“Malam hari, museum terlihat menyeramkan ya,” ucap Pubit sambil memegangi baju Titus.

Titus dan Pubit mendapat undangan rahasia dari George, kepala museum arsip kota.

Di depan pintu, seorang pengawal menyambut Titus dan Pubit. Mereka diantar langsung ke ruang kerja George.

 

“Selamat datang! Aku sangat membutuhkan pertolonganmu,” sapa Pak George sambil mempersilakan Titus duduk.

Pak George bercerita kalau arsip pendirian museum kota, hilang dicuri.

Pak George curiga pada Pak Tusca Derom, pemilik toko daging Frisica yang hendak menggusur museum dan mendirikan cabang toko dagingnya yang kedua belas di sana.

 

Titus pun mulai mengumpulkan informasi tentang Tusca dan toko dagingnya.

Pubit sibuk berkeliling kota, menemui teman-temannya.

Berdasarkan info dari cacing yang tinggal di taman samping toko Frisica, seekor Elang pernah terbang ke lantai tiga dan menemui Pak Derom.

Pubit pun meminta tolong cacing tanah sahabatnya untuk mengintai.

 

Tok.tok.tok.. Cacing tanah mengetuk pintu rumah Pubit. Pubit keluar dengan piyama, mata setengah terpejam.

“Cepat! Tengah malam, Elang akan membawa arsip itu keluar dari Frisica.

Mungkin arsip itu akan dipindahkan ke suatu tempat rahasia yang jauh,” ucap cacing tanah tergesa-gesa.

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *