Cegah Penyebaran Covid-19 di Ruang Praktik, PDGI Himbau Dokter Gigi dan Pasien Wajib Lakukan Ini!

Kian hari, jumlah pasien yang terinfeksi Virus Corona jenis baru yakni COVID-19 di Indonesia semakin meningkat. Hingga sore tadi, berdasarkan data, jumlah kasus positif Corona di Indonesia sebanyak 369 orang dengan angka kematian mencapai 32 jiwa.

“Penyebaran virus ini bisa melalui mulut, hidung dan mata. Ini yang jadi permasalahan,” ujar Dr. drg. R. M. Sri Hananto Seno, Sp.BM (K)., MM, Ketua Pengurus Besar PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) pada acara konferensi pers online bertajuk “Pentingnya sikat gigi di malam hari” yang digelar oleh Pepsodent hari ini.

Salah satu profesi yang rentan dan berisiko tinggi berhadapan dengan virus Corona adalah Dokter Gigi. Seperti kita tahu, kalau kita ke dokter gigi, pasti ia akan memeriksa mulut kita, bukan? Dan, jaraknya dengan pasien juga sangat dekat. Ya, virus COVID-19 mampu menular melalui droplet air liur. Dan, area kerja para dokter gigi tentu saja adalah rongga mulut pasien yang terdapat air liur di dalamnya.

Bila pasien sudah membawa virus COVID-19 di dalam tubuhnya, bukan saja ia bisa menularkan kepada Dokter Gigi maupun perawat, melainkan juga mengkontaminasi peralatan medis yang digunakan.

Nah, untuk meningkatkan kewaspadaan penyebaran COVID-19 di ruang praktik, Dr. drg. R. M. Sri Hananto Seno menyebutkan, ada beberapa prosedur yang wajib dilakukan oleh Dokter Gigi maupun pasien yang hendak memeriksakan kesehatan gigi dan mulutnya. Apa saja?

1. Saat pasien datang, sebaiknya langsung sudah memakai masker. Sebelum masuk ke ruang tunggu, dilakukan pengecekan temperatur atau suhu badan terhadap pasien. “Jika temperatur pasien di atas 37,5 derajat Celcius, akan diminta untuk segera cek ke klinik atau RS untuk mengetahui apakah ada indikasi COVID-19,” ujar Dr. drg. Seno. Ia juga menganjurkan agar tempat praktik menyediakan masker dan memberikannya pada pasien yang tidak memakai masker. “Sayangnya masker agak langka sekarang,” ujarnya prihatin.

2. Bersihkan kedua telapak dengan hand sanitizer yang tersedia. Jika di ruang tunggu ada wastafel, lebih baik langsung cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

3. Saat pasien masuk ke ruang praktik, tetap gunakan masker. “Dokter Gigi juga harus pakai masker, supaya tidak terkontaminasi antara pasien dengan dokter,” katanya.

4. Pasien melepaskan masker saat sudah duduk di tempat pemeriksaan. Dokter Gigi akan memberikan obat kumur antiseptik, lalu mulai memeriksa keadaan gigi dan mulut pasien. “Dokter Gigi harus memakai perlindungan lengkap, seperti masker, kacamata, sarung tangan,” terang drg. Seno.

5. Setelah pemeriksaan selesai, pasien harus memakai masker kembali untuk berkonsultasi dengan Dokter Gigi mengenai keadaan gigi dan mulutnya. “Di sini, Dokter Gigi juga harus tetap pakai masker saat melakukan sesi konsultasi,” tegasnya.

6. Setelah ada persetujuan apa yang akan dilakukan, baru dilakukan tindakan kembali.

7. Selesai tindakan, pasien perlu kumur-kumur lagi dengan antiseptik. Lalu, pasien harus mengenakan masker kembali.

8. Saat pasien keluar dari ruang pratik, tetap gunakan masker. Cuci tangan lagi atau pakai sanitizer.

Hal-hal di atas tadi, ujar Dr.drg.Seno, harus dilakukan guna menjaga agar ruang praktik tetap terjaga bersih dan steril dari virus. “Semua ini perlu dipatuhi oleh Dokter Gigi dan pasien supaya ruang praktik tidak menjadi tempat penyebaran COVID-19,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga mewajibkan Dokter Gigi untuk memastikan bahwa alat-alat yang digunakan untuk memeriksa pasien steril, bersih dan bebas kuman.

Ilustrasi: Novi Chrisna

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *