Mondelez #BijakPlastikSejakDini

Sampah plastik bukan hanya menjadi isu nasional, namun juga dunia. Tahukah Moms, tiap tahunnya, sekitar 12,7 juta ton plastik di dunia mencemari lautan per tahun. Kerusakan yang kita lakukan terhadap kehidupan laut dan ekosistem bisa jadi tak dapat lagi kita perbaiki, bila manusia tidak berbenah diri.

Indonesia sendiri, hingga saat ini masih menjadi penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia, di bawah Cina. Data miris ini juga didukung fakta berikut yang tak kalah menggenaskan. Badan Pusat Statistik (BPS) dalam indeks ketidakpedulian lingkungan hidup 2018 menyatakan, masih ada 72 persen masyarakat yang tidak peduli dengan sampah. Sungguh angka yang fantastis, mengingat jumlah penduduk Indonesia di atas 250 juta jiwa.

Sebagai generasi penerus bangsa, anak-anak menjadi harapan kita. Tingkah laku kita, sedikit banyak akan ditiru oleh mereka. Karena pada dasarnya, anak cenderung mempelajari hal baru dengan mengikuti kebiasaan yang sering mereka lihat. Hal ini ditegaskan oleh Psikolog & Co-founder Rumah Psikologi TigaGenerasi Saskhya Aulia Prima M.Psi.  Mengajarkan kebiasaan baik kepada anak-anak, katanya, cenderung lebih mudah daripada orang dewasa, karena masa tumbuh kembang adalah waktu terbaik untuk menstimulasi anak akan berbagai ilmu. “Dengan menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak dini, tentunya akan memperbesar peluang untuk menciptakan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan ketika beranjak dewasa,” jelasnya dalam acara konferensi pers virtual yang digelar oleg Mondelez Indonesia, Jumat (19/11).

 

Saskhya Aulia Prima M.Psi., Psikolog & Co-founder Rumah Psikologi TigaGenerasi

Tumbuhkan Kesadaran dalam Diri Anak

Berikut ini beberapa tips yang dibagi oleh Saskhya untuk menumbuhkan kesadaran mengelola sampah plastik sejak dini kepada anak:

  1. Orangtua adalah role model

Biasakan anak sedari kecil untuk lebih “melek” dalam mengelola sampah plastik, karena anak akan melihat dan mencontoh orang terdekat yang biasa mereka lihat. Contoh: membuang sampah pada tempatnya, mengurangi sampah plastik, menggunakan barang-barang hasil daur ulang, dan sebagainya.

  1. Kenalkan hal-hal mengenai pengelolaan sampah plastik sejak kecil

Bantu anak lebih memahami akan pentingnya menjaga lingkungan lewat media-media yang lebih mudah ditangkap anak. Contoh: benda-benda langsung di alam seperti batu, daun,bunga serta bantuan materi lewat media visual seperti buku cerita, video, games, dan sebagainya.

  1. Bantu anak untuk terbiasa membangun rutinitas mengelola sampah plastik

Dukungan untuk pembiasaan anak bisa dilakukan dengan menerapkannya pada kegiatan sehari-hari. Contoh: meletakkan tempat sampah yang dapat dijangkau anak agar bisa membuang sampah secara mandiri, memilah sampah, menghemat penggunaan plastik, dan lain-lain.

  1. Ajak anak berpartisipasi dalam kegiatan mengelola sampah plastik

Libatkan anak dalam kegiatan-kegiatan yang meningkatkan kesadaran untuk mengelola sampah plastik, mulai dari hal yang kecil. Contoh: membawa tas belanjaan sendiri dari rumah, isi ulang belanjaan yang tidak harus selalu membeli kemasan baru (misalnya mengunjungi bulk store atau refill barang-barang kebutuhan rumah tangga), memanfaatkan benda-benda yang bisa didaur ulang untuk menjadi mainan, dan sebagainya.

  1. Berikan apresiasi spesifik

Selalu berikan anak apresiasi spesifik mengenai keterlibatannya dalam menjaga lingkungan, misalnya dengan mengatakan “Terima kasih kamu sudah membantu Mama untuk membuang sampah pada tempatnya” atau “Wah, bagus sekali ya mainan yang kamu buat sendiri dari tempat tisu gulung yang sudah habis ini.”

  1. Pilih lembaga edukasi yang membantu anak untuk lebih sadar menjaga lingkungan

Beberapa lembaga pendidikan mulai menggunakan barang-barang daur ulang dalam proses pembelajaran (terutama usia dini). Orangtua juga bisa memperhatikan seberapa sering sekolah menanamkan nilai keberlanjutan yang melibatkan anak, serta fasilitas di sekolah untuk menunjang anak dalam lingkungan dan mengelola sampah plastik. Contoh: adanya penyediaan tempat sampah untuk masing-masing jenis sampah, kondisi bangunan serta fasilitas yang dijaga kebersihannya, dan sebagainya.

Inisiatif #BijakPlastikSejakDini

Pentingnya menciptakan generasi muda yang sadar dan peduli lingkungan, tak luput dari perhatian Mondelez Indonesia.  Untuk itu, mereka menghadirkan inisiatif #BijakPlastikSejakDini untuk menginspirasi anak Indonesia untuk bijak mengelola sampah plastik sejak dini, seperti kebiasaan untuk mengurangi, menggunakan kembali, serta mendaur ulang sampah plastik.

Khrisma Fitriasari, Head of Corporate & Government Affairs Mondelēz Indonesia

Hadirnya inisiatif ini, diuraikan oleh Khrisma Fitriasari, Head of Corporate & Government Affairs Mondelēz Indonesia, sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap pengendalian sampah plastik, sekaligus wujud nyata kontribusi #MondelezUntukIndonesia.

“Melalui inisiatif #BijakPlastikSejakDini, Mondelez Indonesia ingin memberi edukasi terkait nilai ekonomi dari sampah plastik dan pemanfaatannya sebagai barang berguna. Mondelez Indonesia berharap inisiatif ini dapat diikuti oleh para siswa, orang tua dan komunitas sekolah agar bersama-sama bijak mengelola sampah plastik untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Hasil produk daur ulang dan renovasi pada inisiatif #BijakPlastikSejakDini di sekolah dasar

Sebagai tahap awal, kegiatan ini dilakukan dengan menghadirkan Bank Sampah di dua sekolah dasar, yaitu SDN Duren Tiga 13 dan 14 di Jakarta Selatan dengan melibatkan partisipasi seluruh komponen sekolah, mulai dari peserta didik, guru, orangtua hingga partisipasi karyawan Mondelez Indonesia. Sejak dimulai di bulan Februari 2021, bank sampah telah mengumpulkan lebih dari 2 ton sampah plastik, yang kemudian didaur ulang menjadi berbagai furniture untuk sekolah.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Mondelez Indonesia menggandeng Kertabumi Recycling Center sebagai mitra, mulai dari tahap perencanaan, pengumpulan, hingga pengolahan sampah menjadi produk bermanfaat bagi sekolah. Ikbal Alexander selaku Founder dari Kertabumi Recycling Center menjelaskan, sistem pengendalian sampah plastik dengan pendekatan Bank Sampah merupakan salah satu cara yang paling mudah diterima oleh masyarakat, apalagi untuk meningkatkan partisipasi usia dini. “Melalui pendekatan Bank Sampah, pengendalian sampah diterapkan dalam bentuk kerja sama saling menguntungkan, yang bisa memberikan manfaat sosial ekonomi,  dan pada akhirnya dapat mengurangi timbunan sampah,” ujar Ikbal..

Secara global, Mondelez International sendiri berkomitmen 100% menggunakan kemasan ramah lingkungan yang dapat didaur ulang untuk produk-produknya seperti kemasan Oreo, coklat Cadbury dan sebagainya pada tahun 2025. “Saat ini, sebanyak 94% kemasan produk-produk Mondelēz  International telah menggunakan kemasan yang dapat didaur ulang,” tutup Khrisma.

Foto: Efa, Ist

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *