Sejak Maret sampai dengan Oktober 2020, terdapat 20.619 anak yang mendapatkan dukungan Save The Children Indonesia untuk mengakses pembelajaran jarak jauh, khususnya anak-anak dengan akses terbatas/tanpa akses di tingkat pendidikan PAUD, TK, dan SD. Program luring tersebut terdiri dari pendistribusian buku-bahan bacaan-alat tulis gambar-hygiene kits.

Program Guru Kunjungan, Pembelajaran lewat Radio. Penetapan Jam Belaiar serta panduan kegiatan orangtua, untuk meningkatkan keterlibatan orangtua dan komunitas. Selain itu, merintis pengembangan sarana pendukung belajar dengan teknologi sederhana tanpa kuota internet serta program Parenting keliling rumah.

Terdapat juga 673 orang dewasa mewakili sekolah yang telah dilatih dalam penerapan protokol ruang belajar yang aman dan terlindungi serta 486 stasiun cuci tangan yang dipasang/diperbaiki di sekolah.

Rekomendasi

Dua hal yang perlu dikawal yakni memastikan anak-anak Indonesia tetap dapat belajar di rumah sehingga tingkat keaksaraan mereka dapat tetap terjaga dengan baik (Keeping Learning Alive) dan tetap bersemangat bersiap untuk kembali ke sekolah jika situasi kondisi telah aman (Safe Back to School).

Sesuai dengan kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pembukaan kembali sekolah, Save The Children berfokus pada kampanye Safe Back to School berupa:

  • Kampanye positif kembali ke sekolah secara partisipatif dan inklusif, termasuk aktivasi PAUD dan pendidikan infomal bagi anak-anak terpinggirkan, untuk memastikan semua anak berkesempatan kembali bersekolah.
  • Konsultasi dengan anak, orangtua, dan guru mengenai kekhawatiran mereka untuk kembali ke sekolah, serta memberikan perhatian khusus kepada anak-anak sehingga mereka tidak merasa sendiri/kehilangan motivasi belajar.
  • Dukungan terhadap klaster pendidikan untuk memastikan mekanisme akuntabilitas, khususnya perhatian bagi anak-anak yang terpinggirkan.
  • Melakukan peninjauan kembali terhadap target pembelajaran agar secara rasional selaras dengan situasi dan kondisi baru dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru, dan sesuai dengan sumber daya sekolah yang ada. Selain tentunya, menyelenggarakan program mendukung psikososial anak dan guru kembali ke sekolah, program untuk menjembatani kehilangan pembelajaran (learning loss) seperti pengulangan dan pendalaman (catch-up lessons) serta akselerasi pembelajaran (occelerated learning).
  • Melakukan pemetaan situasi dan kondisi kapabilitas guru dan kebutuhan pembelajaran siswa, sehingga Kemendikbud dapat menyusun langkah strategis dan operasional untuk menyusun model pembelajaran baru yang kreatif dan inovatif berbasis blended learning/hybrid model dengan menjalin kemitraan bersama berbagai pihak sebagai upaya perwujudan dari program Merdeka Belajar.

Kebijakan SKB 4 Menteri yang diterbitkan pemerintah pada bulan November 2020 sifatnya memperbolehkan, bukan mewajibkan pembukaan kembali sekolah dengan memenuhi syarat-syarat tertentu. Hal ini menunjukkan pentingnya menjaga agar pembelajaran tetap berjalan terutama bagi yang masih akan tetap Belajar di Rumah/BDR (Keep Learning Alive).

Foto: Novi

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *