Pagi ini udara terasa sejuk sekali. Sinar mentari bersinar dengan ceria. Seceria anak-anak yang akan memasuki kelas baru, yaitu kelas enam. Terkecuali Ilham, karena dia sendirilah yang tidak naik kelas.

Sembari menunggu bel masuk, anak-anak berbincang tentang pengalaman mereka masing-masing selama liburan. Akhirnya, tidak terasa perbincangan mereka sampai pula pada pemilihan ketua kelas.

“Sebaiknya hari ini kita mengadakan pemilihan ketua kelas,” kata Bagus mengajukan usulnya di tengah kerumunan teman-temannya. “Aku setuju,” dukung Upik. “Apa alasanmu, Pik?” tanya Abdulloh. “Yaah, kalau hari ini kita sudah mempunyai ketua kelas, semua mudah diatur, bukan?” jawab Upik. “Mulai besok, kita juga sudah bisa belajar,” tambah Upik.

“Belum tentu. Kita kan belum punya pedoman mata pelajaran,” sanggah Aldo. “Kalau aku boleh usul, pemilihan ketua kelas diselenggarakan setelah kita lengkap hadir,” kata Bagus. “Kenapa harus begitu?” tanya Aldo. “Semua jadi puas. Lagipula, kita siap memilih calon-calonnya lebih dulu,” jawab Bagus.

Bel berbunyi. Menghentikan perdebatan mereka. Untuk sementara, anak-anak boleh memilih tempat duduk sendiri sebelum wali kelas mengaturnya nanti.

Sesaat kemudian, Pak Alwi, wali kelas mereka yang baru, memasuki ruang kelas dengan wajah berseri. “Selamat pagi, Anak-anak,” kata Pak Alwi memberi salam. “Selamat pagi, Pak…,” jawab semua anak.

“Anak-anak, kalian mulai hari ini sudah duduk di kelas enam. Tentu saja kalian harus mempunyai tekad bulat untuk merintis diri yang lebih baik lagi daripada yang dulu, agar nanti dalam ujian akhir, kalian bisa berhasil dengan memuaskan. Bukan begitu, Anak-anak?” tanya Pak Alwi. “Ya, Paaak….,” jawab anak-anak berbarengan.

“Ada berapa jumlah kalian semua?” tanya Pak Alwi lagi. “Ada tiga puluh enam, Pak….,” jawab anak-anak. “Ah, masa iya? Bukannya ada tiga puluh tujuh?” ucap Pak Alwi heran. “Ilham tidak naik kelas, Paak….,” kata anak-anak lagi. “Ya, ya,” ujar Pak Alwi mengangguk-angguk. “Tapi, kita nanti ada murid baru, ya,” ucap Pak Alwi. “Siapa, ya???” seisi kelas bertanya-tanya. “Siapa dia, Pak?” tanya Bagus ingin tahu. “Namanya, Purwanto,” jawab Pak Alwi. “Purwanto?” terdengar bisik anak-anak di sana sini. “Siapa sih, dia?” bisik anak-anak. “Kalian pasti akan tahu besok,” tandas Pak Alwi. “Siapa tahu dia bisa menjadi ketua kelas nanti,” kata Aldo. “Kita calonkan saja,” ujar Abdulloh.

Esoknya, kelas menjadi gaduh setelah murid baru itu hadir. Bukan karena mereka kagum kepadanya. Bukan! Tapi, karena Purwanto si murid baru itu ternyata Ahmad yang pernah sekolah di sekolah itu pula. Dua tahun yang lalu, dia kakak kelas anak-anak kelas enam sekarang.

Waktu itu, karena tidak naik kelas disebabkan sakit tipes yang hampir merenggut jiwanya, Ahmad pun pindah sekolah. Setelah itu, Ahmad yang sudah lama ditinggal Ayahnya, juga harus kehilangan Ibunya untuk selama-lamanya. Ahmad yang hidup gelandangan itu pun tinggal seorang diri.

Suatu ketika, Ahmad bertemu dengan Pak Supri, Kepala Sekolah mereka, lalu dipungutlah Ahmad oleh Pak Supri. Ahmad diasuh dengan baik oleh Pak Supri. Ahmad pun diganti namanya dengan Purwanto.

“Kalau cuma dia sih, sebenarnya tidak usah ditunggu dalam menyelenggarakan pemilihan ketua kelas,” ujar Bagus mengejeknya. “Mana ingusan, lagi. Anak gelandangan! Huh! Mau kita pilih jadi ketua kelas? Nggak salah?” ejek Upik pula. Tentu saja hati Purwanto sedih mendengar ejekan itu.

“Jangan begitu, dong….,” ucap Aldo. “Lain dulu, lain sekarang,” ucap Aldo kemudian. “Nyatanya, dia anak gelandangan, kok,” bisik Bagus kepada Upik.

Anak-anak yang lain hanya berbisik-bisik di sana sini. Mereka pun membicarakan Purwanto. Ada yang benci, ada pula yang kasihan. Tapi, secara jujur, mereka mengakui kalau Purwanto sudah banyak berubah setelah diasuh oleh Pak Supri. Kini, dia bersih dan rapi. Bersepatu pula. Padahal dulu sewaktu di kelas empat, dia kotor dan ceroboh. Itulah yang membuat sebagian besar siswa kelas enam, ingin mencalonkan Purwanto sebagai ketua kelas. Ya, calon ketua kelas baru!

 

Cerita: JFK    Ilustrasi: JFK

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *