Cerpen

“Lho, kok sepedanya dituntun, Nak?” tanya Ibu yang sedang menyiram tanaman di halaman rumah. Bukannya menjawab pertanyaan Ibu, Rinda malah mendeng...

Seperti biasa, pagi itu Rani mengayuh sepeda menuju sekolah ditemani kicauan burung dan sinar matahari yang belum begitu menyengat. Jarak dari rumah k...

“Dita, duduk sini sebentar. Ayah mau bicara,” panggil Ayah. Dita menghampiri Ayah dan duduk tepat di sampingnya. “Ada apa, Yah?” tanya Dita pe...

“Rissa, jangan lupa nanti jam 4 sore ada latihan untuk pementasan, ya. Jangan sampai telat, lho,” ujar Feni seraya berlalu. Rissa hanya mengacungk...

“Bagaimana kalau hari Minggu pagi, kita keliling komplek naik sepeda?” usul Pita kepada tiga temannya. Lila dan Key berseru setuju, tapi Vania den...

“Kamu jadi anak bawang aja, Lang,” kata Rio. Daripada tidak ikut bermain, Gilang menurut saja ketika teman-teman menyuruhnya menjadi anak bawang. ...

“Tumben sekali Noni datang sebelum aku,” ucap Fira dalam hati. Fira pun menyambut Noni yang baru datang dengan senyuman....

“Mbok, kaus kakiku yang gambar kelinci di mana?” tanya Rachel sambil mengacak-acak laci lemarinya. Begitu mendengar suara Rachel, Mbok Inah lari t...

Tiara dikenal sebagai gadis cilik dengan rambutnya yang selalu tergerai indah. Keindahan rambutnya tak lepas dari peran sang Ibu yang rajin merawat ra...

Aku melihat Ayuko sedang sibuk dengan kertas lipatnya di sudut kelas. Belum genap seminggu ia bersekolah di sini. “Aku dari Jepang,” katanya ketik...

Jangan lupa beli edisi terbaru yaa...