Data dari Kementerian Kesehatan, jumlah psikolog dari Ikatan Psikolog Indonesia kurang lebih hanya 11.500. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang 270 juta tentu tidaklah mencukupi. Sebab, jika dikaitkan dengan pasien yang mengalami gangguan jiwa, maka diperkirakan rata-rata 1:1000 atau 1 psikolog untuk 1000 pasien. Ditambah lagi ada efek Pandemi dimana membuat orang yang menderita gangguan jiwa seperti depresi misalnya, juga meningkat.

Menurut Dr. Sandersan (Sandy) Onie, peneliti kesehatan mental dan pendiri Emotional Health for All, saat ini dari para penderita yang mengalami permasalahan mental, hanya 10 persen saja yang mendapatkan bantuan. Dengan demikian,  masih ada 90 persen lagi yang belum mendapatkan penanganan. Jumlah yang terbilang masih lumayan banyak. Oleh karena itu sangat diperlukan edukasi ataupun sebuah panduan agar setiap individu bisa melakukan pertolongan dasar demi mencegah hal yang tidak diinginkan seperti misalnya depresi yang bisa mengakibatkan tindakan bunuh diri.Nah, berlatarbelakang hal itu pula maka pada Sabtu, 6 November 2021, Dr. Sandy Onie pun meluncurkan sebuah buku berjudul ‘Panduan Pertolongan Pertama Kesehatan Jiwa Indonesia’ yang diterbitkan oleh KOMPAS Gramedia. Buku pegangan ini berisi pedoman singkat mengenai depresi, kecemasan, maupun beberapa kondisi stres kronis dan cerita dari mereka yang pernah mengalaminya.

Buku tersebut memaparkan sepuluh langkah terbaik yang dapat dilakukan terhadap mereka yang sedang berada dalam situasi sulit, kemudian dilanjutkan dengan apa yang dapat dilakukan untuk membantu seseorang yang sedang mengalami situasi sulit, dan cara menangani individu yang ingin bunuh diri.Dalam peluncuran bukunya, Dr. Sandy Onie mengatakan, “Seringkali, kita memiliki anak, teman, keluarga, atau seseorang yang kita temui bertingkah aneh atau mengalami masa sulit, dan kita tidak tahu harus berbuat atau berkata apa. Buku ini membantu kita memahami bagaimana menangani situasi ini, apa yang harus dilakukan dan dikatakan, serta apa yang tidak boleh dilakukan dan diucapkan.”

Lebih lanjut, Dr. Sandy Onie mengungkapkan bahwa buku ini ditulis berdasarkan temuan terbaru dan masukan dari para ahli, baik dari dalam negeri maupun luar Indonesia, dan bertujuan untuk membekali setiap orang di Indonesia dengan pengetahuan dasar mengenai kesehatan mental dan semangat saling membantu dalam masa-masa sulit dan penuh tantangan.

Buku ini mendapat sambutan hangat dari seorang penulis lagu dan musisi, Sidney Mohede. “Saya banyak berinteraksi dengan beragam komunitas tua dan muda, masing-masing mempunyai permasalahan kesehatan mental yang berbeda. Saya membantu mengatasinya dengan menuliskan lagu dengan lirik sesuai dengan permasalahan yang dihadapi dan solusinya. Tetapi hal ini tidak cukup, karena kita perlu lebih banyak orang yang saling mendukung sesama dalam menyelesaikan kesehatan mental orang-orang di sekeliling kita. Buku Panduan yang disesuaikan dengan kondisi dan budaya di Indonesia ini sangat dibutuhkan untuk membangun masyarakat yang sehat mental,” ucapnya.

Dr. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si.,Psikolog Ketua Umum Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia juga menyambut baik dan mendukung peluncuran buku ‘Panduan Pertolongan Pertama Kesehatan Jiwa Indonesia’. “Buku ini penting, karena bisa berperan  sebagai salah satu cara untuk membantu;  yang sangat praktis, untuk memberikan pemahaman ilmiah secara sederhana dan praktis sehingga mudah dipahami; pada masyarakat tentang masalah kesehatan jiwa, khususnya tentang kecemasan, stres dan depresi serta bagaimana penanggulangannya. Buku saku ini menyampaikan tentang pentingnya  dukungan dari lingkungan terdekat dalam mengatasi gangguan kesehatan mental; dan upaya-upaya yang bisa dilakukan bagi diri sendiri atau upaya menolong orang lain, dengan teknik dan tips, atau berkaca dari pengalaman orang lain dalam menghadapi rintangan atau permasalahan hidup. Cara yang disampaikan antara lain dengan sikap peduli, empati, keberanian untuk berbicara, dan mengembangkan kekuatan diri melalui berpikir dan mengaktivasi perilaku positif,” kata DR. Gamayanti.

Bapak Tedja Widjaja, pendiri Sekolah Lentera Kasih, mengatakan, “Sekolah mempunyai peran dalam membangun dan memperkuat kesehatan mental bagi anak didik, termasuk dalam perjalanan pendidikan anak, membangun ketahanan dan keterampilan terhadap kesulitan, mengembangkan faktor pelindung, serta keterampilan dan kepercayaan diri untuk intervensi dini terhadap masalah kesehatan mental yang dihadapi dirinya maupun lingkungannya. Dan buku Panduan Pertolongan Pertama Kesehatan Jiwa  Indonesia ini sangat praktis untuk kami bagi dengan para pendidik di sekolah.”

Senada dengan Bapak Tedja, Ibu Linda Lesmana yang juga pendiri Sekolah Lentera Kasih, mengatakan, “Tidak sedikit orang tua murid di sekolah yang juga menyampaikan masalah kesehatan mental anak, lingkungan, dan keluarga di rumah yang berdampak pada prestasi anak. Tips-tips pertolongan pertama dalam menangani masalah kesehatan mental yang disajikan dalam buku panduan ini dapat membantu orang tua, lingkungan, dan murid dalam mengatasi permasalahan kesehatan mental, dan diharapkan dapat mendorong prestasi dan ketahanan diri, baik di sekolah maupun di lingkungan luar.”

Sebagai penutup, Dr. Sandy Onie mengingatkan agar buku pegangan ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan terapi dan penanganan profesional yang tepat. Peran psikiater dan konselor profesional tidak dapat digantikan. “Dukungan sosial yang baik dan kepedulian orang-orang yang mengasihi kita, tidak kalah pentingnya dengan bantuan tenaga profesional. Tugas kita adalah menyediakan tempat yang aman dan nyaman bagi mereka dalam memroses perasaan dan pengalaman yang sedang dialami, serta menunjukkan kepedulian sebaik mungkin. Oleh karena itu, mari kita mulai. Saya berharap, setelah membaca buku ini, para pembaca memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menolong orang-orang yang disayangi,” ungkapnya.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *