Burung khas daerah pesisir pantai ini tidak hangus terbakar tetapi memiliki warna bulu abu-abu atau cokelat kelam seperti warna barang yang gosong hangus terbakar. Wajar bila kemudian disebut burung Gosong. Burung Gosong ini dapat kita temui di Kangean, sepanjang pesisir Nusa Tenggara dan Maluku.

Burung ini memiliki nama latin Megapodius reinwardt. Bulunya berwarna cokelat keabu-abuan, muka kemerah-merahan, berjambul pendek, dan bila dewasa burung ini memiliki panjang sekitar 36 cm.

Bisa Berlari

Burung Gosong Maluku (Eulipa wallacei) memiliki nama latin yang berbeda dengan burung Gosong dari Kangean dan pesisir Nusa Tenggara. Burung Gosong Maluku berwarna cokelat dan memiliki ukuran sebesar ayam kampung. Burung yang memiliki kemiripan dengan burung Maleo asli Sulawesi ini ketika terbang sangat kaku dengan jarak yang pendek. Tetapi memiliki kemampuan berlari cukup baik.

Hidup Menyendiri

Burung Gosong termasuk burung yang sangat soliter atau hidup menyendiri. Mereka akan berpasang-pasangan bila mereka sudah menikah. Bila kamu ingin melihat burung ini secara langsung di habitatnya, tidak gampang, karena burung ini sangat sensitif dengan keberadaan makhluk asing. Burung ini akan segera berlari atau terbang rendah di atas tanah bila keberadaannya merasa terganggu.

Suara Menakutkan

Ketika mencari makan, burung Gosong ini akan menggunakan cakar atau kakinya yang sangat kokoh dan berkuku tajam. Mereka akan menggaruk-garuk tanah mencari serangga dan mereka juga memakan buah-buahan kecil. Keunikan lain dari burung ini yang patut kamu ketahui yaitu memiliki kebiasaan tidur pada malam hari di pohon dengan ketinggian 5-10 meter. Pada malam hari mereka juga sering mengeluarkan suara-suara aneh dan menakutkan seperti ratapan ataupun cegukan. (JFK/Nov)

You may also like
Latest Posts from

1 Comment

  1. terima kasih sudah berbagi min
    ada dak di daerah lombok min?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *