Penyakit diabetes mellitus/DM (kadar gula tinggi dalam darah) pada anak-anak dan remaja makin meningkat setiap tahunnya, khususnya DM tipe 1 (DMT1). DMT1 terjadi karena tubuh kurang atau tidak memroduksi insulin (hormon yang mengontrol kadar gula dalam darah) sehingga perlu tambahan insulin dari luar. Sedangkan DM tipe 2 (DMT2) terjadi karena tubuh kebal atau tidak responsif terhadap insulin yang umumnya disebabkan karena gaya hidup.

Normalnya, ketika makanan masuk, akan dicerna (mengandung glukosa) lalu masuk dalam aliran darah. Insulin akan mengikat glukosa dalam darah dan membawanya masuk ke sel untuk diubah menjadi energi. Nah, pada penderita diabetes, tubuh tidak dapat mengolah glukosa menjadi energi karena tidak ada insulin untuk membawa glukosa masuk ke sel. Akibatnya, glukosa akan menumpuk dalam darah sehingga kadar gula dalam darah menjadi tinggi.

Diabetes tipe 1 lebih jarang terjadi dibanding diabetes tipe 2. Diketahui hanya ada 10 persen penderita diabetes tipe 1 dari seluruh kasus diabetes di seluruh dunia. Namun, diabetes tipe 1 merupakan tipe diabetes pada anak yang paling banyak terjadi.

Berlatar belakang hal tersebut, pada Senin, 30 Agustus 2021, Indonesia bergabung dalam Changing Diabetes in Children (CDiC), sebuah program kemitraan global yang memberikan bantuan terhadap anak dan remaja dengan diabetes tipe-1 di Indonesia.

Diabetes tipe-1 merupakan penyakit kronis yang serius dan sampai saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan. Dalam waktu sepuluh tahun terakhir, prevalensi (jumlah kasus) DMT1 di Indonesia meningkat tujuh kali lipat, dari 3,88 per 100 juta penduduk pada tahun 2000 menjadi 28,19 per 100 juta penduduk pada tahun 2010. Karena tingginya angka underdiagnosis (pasien yang tidak terdiagnosis) dan misdiagnosis (pasien dengan hasil diagnosis yang salah), angka pasti prevalensi DMT1 pada anak-anak diperkirakan lebih tinggi dibandingkan dengan data yang sudah ada.

Namun, dengan melakukan diagnosis dan penanganan secara dini, diabetes pada anak-anak dapat dikelola dengan baik. Ini pulalah yang menjadi tujuan utama program kemitraan global Changing Diabetes in Children yaitu mencegah kematian pada anak yang diakibatkan diabetes.

Jangkau 3.000 Anak dan Remaja

Bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Novo Nordisk dan mitra globalnya menargetkan untuk menjangkau 3.000 anak dan remaja dengan diabetes dalam rencana tahap pertama program ini, dengan memanfaatkan 20 klinik dengan fasilitas kesehatan yang ditingkatkan serta dibantu oleh 1.000 tenaga kesehatan terlatih yang akan menyediakan perawatan dan penanganan.

Pada kegiatan peluncuran program Changing Diabetes in Children di Indonesia, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin mengatakan, “Program Changing Diabetes in Children adalah program kemitraan antara pemerintah dan mitra swasta dalam upaya mencegah dan mengendalikan kasus diabetes di Indonesia terutama diabetes pada anak-anak. Pada 25 Juni 2021, Kementerian Kesehatan RI telah menandatangani kerjasama dengan PT Novo Nordisk, yang merupakan mitra strategis dari Pemerintah Denmark sebagai implementasi dari nota kesepahaman antara Indonesia dan Denmark.” “Program Changing Diabetes in Children merupakan salah satu program kolaboratif untuk meningkatkan akses terhadap penanganan pasien dengan diabetes, terutama diabetes pada anak, melalui edukasi, pencegahan, dan kuratif (pengobatan). Diabetes sering dilihat sebagai penyakit yang diderita oleh orang dewasa, padahal faktanya diabetes juga dialami oleh anak-anak dan remaja,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, (K), FAAP, FRCPI (Hon.), menyampaikan, “Pada tahun 2018, jumlah populasi anak di Indonesia diperkirakan mencapai 79 juta. Meski demikian, IDAI mencatat hanya 1.249 anak Indonesia yang terdiagnosis dengan DMT1 selama periode 2017-2019. Penanganan diabetes tipe-1 harus komprehensif. Salah satu permasalahan yang kita hadapi terkait diabetes adalah data. Bersama dengan Novo Nordisk, kita akan membuat sistem registrasi melalui aplikasi. Aplikasi ini akan meliputi sistem registrasi, edukasi, rekomendasi pengobatan, dan monitoring (pengawasan). Saya meyakini jika kita bisa membuat aplikasi yang komprehensif (luas dan lengkap), Indonesia akan menjadi negara pertama yang memiliki sistem yang tepat bagi anak-anak dengan DMT1 dan membantu tiap aspek penanganannya.”

“Perkembangan penanganan diabetes sejak 100 tahun penemuan insulin memungkinkan anak-anak dengan DMT1 dapat hidup dengan lebih baik dan sehat. Sayangnya, prognosis diabetes tipe-1 hampir tidak berubah sejak ditemukannya insulin. Kenyataannya, masih banyak anak-anak yang meninggal akibat diabetes tipe-1 karena kurangnya pendidikan diabetes, layanan kesehatan khusus, peralatan untuk memantau diabetes, dan juga obat-obatannya,” ungkap dr. Aman.

Duta Besar Denmark untuk Indonesia H.E. Lars Bo Larsen menjelaskan, “Changing Diabetes in Children tak hanya mendorong kesadaran masyarakat, tetapi juga membantu pasien mengatasi penyakit mereka dan mengurangi risiko komplikasi dan beban pengobatan pada sistem perawatan kesehatan. Dengan jaringan luas Novo Nordisk dan mitranya, serta pengalaman bertahun-tahun, komitmen, dan ambisi jangka panjang kami dalam memerangi diabetes, kami berharap inisiatif ini akan membawa dampak positif bagi anak-anak penderita diabetes tipe-1 di Indonesia.”

Public Relations & Advocacy Team IKADAR (komunitas anak dan remaja penderita diabetes), Anita Sabidi mengatakan, “Anak-anak penderita diabetes pun berhak punya banyak mimpi dan harapan untuk masa depannya. Meski ada pandangan miring dari sebagian masyarakat misal takut tertular padahal diabetes ini tidak menular, mereka anak-anak yang punya hati kuat dan jiwa yang luar biasa.”

Beberapa Peningkatan

Novo Nordisk Indonesia bersama mitra globalnya akan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan IDAI untuk meningkatkan komponen-komponen seperti: (1) peningkatan infrastruktur kesehatan yang sudah ada; (2) pelatihan dan pendidikan tenaga kesehatan dan pendidik diabetes; (3) penyediaan peralatan dan perlengkapan pemantauan glukosa darah; (4) edukasi pasien untuk anak dan keluarganya; (5) sistem registrasi pasien; dan (6) pemahaman dan advokasi.

Steering Committee Changing Diabetes® in Children Cem Ozenc mengatakan, “Target kami dalam Changing Diabetes in Children adalah menjangkau 100.000 anak-anak dan remaja penderita diabetes tipe-1 pada tahun 2030. Bersama dengan mitra global, kami telah menjangkau 15 negara dan kami senang bahwa Indonesia telah bergabung dengan kami sebagai negara ke-16. Hal ini merupakan  komitmen yang sangat kuat dari Novo Nordisk dan tanggung jawab sosial kami untuk memastikan agar anak-anak ini dapat menjalani hidup dengan lebih baik.”

“Melalui kemitraan kami dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan IDAI, kami akan mulai menjangkau anak-anak rentan yang memiliki diabetes tipe-1 di seluruh Indonesia,” tambah Vice President & General Manager Novo Nordisk Indonesia Anand Shetty. “Kami juga ingin berterima kasih kepada Roche, International Society of Pediatric and Adolescent Diabetes (ISPAD), dan World Diabetes Foundation (WDF) yang telah menjadi mitra global kami dengan visi yang sama, yaitu mencegah kematian anak akibat diabetes. Kami berharap dapat bekerja sama dengan Roche di Indonesia untuk terus membantu menyelesaikan masalah diabetes dan memberikan kontribusi untuk masyarakat,” tegasnya.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *