“Tolooong!” jerit Pak Wik si tikus. Seekor laba-laba besar bergantung pada benang-nya dari atas atap!

Tubuhnya memenuhi ruang tamu Pak Wik! Laba-laba ini si-maling-atap! Dia menatap Pak Wik dengan matanya yang mengerikan…

Pak Wik jatuh pingsan.

 

Titus dan Pubit sedang berdebat tentang berita tertangkapnya si Besar, laba-laba pendatang baru di kota Timur.

“Benang milik si Besar ditemukan di tempat kejadian, Titus! Pak Wik sendiri melihatnya! Sudah jelas si Besar adalah si-maling-atap!” seru Pubit.

“Pubit, aku tahu Pak Wik sahabatmu. Tetapi mana ada penjahat yang meninggalkan jejaknya,” kata Titus.

 

Titus lalu memeriksa rumah Pak Wik. Ketika masuk ke ruang tamu, dia terkejut karena benang laba-laba masih tergantung dari atap yang bolong.

Ia mengeluarkan kaca pembesarnya dan mulai meneliti benang laba-laba.

“Hei! Apa ini? Serpihan makanan?” tanya Titus. “Ini serpihan kenari!” tambahnya lagi.

 

Penelusuran serpihan kenari membawa Titus ke rumah pohon Krip. Krip si tupai adalah penduduk baru kota Timur yang pindah bersamaan dengan si Besar laba-laba.

Tiba-tiba kaki Titus terantuk benang laba-laba yang tersangkut di dahan akar pohon.

“Benang laba-laba yang sama dengan di tempat Pak Wik!” serunya. Titus melihat benang itu tersambung ke sebuah gundukan tanah besar, dan dari dalamnya menyembul salah satu kaki laba-laba!

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *