Popa adalah petani yang baik hati. Suatu hari, dia menolong seekor burung hantu kelaparan bernama Bu.  “Apakah kau punya keluarga?” tanya Popa. “Tidak,” kata Bu. “Tinggal saja di tempatku, ada Ro rubah, kalian pasti bisa bersahabat!” kata Popa. “Hai, Bu! Aku di sini bertugas menjaga sawah Popa agar tidak ada yang mencuri ikan!” kata Ro memperkenalkan dirinya. “Ikan? Tak mungkin ada ikan di sawah!” seru Bu terkejut. “Sawah Popa adalah Mina padi, yaitu penanaman padi dan pemeliharaan ikan secara bersamaan! Hebat bukan?” jelas Ro. Ro lalu mengajak Bu melihat sawah mina padi milik Popa. “Luar biasa!” seru Bu kagum. “Ayo, kita bekerja sama menjaga sawah Popa, Bu!” seru Ro bersemangat.

Suatu sore, Ro menghitung ikan di sawah Popa, dan dia terkejut. “Ada empat ikan hilang!” serunya marah. Dengan sedih, Ro melapor pada Popa. “Maafkan aku! Aku akan menangkap pencurinya!” janjinya. “Terima kasih, Ro, tapi kumohon berhati-hatilah,” pesan Popa. Ro mencari Bu, tapi tidak menemukannya. Bu baru datang ketika malam tiba. “Ada yang mencuri ikan di sawah Popa!” kata Ro pada Bu. “Kurasa aku tahu siapa pelakunya, ayo, ikut aku!” ajak Bu.

Ro dan Bu diam-diam mengintai seekor linsang yang sedang tidur nyenyak di bawah pohon rimbun. “Aku melihatnya diam-diam mengelilingi sawah kemarin, maaf aku tidak memberitahumu sebelumnya,” kata Bu. “Tidak apa-apa. Aku harus melapor pada Popa!” kata Ro. “Maaf, aku tidak bisa menemanimu, aku harus pergi lagi,” kata Bu. Ketika kembali ke sawah, Ro mendengar kepakan sayap, dan dari jauh, Ro melihat sosok burung hantu.  “Burung hantu?  Burung hantu di sini hanya Bu! Bukankah Bu sedang mencari makan?” kata Ro bingung.

Ro memeriksa keadaan sawah. “Aku ingat! Kemarin turun hujan. Seharusnya ada jejak linsang karena kemarin tanah basah, tapi tidak ada!” seru Ro. Pengertian muncul dalam pikiran Ro.  Ro menunggu Bu, dan ketika suara kepak sayap Bu terdengar, Ro memanggil Bu. “Bu! Kita harus bicara,” seru Ro. Rupanya, Bu merasakan kekecewaan di nada suara Ro. Dia menampakkan wajah pasrah. “Kaulah yang mencuri ikan di sawah Popa. Tadi kau juga berbohong, berkata akan pergi tapi sebetulnya kau mencuri ikan lagi di sawah.  Kenapa kau melakukannya?” tanya Ro. “Karena itulah aku, seorang pencuri. Dari kecil aku sudah mencuri,” jawab Bu.  “Kau menyesal, kan? Aku tahu dari nada suaramu,” kata Ro. Bu menunduk dan perlahan dia meneteskan air mata. “Sebetulnya, aku ingin berhenti mencuri dan mau mengakui perbuatanku, pertolongan Popa membuatku ingin berubah!” kata Bu. “Kau pasti bisa berubah,” kata Ro mengangguk. “Kenapa kau begitu yakin?” tanya Bu. “Karena aku sama sepertimu, aku pernah mencuri dari Popa, tapi dia memaafkanku dan mengajakku tinggal di sini,” jawab Ro. Bu meminta maaf pada Popa. “Tak apa, aku yakin kau akan baik seperti Ro!” kata Popa. Sejak itu, Bu membantu Ro menjaga sawah mina padi Popa. Seperti Ro, Bu berhenti mencuri. Mereka berdua menjadi sahabat baik.

 

 

Cerita: Seruni     Ilustrasi: Agung

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *