Tanya: Halo Dokter, hampir setiap hari setelah mandi, saya membersihkan telinga menggunakan cotton bud. Apakah hal ini diperbolehkan, Dok? Sebenarnya, kapan telinga kita harus dibersihkan? Syakila, 12 tahun – Tangerang

Jawaban dari Dokter Hably:
Halo juga Syakila, hampir semua orang memiliki kotoran telinga (serumen). Serumen merupakan hasil produksi kelenjar sebasea, kelenjar seruminosa, epitel kulit yang terlepas, dan partikel debu yang berfungsi sebagai proteksi pendengaran kita. Serumen ini terletak di sepertiga bagian luar liang telinga dan dapat keluar sendiri akibat migrasi epitel dan gerak rahang, misalnya saat kita mengunyah dan menelan ludah.

Membersihkan kotoran telinga menggunakan cotton bud sebenarnya tidak disarankan! Namun, jika kalian ingin menggunakannya, hanya boleh digunakan pada sepertiga bagian luar liang telinga yang berbulu. Artinya, bagian putih dari cotton bud masih harus dapat terlihat. Pasalnya, cotton bud bisa mendorong kotoran ke dalam telinga sehingga dapat menyebabkan rasa nyeri, pendengaran berkurang, hingga radang. Lebih parah, cotton bud sendiri bisa menyebabkan lubang pada gendang jika terlalu dalam.

Sebenarnya, usia anak-anak rentan mengalami serumen yang tidak normal. Nah, untuk membersihkannya, sebaiknya dokter yang melakukannya, ya. Biasanya, dokter akan menyemprot agar serumen keluar dari telinga. Namun bila diperlukan, bisa dilakukan juga pelunakan dahulu selama tiga hari agar anak tidak mengalami nyeri.

Konsultan:


dr. Hably Warganegara, Sp. THT-KL
Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorok, Bedah Kepala dan Leher
RS Pondok Indah – Bintaro Jaya

(Ilustrasi : Novi Chrisna)

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *