Untuk tugas kesenian di sekolah, Pinot ingin menggambar pemandangan. Maka Panji dan Ping-ping mengajak sahabat mereka ke  ‘Lembah Hijau’ yang terkenal indah.

Mereka menginap di vila milik Ibu Ping-ping.

“Ih…, si Pinot. Kamu kan bukan pelukis. Setiap kali kamu gambar pohon aja jadinya kayak tiang listrik, masih mau coba gambar pemandangan?” kata Ping-ping.

“Lho, yang penting usaha! Aku kan nggak males!” kata  Pinot.

 

Panji, Ping-ping, dan Pinot kemudian pergi mencari pemandangan yang tepat untuk digambar.

“Dari atas lembah, pemandangannya pasti bagus. Kita ke atas sana yuuk!” kata Panji. Sebelum naik ke atas, Panji mencuci kedua tangannya yang kena lumpur di sungai.

Dan iapun menyadari sesuatu. Air yang biasanya jernih kini keruh oleh tanah dan lumpur.

 

Tiba-tiba Panji berhenti dan mengamati puncak bukit yang ada di hadapannya. “Ada yang tidak beres!” kata Panji. Ping-ping langsung memeriksa hulu sungai di puncak bukit.

Tentu saja sebagai pencinta alam sejati, Ping-ping dengan mudah memanjat tebing  yang curam itu.

 

Pinot mencoba mengamati sungai berlumpur tersebut. “Panji lihat!! Ada banyak daun pakis yang biasanya hanya tumbuh pada ketinggian tertentu,” kata Pinot.

“Benar, Pinot…tanah dan lumpur ini datangnya dari puncak bukit….. Oh tidak! ada longsoran di puncak bukit!” jawab Panji.

Serentak, pandangan keduanya menengadah ke puncak bukit, lalu saling bertatapan…”Ping-ping….!!!” seru mereka bersamaan.

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *