Danone-Aqua Memastikan Keamanan Produk di Tengah Pandemi

Saat ini, sebagian besar rumah tangga memilih menyediakan air minum dalam kemasan (AMDK) galon sebagai sumber air minum, daripada merebus sendiri dari air keran atau sumur. Bahkan, tak jarang ibu-ibu juga menggunakannya untuk memasak. Tak heran, permintaan akan air minum kemasan galon sangat tinggi.

Namun, sebelum mempercayakan pilihan pada air galon, sebaiknya Moms harus memerhatikan beberapa faktor. Tak hanya kualitas air minum-nya, melainkan juga faktor keamanan kemasannya. Ya, banyak orang lupa, selain keamanan produk, keamanan kemasan juga tak kalah penting, sebab kemasan bisa memengaruhi kualitas produk itu sendiri. Apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini, kita perlu meningkatkan kewaspadaan dalam mengonsumsi makanan dan minuman dalam kemasan.

“Meskipun pangan tersebut aman, jika dikemas dengan kemasan yang tidak memenuhi persyaratan, maka pangan tersebut berpotensi tercemar, bisa tercemar dari kemasan atau cemaran dari luar,” ujar Dra. Sutanti Siti Namtini, Apt., PhD., Direktur Standarisasi Pangan Olahan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam acara webinar bertajuk “Memastikan Keamanan Produk di Tengah Pandemi” yang diselenggarakan oleh Danone-AQUA baru-baru ini.

Ia melanjutkan, setiap pangan yang beredar termasuk AMDK harus memenuhi persyaratan keamanan pangan yang sudah diatur dalam regulasi kemasan pangan. “Menurut UU no. 18 tahun 2012 dijelaskan bahwa kemasan pangan adalah bahan yang digunakan untuk mewadahi dan/atau membungkus pangan, baik yang bersentuhan langsung dengan pangan atau tidak,” imbuhnya.

Kemasan Galon Pakai Ulang

Terkait dengan kemasan AMDK, ia mengutip berdasarkan Permenperin No. 96/M-IND/PER/12/2011 dijelaskan bahwa kemasan AMDK dapat terbuat dari kaca dan juga plastik, yang berupa Polyethylene (PE), Polypropylene (PP), Polyethylene Terephthalate (PET), Polyvinyl Chloride (PVC) atau Polycarbonat (PC)

“Kalau bicara kemasan galon plastik, ada yang kemasan sekali pakai, dan ada yang kemasan pakai ulang. Keduanya sama-sama aman asal memenuhi persyaratan kemasan pangan dan memenuhi ketentuan terkait daur ulang,” katanya. Kemasan AMDK pakai ulang dari plastik, katanya, haruslah memenuhi persyaratan tara pangan (food grade), memenuhi kekuatan syarat uji, tahan suhu minimal 55 derajat Celcius dengan waktu kontak 15 detik dan tidak bereaksi terhadap bahan pencuci dan disinfektan.

Sebagai produsen air minum dalam kemasan, Danone-Aqua memastikan bahwa kemasan galon pakai ulang yang mereka produksi, sudah memenuhi persyaratan keamanan yang ditentukan. “Seluruh galon telah mengalami proses ketat. Mulai dari seleksi pemisahan. Jadi, galon-galon yang tidak layak (misalnya bocor, retak, dan sebagainya) dipisahkan. Lalu, galon yang layak dibawa untuk melalui tahap pencucian dan sanitasi,” jelas Arsadi Hendranu, Food Safety Director Danone-AQUA.

Galon-galon yang dianggap layak tersebut, katanya harus benar-benar terbebas dari bahan berbahaya, termasuk bahan fisik, kimia maupun mikroba. “Kami melakukan pengecekan secara rutin bagi galon-galon yang sudah dicuci dan disanitasi sehingga benar-benar sudah memenuhi keamanan kemasan pangan. Selanjutnya, masuk ke tahap proses pengisian ulang yang  dilakukan di dalam ruangan higienitas tinggi dengan standar keamanan Eropa dimana keseluruhan proses ini tidak tersentuh oleh manusia,” katanya.

Sementara itu, galon-galon yang tidak layak dan sudah dipisahkan akan dikirim menuju tempat pencacahan plastik untuk kemudian didaur ulang. Ia menegaskan, semua proses dilakukan di pabrik, menggunakan sistem dan teknologi yang sudah  tervalidasi dan ketat sehingga proses keamanan terjamin memenuhi persyaratan BPOM dan SNI.

Tips Memilih dan Memasang AMDK Galon

Dikatakan oleh Dr. Eko Hari Purnomo, Pakar Tekologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB), kemasan galon umumnya terbuat dari bahan polycarbonat. “Kemasan galon pakai ulang yang baik, haruslah memenuhi standar keamanan dan kebersihan, serta komponennya tidak bereaksi terhadap produk di dalamnya,” katanya.

Bagi Moms yang rutin menggunakan AMDK galon pakai ulang, Dr. Eko memberikan tips yang perlu diperhatikan, mulai dari pemilihan produk, hingga kebersihan dalam pemasangan.

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:

  1. Pastikan air minum dalam kemasan galon diproduksi oleh perusahaan tepercaya dan sudah mendapatkan izin edar.
  2. Perhatikan kondisi fisik galon (tidak rusak/pecah/bocor).
  3. Perhatikan tanggal kedaluarsa
  4. Di tengah situasi pandemi ini, ada baiknya saat air galon kemasan tiba di rumah, hindari kontak dengan yang mengantar. Bila khawatir dengan adanya virus corona yang menempel di badan galon, bisa langsung membersihkan badan maupun tutup galon dengan sabun dan air mengalir lalu lap dengan kain bersih. “Jika mau langsung dipakai, lakukan prosedur pembersihan ulang, bersihkan dulu tutup botol dengan tisu basah, lalu lanjutkan dengan membersihkan badan galon, jangan terbalik urutannya,” katanya.
  5. Jika galon tidak langsung dipakai, simpan di tempat yang aman dan jauh dari paparan sinar matahari langsung. “Contohnya, jangan dekat-dekat jendela,” imbuhnya.
  6. Pasang dengan benar di atas dispenser. Jangan lupa, perhatikan pula kebersihan dan kualitas dispenser-nya. Karena, bisa jadi air minum yang tercemar bukan dari kemasannya melainkan dari dispenser yang kurang bersih.

(Foto: Ist)

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *