Jakarta, majalahjustforkids.com – Mendekati penghujung tahun, Johnson & Johnson Indonesia menyelenggarakan acara media gathering bertemakan ‘Day of Mindfulness and Inclusivity’ baru-baru ini. Ajang ini merupakan rutinitas tahunan yang digelar sebagai apresiasi atas dukungan media di sepanjang tahun 2022.

Dalam kesempatan tersebut, Johnson & Johnson Indonesia (J&J Indonesia) sekaligus memperingati Hari Penyandang Disabilitas Internasional atau Hari Difabel Internasional yang jatuh pada bulan Desember, dengan mengajak para awak media untuk mengenal dan mempelajari salah satu dari bahasa isyarat yang umum digunakan kelompok tuli di Indonesia, yaitu Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO).

Acara media gathering ini didukung oleh Precious One, Social Impact Entrepreneur dan Parakerja yang merupakan Platform Pendidikan untuk penyandang Disabilitas & non Disabilitas agar memiliki kesetaraan dalam aspek Pendidikan, Aksebilitas dan Pekerjaan.

Dalam kesempatan tersebut, Johnson & Johnson Indonesia sekaligus menggelar workshop yang dipandu oleh Kak Pandu untuk mengajak para awak media mengenal lebih jauh Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo).

Kak Pandu adalah salah satu tutor Tuli dari tim parakerja, yaitu platform pembelajaran bahasa isyarat pertama yang interaktif. Di sini kita bisa belajar langsung dengan teman Tuli agar membantu dalam berkomunikasi dengan bahasa isyarat Indonesia.

Rekan – rekan media belajar BISINDO dipandu oleh perwakilan dari ParaKerja

Kak Pandu sempat menjelaskan bahwa kita tidak perlu merasa bicara kasar jika menyebut mereka tuli bukan tuna rungu. Apa perbedaannya? Dengan dibantu seorang penterjemah bahasa isyarat, ia mengatakan, “Rungu berarti pendengaran. Tunarungu adalah istilah medis yang berarti kami adalah orang dengan pendengaran yang rusak. Karena pendengaran kami rusak, kami dianggap harus diperbaiki telinganya, seperti menggunakan ABD (alat bantu dengar), koklea implant, atapun operasi untuk meyembuhkan kami,” kata Kak Pandu dalam acara Johnson & Johnson Indonesia year end media gathering “Inklusivitas Sebagai Sumber Belajar” beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Kak Pandu mengatakan, “Sedangkan Tuli adalah budaya dan identitas kami. Kami bangga sebagai Tuli. Kami juga  mampu hidup berdampingan dengan orang-orang dengar, melalui bahasa isyarat. Kuncinya adalah sama-sama belajar, menghargai, dan sama-sama memperjuangkan inklusivitas.”

Setelah itu, Kak Pandu mengajak para awak media untuk belajar mengenal bahasa isyarat, mulai dari huruf alphabet, kata-kata sederhana seperti halo, usia, kamu, nama saya, dan sebagainya. Seru, deh!

Devy Yheanne

Sesuai dengan tema inklusivitas, Ibu Devy Yheanne, Country Leader of Communications & Public Affairs for Johnson & Johnson Pharmaceutical Indonesia & Malaysia menyampaikan bahwa perusahaan sedari awal berdiri sangat menghargai adanya keberbedaan dan keberagaman.

“Keanekaragaman di Johnson & Johnson adalah tentang perspektif unik. Melihat dunia dari sudut pandang yang unik dan berbeda, perspektif yang memberi Anda ide, solusi dan strategi potensial pemecahan masalah. Dan Inklusi adalah tentang menciptakan rasa memiliki yang mendalam. Ini tentang budaya di mana Anda dihargai, ide Anda didengar dan Anda memajukan budaya ini untuk semua orang,” ungkap Ibu Devy.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Employee Resource Group (ERG) yang merupakan penerapan dari program global. ERG adalah kegiatan volunteer atau sukarela yang dipimpin dan diinisiasi oleh karyawan dengan fokus pada identitas/kedekatan dan pengalaman bersama, dan berupaya menerapkan perspektif tersebut pada inisiatif yang menciptakan nilai bagi semua bagian di Johnson & Johnson.

Secara global, terdapat 12 Grup Sumber Daya Karyawan atau Employee Resource Groups (ERG) di Johnson & Johnson yang melibatkan karyawan di seluruh perusahaan.

Pada tahun 2021 lalu, tercatat setidaknya 28.135 karyawan terlibat dalam 12 kelompok ERG   aktif di 478 chapter grup di seluruh dunia – dimana 270 di antaranya berada di AS dan 208 di tersebar di seluruh dunia. Johnson & Johnson Indonesia saat ini mengelola 4 dari total 12 fokus ERG, yaitu: GenNOW (Generation NOW), untuk memberikan inspirasi dan keterampilan kepada anggota untuk membangun masa depan mereka di perusahaan. WLI (Women Leadership and Inclusion) untuk mencapai kesetaraan gender di seluruh bisnis secara global, WISTEM2D (Women in Science, Technology, Engineering, Math, Manufacturing and Design) untuk memberdayakan perempuan dan remaja perempuan, dan  ADA (Alliance for Diverse Ability) menciptakan kepemimpinan secara aktif melalui    budaya yang memungkinkan bagi orang-orang dengan kemampuan beragam., para caregiver dan mengadvokasi untuk memungkinkan karyawan dengan beragam kemampuan untuk menjadi yang terbaik dan melakukan yang terbaik setiap hari.

“Misi kami adalah menjadikan keberagaman, kesetaraan dan inklusi sebagai cara kami berbisnis. Kami akan memajukan budaya kebersamaan kami di mana hati dan pikiran yang terbuka bergabung untuk melepaskan potensi dari gabungan orang-orang yang brilian, di seluruh bagian perusahaan Johnson & Johnson Indonesia,” tutup Ibu Devy.

Foto: Ist

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *