JAKARTA, majalahjustforkids.com – Siapa tak kenal tokoh fenomenal si Dul. Anak Betawi asli ini sangat melekat di hati rakyat Indonesia. Merupakan tokoh dari novel klasik karya Aman Datuk Madjoindo pada tahun 1932 berjudul “Si Dul Anak Betawi” yang kemudian pada tahun 2001 beralih judul menjadi “Si Dul Anak Jakarta”, kini kisah Si Dul bakal hadir dalam bentuk animasi, lho!

Wah, terbayang deh serunya. Dalam kisah animasi 3D ini, si Dul digambarkan sebagai anak lelaki berusia 8 tahun. Bocah Betawi asli ini memiliki karakter yang gigih, tangguh, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sosial dan agama serta budi pekerti yang luhur.

Hal tersebut diungkapkan oleh Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H, yang merupakan cucu dari Alm. Aman Datuk Madjoindo. “Hari ini sangat membahagiakan bagi kami dan keluarga besar. Satu hari sebelum Hari Kemerdekaaan Indonesia, telah lahir sebuah karya animasi yang kami persembahkan untuk anak-anak Indonesia berjudul “Si Dul”. Si Dul adalah sebuah proses transformasi yang didasarkan pada sebuah novel klasik yang berjudul “Si Dul Anak Jakarta” yang ditulis oleh kakek kami Aman Datuk Madjoindo pada tahun 1932,” buka Bapak Boy yang juga sebagai pemilik hak cipta Novel Si Dul pada acara soft launching Animasi Si Dul di Gedung Daur Kelola Mandiri, Jakarta Selatan, Selasa sore (16/08/2022).

Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H, pemilik hak cipta novel Si Dul

Secara singkat, Bapak Boy menjelaskan bahwa si Dul dalam novel tersebut, digambarkan sebagai anak Betawi yang hidup pada masa penjajahan. Dengan segala kekurangan dan kesulitan hidup yang dialaminya, si Dul digambarkan sebagai seorang anak yang gigih, tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sosial dan agama serta menjunjung budi pekerti yang luhur.

Kehadiran animasi Si Dul ini, diungkapkan oleh Bapak Boy, bukan hanya sebagai tontonan saja. “Melainkan juga menjadi sarana pendidikan, hiburan, dan juga tuntunan bagi anak-anak dan generasi muda Indonesia,” ujarnya.

Proyek animasi Si Dul akan digarap oleh Rocket Studio, yang merupakan rumah produksi animasi di bawah bendera HJ Production. Dinahkodai oleh Bapak Dana Riza sebagai Produser Kreatif dan Bapak Indra Jaya sebagai Sutradara, keduanya mempunyai visi yang sama dengan Bapak Boy Rafli Amar, yakni menghadirkan tontonan yang edukatif dan bermanfaat bagi anak-anak Indonesia masa kini.

(kiri – kanan) Indra Jaya sebagai Sutradara dan Dana Riza sebagai Produser Kreatif

“Sebuah kebanggaan bagi kami bisa memimpin proyek ini. Kami akan menghidupkan kembali tokoh yang dulu sangat fenomenal. Latar cerita asli novelnya adalah masa penjajahan, namun kami akan menyajikan kisah yang lebih modern sesuai dengan perkembangan hari ini namun tetap disertai nilai kearifan lokal. Si Dul akan menjadi sosok yang memberikan kisah inspiratif tentang isu sosial, pendidikan, budaya, agama, kebangsaan, kelestarian alam, kesehatan dari sudut pandang anak kecil,” papar Bapak Indra Jaya.

Indra Jaya adalah sutradara serial animasi Adit Sapo Jarwo yang diproduksi oleh MD Animation pada tahun 2013 sementara Dana Riza adalah Direktur Utama MD Animation. Kini mereka kembali berkolaborasi di dalam proyek serial animasi “Si Dul” di bawah bendera Rocket Studio.

“Pak Boy ingin animasi ini tidak hanya jadi tontonan tapi sekaligus jadi tuntunan juga bagi para orangtua untuk memberikan edukasi kepada putra putrinya. Kami tentu akan sejalan dengan visi Pak Boy untuk menciptakan tokoh yang sederhana, punya keinginan tinggi untuk belajar dan tentunya mengangkat kearifan lokal masyarakat Indonesia. Banyak langkah yang sedang kami rancang agar “Si Dul” bisa sesuai ekspektasi Pak Boy Rafli, salah satunya adalah dengan pembuatan offline event seperti lomba mewarnai komik “Si Dul”, lomba mendesain baju batik Si Dul, lomba masak menu nusantara dan kegiatan lainnya yang bisa mengangkat kearifan lokal Indonesia, sehingga nantinya “Si Dul” akan jadi wajah animasi anak Indonesia,” ungkap Bapak Dana.

(kanan) Titien Wattimena selaku penulis serial animasi Si Dul

Ditambahkan oleh Ibu Titien Wattimena selaku penulis serial animasi Si Dul, menjadi tantangan tersendiri mengadaptasi kisah Si Dul yang hidup di masa penjajahan, ke dalam masa kini yang tentu jauh lebih modern.

“Yang pasti, kita berpatokan pada karakter dalam buku aslinya ‘Si Doel Anak Betawi”. Tentu tantangan “penjajahan” dulu dan masa kini berbeda, jadi kita harus cari bentuk baru apa yang Si Dul dan teman-temannya hadapi dalam masa sekarang. Kita akan menggunakan sudut pandang anak-anak dengan segala kesederhanaan dan kepolosan mereka dalam menghadapi kehidupan dan masalah di sekitarnya. Bagaimana mereka mencari jalan keluar yang cerdas juga unik,” imbuh Ibu Titien Wattimena.

Hal senada diungkapkan oleh Bapak Boy. “Di zaman sekarang, arus informasi global begitu gencar yang ada kaitannya dengan budaya-budaya asing. Ini tentu bisa bisa mempengaruhi pola pikir dari anak bangsa kita. Nah, karakter kedaerahan Si Dul anak Betawi yang merupakan karakter asli anak Indonesia, kita sajikan dengan harapan bisa menginspirasi anak-anak untuk menyaring dan melawan pengaruh negatif budaya asing yang tidak sejalan dengan nilai-nilai masyarakat Indonesia,” harap Bapak Boy seraya menegaskan filosofi Si Dul yakni “bangga menjadi tuan rumah dan tamu di negeri sendiri”.

Wah, jadi nggak sabar, seperti apa ya animasi Si Dul ini? Sayangnya kita mesti bersabar dulu. “Untuk tanggal pasti rilisnya, tunggu saja nanti ya. Tapi nanti serial animasi ini bakal hadir juga di Youtube, kok!” tutup Bapak Indra Jaya yang menegaskan bahwa animasi Si Dul sepenuhnya akan digarap oleh para animator lokal Indonesia.

Foto: Efa

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *