Setiap terjadi gempa, Skala Richter selalu disebut-sebut. Skala Richter adalah satuan ukuran yang menandakan seberapa kuat gempa terjadi. Nah, bagaimana proses penemuan Skala Richter ini?

Satuan ukuran kekuatan gempa yaitu Skala Richter, pertama kali diciptakan oleh seorang pria asal Amerika Serikat bernama Charles Francis Richter. Ia lahir di sebuah peternakan di Ohio, Amerika Serikat, pada 26 April 1900.

Usia 16 tahun, Richter bersama sang Ibu pindah ke Los Angeles dan menempuh pendidikan seismologi di University of Southern California. Setahun kemudian Richter pindah ke Standford University untuk belajar fisika teori dan lulus tahun 1920. Nah, mulai tahun 1927, Richter bekerja di laboratorium seismologi di Pasadena, California. Tahun 1928, Richter menikah dengan seorang perempuan bernama Lilian Brand.

Mulai Dikenal

Setelah menikah dan meraih doktor dari Universitas California Institute of Technology (Caltech), nama Richter pun mulai dikenal. Pada tahun 1935, bersama rekannya yang bernama Beno Guetenburg, Richter mengembangkan suatu cara untuk mengukur besaran kekuatan gempa. Dimana sekarang ini kita semua mengenalnya dengan sebutan Skala Richter.

Skala Richter sendiri menunjukan kekuatan gempa dengan angka-angka pada kisaran antara 0 – 9. Artinya, angka 9 merupakan kekuatan tertinggi dan jarang terjadi. Contohnya, gempa bumi yang menyebabkan tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004 lalu.

Tidak Sengaja

Ternyata, Skala Richter ini tak sengaja ditemukan, lho, Kids. Diakui Richter, Skala yang ia kembangkan, didapat secara tak sengaja saat sedang mengerjakan tugas doktoral untuk fisika teori di bawah asuhan Dr. Robert Millikan.

Millikan menawarkan pada Richter untuk bekerja di laboratorium seismik milik Harry Wood. Di sinilah Richter mendapatkan data-data yang dijadikannya dalam penentuan Skala Richter yang legendaris tersebut. Awalnya, Skala Richter hanya digunakan di California. Kini, sudah digunakan untuk mengukur gempa bumi di seluruh dunia.

Walau Richter telah meninggal dunia di Pasadena, California, AS, pada 30 September 1985, namun nama dan jasanya masih tetap dikenang hingga saat ini.

Foto: Istimewa

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *