Cegah Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Pendidikan, Unilever Kembali Hadirkan “Program Sekolah dan Pesantren Sehat”

Beberapa waktu lalu, beberapa sekolah di daerah zona hijau di Jakarta sempat mulai dibuka. Sebagian murid sekolah usia SMP hingga SMA kembali bersekolah, meskipun dengan penyesuaian di sana-sini. Namun, hal itu tak lama. Pertambahan jumlah kasus pasien terinfeksi Covid-19 kian hari semakin mengkhawatirkan, membuat sekolah kembali menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring (dalam jaringan). Hal ini dilakukan antara lain guna mencegah sekolah menjadi klaster baru penyebaran virus Corona.

Meskipun belum tahu hingga kapan PJJ ini diberlakukan, orangtua sebaiknya mulai menyiapkan diri anak-anaknya saat nanti sekolah kembali dibuka, terutama bagi anak-anak usia yang lebih kecil, seperti TK dan SD.

Hal ini sangat penting. Sebab, hingga saat ini, sudah sekitar 18 ribu lebih kasus atau 7,3 persen dari jumlah keseluruhan pasien Covid 19 di Indonesia adalah anak-anak. Jumlah yang tak sedikit! Hal itu disampaikan oleh dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, yang kerap menyuarakan pentingnya tindakan preventif untuk menekan laju Covid-19, pada acara webinar yang diselenggarakan oleh PT Unilever Indonesia, Tbk, Kamis (24/09).

Pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Ia mengungkapkan, sekitar 80 – 90 persen sumber penularan penyakit berasal dari tangan. Itulah mengapa, katanya, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi sangat penting. Penanaman PHBS secara intensif dan berkelanjutan menjadi sangat krusial karena anak merupakan salah satu golongan usia yang rentan terjangkit penyakit, termasuk Covid-19. Bahkan tercatat bahwa jumlah kematian anak (0-18 tahun) akibat Covid-19 di Indonesia tertinggi se-Asia Pasifik, angkanya 1,1% lebih tinggi dari Tiongkok, Italia dan Amerika.

Hal-hal di atas mendasari PT Unilever Indonesia, Tbk. melalui Unilever Indonesia Foundation kembali menghadirkan “Program Sekolah dan Pesantren Sehat”.  Program yang telah digagas sejak tahun 2016 ini telah menjangkau 10 juta anak di 41.847 sekolah dan pesantren di berbagai wilayah Indonesia. Beragam program pelatihan bagi guru dan murid serta fasilitas diberikan untuk terus menanamkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada anak-anak sejak dini di lingkungan pendidikan, yang urgensinya kian terasa di tengah pandemi Covid-19.

“Di masa pandemi program ini makin relevan sebagai upaya melindungi kesehatan anak, mempersiapkan mereka menghadapi era adaptasi kebiasaan baru, sekaligus menekan penularan Covid-19. Hasil evaluasi terhadap efektivitas program menunjukkan data menggembirakan, program ini berhasil merubah kebiasaan 43% anak untuk terbiasa mencuci tangan di lima waktu penting, dibandingkan sebelumnya yang hanya tiga kali sehari saja,” terang Ibu Nurdiana Darus, Head of Corporate Affairs & Sustainability Unilever Indonesia.

Data lain juga menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat pertama terkait proporsi angka kejadian Covid-19 pada anak, yaitu sebesar 9,1%. Permasalahan ini pun makin menantang karena berbagai kegiatan harus tetap berjalan, termasuk belajar mengajar.

(Ki-Ka): Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd. – Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia; Nurdiana Darus selaku Head of Corporate Affairs & Sustainability Unilever Indonesia dan Dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A selaku pakar kesehatan anak pada sesi diskusi bersama mengenai “Program Sekolah dan Pesantren Sehat”

Edukasi PHBS Secara Online

Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd., Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menanggapi, “Hak anak untuk mendapatkan pendidikan harus tetap diprioritaskan demi masa depannya. Namun sebelum melepas mereka kembali bersekolah, kita harus membiasakan PHBS sejak dini sebagai kunci mengendalikan penyebaran Covid-19 di lingkungan pendidikan,” katanya.

Nah, beradaptasi dengan kondisi saat ini dimana masih banyak sekolah melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ), pelaksanaan “Program Sekolah dan Pesantren Sehat” juga bertransformasi menjadi PJJ. Program ini merupakan kolaborasi bersama Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dan Kementerian Agama RI, sejalan dengan semangat #MariBerbagiPeran yang diusung Unilever Indonesia. Kegiatan akan menargetkan para pemangku kepentingan, terutama pimpinan dan pengajar melalui Training of Trainers.

Mereka didorong untuk membina dan mengembangkan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Pesantren Sehat menuju better hygiene, better nutrition, dan better environment.  Pelatihan yang dilakukan secara online didukung dengan modul pembelajaran yang menarik bagi anak serta pendampingan bagi para pengajar. Selain itu, para dokter kecil dan duta santri juga dilibatkan sehingga dapat menyebarluaskan edukasi pada teman-temannya. Tidak hanya edukasi dari pihak sekolah, program ini juga merangkul partisipasi para orangtua agar anak-anak mendapat dukungan yang lengkap untuk mendampingi mereka di era tatanan baru.

Agar Sekolah Tak Menjadi Klaster Penyebaran Covid-19

Inisiatif ini disambut baik oleh dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A. Masyarakat, katanya, perlu memahami bahwa meski seringkali tidak menunjukkan gejala, anak yang terinfeksi SARS-CoV-2 memiliki jumlah virus dalam darah atau viral load yang tinggi di saluran napas sehingga kemungkinan mereka menularkan individu lainnya sangat besar. “Maka untuk meminimalkan risiko ini, biasakan anak melakukan PHBS dengan benar, dan pastikan mereka mendapatkan gizi seimbang sehingga imunitasnya tetap terjaga,” tegasnya.

Lebih jauh lagi, guna mencegah lingkungan pendidikan menjadi klaster penyebaran Covid-19, dr. Mesty berpesan agar para pengajar serta orangtua terus menanamkan pentingnya protokol kesehatan, seperti memakai masker, sering mencuci tangan dan menjaga jarak aman lebih dari dua meter, agar anak dapat lebih siap ketika nanti diperbolehkan kembali bersekolah. “Hal ini menjadi sangat penting karena pakar kesehatan mengatakan bahwa perubahan perilaku berkontribusi 80% dalam mengendalikan kurva pandemi,” imbuhnya.

Hal serupa ditegaskan oleh Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd. Bila nanti kegiatan belajar mengajar kembali normal, protokol kesehatan tak boleh dilupakan.  “Sekolah harus memiliki daftar layanan kesehatan terdekat, sehingga bila nanti ada murid yang alami keluhan, bisa langsung dirujuk ke layanan kesehatan. Tetap perhatikan jarak tempat duduk antar siswa di kelas, minimal 1,5 meter ke kanan, kiri, depan dan belakang. Sekolah juga harus rutin melakukan desinfeksi untuk menghindari penyebaran virus, setiap area gedung sekolah mulai dari ruang kelas, toilet, kantin, ruang kesehatan, dan lainnya harus selalu dijaga kebersihannya. Murid tetap harus pakai masker dan selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas,” anjurnya.

Selain edukasi PHBS, Unilever Indonesia Foundation turut menyumbangkan wastafel permanen untuk cuci tangan dan sikat gigi, serta mendistribusikan produk-produk kebersihan dan kesehatan di area sekolah dan pesantren.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *