Cakap Luncurkan Produk Cakap Upskill

Pandemi Covid-19 berdampak hampir di semua sektor. Keadaan sulit ini memaksa banyak perusahaan terpaksa memangkas para pekerjanya. Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik, selama tahun 2020 ini, sebanyak 1,1 Juta pekerja formal dirumahkan dan lebih dari 300,000 pekerja terkena PHK (pemutusan hubungan kerja). Di sisi lain, jumlah pekerja paruh waktu di kuartal pertama 2020 meningkat. Tentu saja, dalam keadaan sulit ini, mencari pekerjaan baru bukanlah hal mudah. Skill (keahlian) tambahan sangat diperlukan untuk menaikkan daya saing di tengah ketatnya persaingan mencari kerja.

Situasi pandemi Covid-19 juga membawa perubahan perilaku di masyarakat. Dari yang biasanya menjalankan segala sesuatu secara offline, kini beralih ke online, termasuk di bidang pendidikan. Sayangnya, perubahan mendadak ini tak diiringi dengan kesiapan industri pendidikan. Maklum, sebelum pandemi, kemajuan teknologi di bidang pendidikan masih terbilang rendah.

“Tak semua pelaku industri pendidikan siap berpindah melakukan PBJJ (pembelajaran Jarak Jauh). Ada sekitar 300 ribu lembaga pendidikan informal, sebagian besar harus stop beroperasi karena belum siap menggunakan platform digital. Ini membuat kami pelaku startup harus bisa berinovasi dan berkolaborasi membantu mereka secara nyata,” ujar CEO Cakap, Tomy Yunus pada acara konferensi pers virtual siang tadi.

Ya, saat ini, kanal digital menjadi pilihan utama untuk mencari skill baru, seperti tercermin juga dari naiknya trafik Cakap 500 persen dari awal Januari hingga Juni 2020. Namun di tengah maraknya seminar dan kelas-kelas online belakangan ini, masih belum banyak pilihan kelas online yang menyediakan fitur live streaming, bersertifikat, dan diisi oleh pakar yang kredibel di bidangnya.

Untuk itu, Cakap meluncurkan sebuah produk baru, Cakap Upskill. Ini merupakan sebuah platform live tutoring yang menghubungkan pelajar dengan praktisi terbaik di bidangnya sehingga mereka dapat meningkatkan keterampilan mereka secara efektif melalui kelas online.

Dalam peluncurannya, Cakap mempertegas bahwa aplikasi Cakap sudah tidak sebatas pembelajaran bahasa asing, namun juga membuka kecakapan di bidang-bidang strategis lainnya. Komitment ini juga dibuktikan Cakap dengan menjadi platform pilihan Disrupto Fest dalam menyelenggarakan webinar dan workshop- nya.

Melalui Cakap Upskill, Cakap menyediakan berbagai materi yang dibagi menjadi tiga kategori, yakni personal development, career development, dan entrepreneurship . Presentase materi pun akan terbagi sebanyak 70% yang akan fokus pada kelas career development dan entrepreneurship, sementara 30 % untuk personal development .

Para pembicara dalam acara peluncuran produk CAKAP Upskill secara virtual hari ini

Acara launching Cakap Upskill dilakukan secara daring dan dihadiri oleh berbagai pakar seperti fasilitator dalam innovation & entrepreneurship FEB UI, Avanti Fontana, Ph.D., CF, CC; CEO Kontrak Hukum, Rieke Caroline; partner & CEO DISRUPTO, Gupta Sitorus; Country Manager Cambridge University Press Indonesia, Yusuf Seto; CEO Cakap, Tomy Yunus; dan dipandu oleh Agustin Ramli.

Dikatakan oleh Avanti Fontana, fasilitator dalam innovation & entrepreneurship FEB Universitas Indonesia, para pekerja yang terkena dampak seperti dirumahkan ataupun yang menjadi pengangguran, sejatinya justru akan memicu peluang usaha baru. Prospek ini sangat terbuka bagi mereka yang memiliki kecakapan dan keahlian berwirausaha atau membuat sebuah inovasi.

“Angka pengangguran meningkat dibanding tahun 2019 sebesar 7,7% – 9,1%. Peningkatan kemampuan kewirausahaan sangat dibutuhkan karena dapat meningkatkan lapangan pekerjaan dan menurunkan jumlah pengangguran,” katanya.

Sementara CEO Kontrak Hukum, Rieke Caroline, memberikan data bahwa sejak bulan Maret hingga Juli, servis yang paling digemari oleh pelanggan Kontrak Hukum adalah pendaftaran merek dagang. “Bahkan data dari DJKI, ternyata angka tersebut lebih tinggi dari tahun lalu,” ujarnya.

Melalui Cakap Upskill, Tomy Yunus berharap wadah ini bisa menjadi jembatan antara pencari kerja dan pengusaha. “Kami memberikan pembelajaran keterampilan praktis untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga-tenaga kerja profesional, agar murid kami bisa meningkatkan kompetensi dan daya saing. Kami juga berupaya memberdayakan individu untuk menjadi pencipta lapangan pekerjaan yang baru. Melalui Cakap Upskill, para murid akan merasa termotivasi karena mereka mendapatkan feedback dan perhatian secara langsung dan personal; dan karena fitur live tutoring ini juga membangun komunikasi yang terbuka dan jelas antara pengajar dan muridnya,” pungkas Tomy yang menargetkan setidaknya 200 ribu pengguna bisa mengakses produk Cakap Upskill di tahun 2020 ini.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *