Bogi adalah anak laki-laki yang tinggal di Kerajaan Gin. Bogi bercita-cita menjadi seorang perancang bangunan. Karena berasal dari keluarga yang tidak mampu, dia hanya bisa bermimpi.

Bogi yang sedih, suka berbicara dengan naga Vede. Walaupun seekor naga, Vede baik hati. “Kalau kau jadi anak baik, pasti impianmu tercapai,” kata Vede.

Bogi menuruti nasihat Vede dan membantu pekerjaan Ayahnya yang seorang tukang kayu. Bogi menghibur diri dengan membuat kerajinan kayu berbentuk bangunan-bangunan indah.

Suatu hari, seorang perancang bangunan istana bernama Welo melihat hasil kerajinan Bogi dan dibuat kagum. “Kerajinan kayu buatanmu luar biasa. Kau punya bakat menjadi perancang bangunan,” kata Welo. Welo menjadikan Bogi muridnya.

Waktu berlalu dan Bogi sudah menjadi seorang perancang bangunan menggantikan Welo. Suatu hari, Ratu Kerajaan Gin menemui Bogi. “Aku ingin membuat air mancur cantik,” kata sang Ratu. Sang Ratu lalu menunjukkan lokasi yang diinginkannya untuk membangun air mancur. Bogi terkejut karena daerah itu adalah tempat tinggal naga Vede, temannya.

Untuk membangun air mancur dan sukses dalam pekerjaan pertamanya, berarti  dia harus mengusir Vede! Bogi menemui Vede sambil menangis kesal. “Jangan sedih, aku rela memberikan tempat tinggalku,” kata Vede. “Tidak bisa! Itu perbuatan jahat. Aku akan mencari cara lain,” tekad Bogi.

Dalam perjalanan pulang, Bogi menyebrangi sungai yang keruh. “Menyedihkan sekali sungai ini, airnya sudah tercemar,” kata Bogi. Tiba-tiba, kawanan ikan menghadang Bogi. Ikan-ikan itu mengerumuni kaki Bogi sehingga Bogi tidak bisa berjalan. Seekor ikan piranha, pimpinan gerombolan ikan-kan itu, berbicara pada Bogi. “Perancang bangunan, selamatkan kami dari sungai tercemar ini! Kau tak boleh pergi sampai menyetujui tuntutan kami!” katanya. “Kalian menyanderaku?!” seru Bogi terkejut. Welo datang dengan pasukan istana untuk menyelamatkan Bogi. “Lepaskan Bogi, ikan-ikan lancang! Kalian menyandera pekerja istana, itu sama dengan menghina Ratu Gin!” seru Welo. Prajurit istana bersiap menyerbu dengan senjata. “Jangan sakiti mereka! Penderitaan membuat mereka berbuat seperti ini! Ijinkan aku menemui Ratu! Jangan menyelesaikan dengan kekerasan!” seru Bogi.

“Maafkan aku Baginda Ratu, aku tak bisa membangun air mancur di tempat yang kau inginkan karena di sana tempat tinggal temanku, naga Vede. Ijinkan aku membangun air mancur yang lebih berguna, yaitu sebagai tempat tinggal ikan-ikan yang menyanderaku agar mereka bisa bahagia,” ujar Bogi memohon pada Ratu Gin. Ratu tersentuh kebaikan hati Bogi, dan dia menyetujui permohonannya. Air mancur buatan Bogi tidak hanya cantik, tetapi juga berguna. Rakyat Kerajaan Gin bangga dengan Bogi, si perancang bangunan.

 

 

Cerita: Seruni    Ilustrasi: JFK

 

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *