Berangsur normalnya aktivitas masyarakat, meski masih berada di tengah pandemi, membutuhkan daya tahan dan kekebalan tubuh yang optimal agar terhindar dari risiko yang mengganggu kesehatan. Oleh sebab itu, menjaga, bahkan meningkatkan kekebalan tubuh, tetap harus menjadi perhatian dan prioritas bagi masyarakat saat ini, hingga untuk seterusnya. Memahami hal tersebut, Combiphar, perusahaan nasional terdepan di bidang consumer healthcare, membagikan langkah yang bisa dilakukan untuk mendapatkan kekebalan tubuh yang optimal, dengan melengkapi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh melalui asupan kaya vitamin dan mineral, salah satunya dengan madu dan herbal.

“Menyelaraskan kebiasaan harian dengan mengutamakan kesehatan merupakan bekal penting yang dapat meningkatkan kualitas hidup kita. Selain dengan tetap menerapkan pola hidup sehat, seperti berolahraga dan menjaga protokol kesehatan secara konsisten, memperhatikan asupan yang dikonsumsi menjadi hal yang juga harus dilakukan demi melengkapi kebutuhan nutrisi dan menunjang daya tahan tubuh. Memanfaatkan madu dan bahan-bahan alami yang sering ditemui dan gunakan di dapur, dapat menjadi pilihan mudah bagi masyarakat untuk tetap sehat, terlebih saat kita sedang menghadapi badai Omicron yang diprediksi mencapai puncaknya hingga pertengahan Maret,” ujar Bapak Edy Haryanto -Commercial Head Combiphar.

Kekebalan tubuh, diperlukan untuk memberikan pertahanan terhadap patogen dan melindungi tubuh, terutama dari infeksi. Sistem kekebalan yang lemah bisa menjadi penyebab meningkatnya kerentanan tubuh terhadap infeksi dan memungkinkan infeksi menjadi lebih parah. “Infeksi dalam tubuh memunculkan respon inflamasi atau peradangan sebagai reaksi sistem kekebalan tubuh alami untuk melawan serangan penyakit. Meski memiliki fungsi yang baik, proses inflamasi yang terjadi dalam jangka panjang juga terkadang merugikan dan membahayakan bagi tubuh. Sehingga, mengurangi peradangan penting untuk dilakukan, salah satunya adalah melalui pemenuhan nutrisi yang mengandung zat-zat yang dapat menghambat terjadinya peradangan yang berlebihan,” jelas Dr. (Cand.) dr. Inggrid Tania, M.Si – Ketua Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI).

Menurut Dr. (Cand.) dr. Inggrid Tania, M.Si, status nutrisi yang buruk atau defisiensi mikronutrien dan ketidakseimbangan status oksidan-antioksidan dalam tubuh seringkali dikaitkan dengan inflamasi dan stres oksidatif, juga pada peningkatan risiko infeksi, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. “Melalui pengendalian defisiensi nutrisi dan perbaikan status antioksidan yang memadai, dapat meningkatkan respon imun pada fase infeksi. Tak hanya itu, mengonsumsi bahan makanan dengan kapasitas anti-inflamasi dan antioksidan yang sangat tinggi juga dapat membantu membangun kekebalan yang optimal,” tambahnya.

Untuk mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh dan terhindar dari risiko infeksi dan peradangan, terdapat beberapa mikronutrien dan senyawa antioksidan yang dibutuhkan, di antaranya: vitamin A, vitamin B, Vitamin C, dan beberapa mineral seperti magnesium, seng serta zat besi, juga senyawa antioksidan seperti flavonoid dan asam fenolat. Selain dengan mengonsumsi suplemen dan makanan sehat, memasukkan madu dan juga beberapa bahan herbal ke dalam daftar asupan, juga dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi, terutama mikronutrien, serta senyawa antioksidan tersebut. Bahkan, kombinasi madu dan beberapa jenis herbal yang diracik menjadi minuman mampu meningkatkan antioksidan serta memperbaiki kesehatan secara menyeluruh. Berikut kandungan madu dan beberapa bahan herbal yang dapat dikombinasikan dengan madu, beserta manfaatnya terhadap kekebalan tubuh:

  • Madu. Memiliki nutrisi seperti vitamin C, vitamin B, kalsium, protein, kalsium zat besi, dan bahan-bahan mineral lainnya serta senyawa-senyawa flavonoid dan asam fenolat, yang dibutuhkan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta dapat memberikan sifat antioksidan dan anti-inflamasi.
  • Jahe. Memiliki efek imunomodulator serta sifat antioksidan dan anti-inflamasi.
  • Sari jeruk nipis. Mengandung vitamin C dan folat yang keduanya memiliki peran dalam mempertahankan integritas penghalang imunologis dan mendukung fungsi berbagai jenis sel kekebalan tubuh. Jeruk nipis juga memiliki berbagai jenis antioksidan, seperti kelompok senyawa polifenol, misalnya flavonoid.
  • Serai. Kaya akan vitamin A, vitamin B, vitamin C, kalium, kalsium, magnesium, fosfor, mangan, tembaga, seng, dan zat besi, serta minyak esensial yang mampu mengaktifkan limfosit T dan B yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh.
  • Temulawak. Berfungsi sebagai antioksidan dan agen anti-inflamasi, imunomodulator dengan meningkatkan respon sel T untuk pertahanan seluler dan sel B untuk produksi antibodi, dan meningkatkan kemampuan penangkal radikal bebas.

Agar dapat berfungsi optimal dalam mendukung kesehatan tubuh, berikut 3 cara sehat yang dibagikan Dr. (Cand.) dr. Inggrid Tania, M.Si dalam meramu dan meminum racikan madu dan herbal:

  1. Meracik ramuan herbal didahului mencuci bahan-bahannya hingga bersih dalam air mengalir.
  2. Jahe sebanyak 20 gram dan Temulawak sebanyak 10 gram, diiris-iris; serta 1 batang serai cukup digeprek; kemudian dimasukkan ke dalam 300 ml air mendidih; lalu rebus selama 10 menit dalam kuali tanah liat atau panci kaca atau panci stainless steel. Setelah kompor dimatikan, diamkan 5 menit agar berkurang panasnya, lalu saring dan tuang ke dalam gelas. Kemudian tambahkan 10 ml madu dan berikan perasan 1 buah jeruk nipis, aduk hingga merata.
  3. Waktu terbaik mengonsumsinya adalah sebelum makan agar penyerapannya lebih baik, pada pagi hari dan sore hari.

“Memiliki kegunaan untuk menjaga stamina, meningkatkan daya tahan tubuh, sumber energi, mempercepat penyembuhan sakit atau demam, serta berfungsi sebagai antioksidan dan antibiotik alami, Madurasa, salah satu produk unggulan Combiphar, dapat menjadi preferensi yang aman untuk dicampurkan dengan makanan dan minuman kesukaan, termasuk bahan-bahan herbal,” ungkap Bapak Prima Sukma Setiawan – General Manager Marketing Combiphar.

Senantiasa menjaga keaslian madu murni kualitas teratas, Madurasa menyuguhkan beberapa varian, yaitu: Premium, Murni, Original, Jeruk Nipis yang bisa dikonsumsi oleh anak-anak mulai usia 1 tahun hingga dewasa. Dengan kandungan madu yang kaya nutrisi dan antioksidan, masyarakat kini juga bisa merasakan manfaat madu hingga tetes terakhir tanpa ada sisa yang terdapat di dalam botol, lewat kemasan Madurasa yang memiliki posisi katup di bawah, berukuran 150 gram – 350 gram.

“Bagi Combiphar, krisis kesehatan dalam bentuk apa pun, adalah peringatan bagi kita semua tentang betapa pentingnya menjaga kondisi tubuh. Memperhatikan daya tahan tubuh dengan asupan yang kaya akan nutrisi dimulai dari sekarang, membuat kita mampu terus berjalan dan memiliki kekuatan untuk menjalani hari dengan produktif, serta senantiasa menjadi generasi yang sehat, sesuai dengan visi Championing a Healthy Tomorrow,” tutup Bapak Edy.

(Foto : Ist)

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *