal ini diikuti dengan alasan lainnya, yang berhubungan dengan kemasan dan kemudahan pemakaian hingga penyimpanan. Begitu pembeli santan kelapa kemasan, pembeli berulang setuju bahwa rasa santan kelapa kemasan tetaplah bernutrisi.

Sebagai healthy food content creator sekaligus ibu modern, Mom Kushandari Arfanidewi/@kelincitertidur sependapat bahwa keluarga modern membutuhkan solusi praktis dan higienis karena Ramadan dan Lebaran tahun ini masih berlangsung di tengah pandemi. “Karena kami tidak bisa merasakan pengalaman buka puasa di luar bersama anggota keluarga, saya ingin memastikan kami mendapatkan keseruan yang sama saat buka puasa bersama anggota keluarga terdekat di rumah. Saya lebih suka menggunakan bahan santan kelapa kemasan untuk menikmati momen-momen ini karena kami tidak perlu memotong, memarut, dan memeras kelapa. Selain itu, kemasan juga memainkan peran penting dalam menjaga kebersihan.” Apalagi saat perayaan Ramadan dan Lebaran, di mana keluarga Indonesia menyiapkan dan menyajikan hidangan buka puasa yang praktis, sehat, dan enak untuk anggota keluarga.

Berbagai hidangan yang tidak hanya terbatas pada makanan tradisional seperti kolak, ketan srikaya, dan lemper tetapi juga makanan penutup modern seperti kopi dalgona, vegan mousse, dan es krim nabati yang memungkinkan keluarga modern untuk membuat dan mereplikasi resep menggunakan produk santan kelapa kemasan. “Orang tua milenial perlu tetap kreatif dalam mengembangkan berbagai resep masakan untuk keluarga, terutama bagi anak-anak kita yang senang mengonsumsi makanan manis saat berbuka puasa. Dengan memastikan stok santan kelapa kemasan di dapur, saya tidak perlu khawatir tentang bahan masakan dan saya tidak pernah kehabisan ide untuk membuat hidangan lezat dan makanan penutup untuk keluarga,” jelasnya.

(Foto : Ist)

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *