PERSI dan Unilever Indonesia Diskusikan Kewaspadaan Rumah Sakit dan Masyarakat Dalam Hadapi Potensi Penyebaran Virus COVID-19

Meningkatnya jumlah pasien yang terinfeksi virus Corona (COVID‐19) yang saat ini sedang menyebar di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, membuat berbagai pihak gencar menyebarkan edukasi.

Untuk diketahui, menurut data terbaru yang dikumpulkan oleh John Hopkins University, per hari ini (Senin, 16/03) ada total 162.687 kasus infeksi virus corona yang telah dilaporkan di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut terjadi 6.065 kasus kematian dan 75.620 di antaranya telah dinyatakan sembuh.

Menanggapi hal ini, Kementerian Kesehatan Repubik Indonesia menyatakan telah menyiapkan 137 Rumah Sakit rujukan yang tersebar di 32 provinsi, seluruhnya dinilai telah mampu menangani pasien yang terkonfirmasi virus COVID-19.

Dalam kesempatan ini, dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes. selaku Ketua PERSI menjelaskan bahwa Rumah Sakit Rujukan tidak hanya bertugas menangani potensi wabah virus COVID-19, namun juga memberikan edukasi kepada masyarakat, misalnya tentang makna dan tata cara isolasi.

“Dengan diserukannya pandemic COVID-19 oleh WHO, Rumah Sakit wajib melakukan proses penentuan atau seleksi pasien yang diprioritaskan untuk mendapat penanganan terlebih dahulu dengan benar, diharapkan membuat Tim Regu COVID-19, serta mengikuti standar-standar operasional terbaru dari Kementerian Kesehatan RI sesuai anjuran WHO. Hal-hal tersebut adalah beberapa langkah yang perlu dilakukan pada saat ini,” katanya.

(kiri – kanan) Maulani Affandi, dr. Mohammad Syahril Mansyur, Sp.P, MPH dan dr. Kuntjoro AP, M.Kes pada sesi simbolisasi penyerahan donasi dari Lifebuoy untuk mendukung perlindungan petugas kesehatan dan masyarakat dari penyebaran virus COVID-19, Jumat (13/03)

Seluruh Rumah Sakit, lanjutnya,  tanpa terkecuali wajib memperketat program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) yang terintegrasi, terprogram, dan terpantau. Contohnya dengan membatasi transmisi organisme dari atau antar pasien melalui cuci tangan dan penggunaan sarung tangan, melakukan disinfeksi untuk mengontrol risiko penularan dari lingkungan, serta memastikan kebersihan lingkungan rumah sakit dan seluruh permukaan fasilitas rumah sakit.

Kewaspadaan ini dibenarkan oleh dr. Mohammad Syahril Mansyur, Sp.P, MPH selaku Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso. “Sebanyak delapan kasus positif virus COVID-19 kini dirawat di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, dan berada dalam kondisi yang stabil. Selain itu, sesuai dengan protokol penanganan kasus penyebaran virus COVID-19 yang telah ditetapkan pemerintah, setiap harinya kami menerima rujukan dari fasilitas layanan kesehatan untuk pengambilan spesimen pemeriksaan laboratorium dan dirawat di ruang isolasi. Spesimen akan dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan di Jakarta, dimana hasil pemeriksaan pertama akan keluar dalam 24 jam setelah spesimen diterima. Jika hasilnya positif, maka pasien akan dinyatakan sebagai penderita COVID-19. Kemudian, sampel akan diambil setiap hari dan penderita akan dikeluarkan dari ruang isolasi jika pemeriksaan sampel dua kali berturut-turut hasilnya negatif,” ujarnya.

Kebiasaan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun adalah salah satu cara mencegah penyebaran virus COVID-19 yang dapat dilakukan oleh siapapun dan di manapun

Di dalam PPI, lanjutnya, kebersihan tangan menggunakan sabun dan disinfektan adalah sarana efektif untuk mencegah dan mengendalikan infeksi. Rumah sakit menetapkan regulasi hand hygiene yang mencakup kapan, di mana, dan bagaimana melakukan cuci tangan mempergunakan sabun dan atau dengan disinfektan (hand sanitizer) serta tersedianya fasilitas hand hygiene.

Edukasi pentingnya cuci tangan dengan sabun di waktu-waktu yang tepat rutin dilakukan PT Unilever Indonesia, Tbk melalui merek Lifebuoy, mulai dari sekolah, ibu-ibu PKK, pasar tradisional, dan lainnya dalam skala nasional.

“Rumah Sakit juga merupakan salah satu pilar penting bagi kami dalam menyebarluaskan edukasi kebiasaan cuci tangan. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, melalui brand Lifebuoy, kami secara simbolis menyerahkan dukungan berupa produk sabun cuci tangan ke 8 (delapan) Rumah Sakit rujukan yang tersebar di wilayah Jakarta, termasuk RSPI Sulianti Saroso. Diharapkan dukungan ini akan semakin menyokong kewaspadaan Rumah Sakit dalam melindungi masyarakat dan juga petugas kesehatan dari penyebaran virus COVID-19,” tutup Ibu Maulani Affandi selaku Head of Skin Cleansing and Baby PT Unilever Indonesia, Tbk.

Foto: Istimewa

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *