OYO Luncurkan Program Kualifikasi Sanitized Stay di Indonesia

Dua bulan terakhir, pandemi Covid-19 menggoncang keras dunia industri pariwisata. Banyak tempat wisata ditutup, seperti taman rekreasi, water park, museum, dan sebagainya. Hotel maupun tempat penginapan, turut mengalami dampak ini. Tamu yang berkunjung nyaris nol dan ratusan bahkan ribuan hotel di Indonesia pun menutup operasional hotel.

Menyambut era ‘new normal’ yang sedang berjalan, OYO Hotels & Homes siap beradaptasi dengan meluncurkan program kualifikasi “Sanitized Stay’ di Indonesia, setelah sebelumnya program serupa diluncurkan di berbagai wilayah operasional jaringan hotel OYO di Asia.

Dikatakan oleh Bapak Eko Bramantyo, Country Head Emerging Business, OYO Hotels and Homes Indonesia, program ini diadakan untuk memberikan rasa aman dan tenang kepada para pelanggan maupun staf hotel dengan mengutamakan protokol kesehatan dan keselamatan. “Kami berharap program ini juga dapat membantu bisnis para mitra kami dan turut membangkitkan kembali gairah industri hospitality,” ungkapnya pada konferensi pers virtual, Kamis (11/06).

Ia mengakui, selama pandemi Covid-19, OYO mengalami penurunan sebesar 60 persen. Untuk itu, mereka berharap era ‘the new normal’ bisa kembali membangkitkan sektor usaha perhotelan dengan memastikan penerapan  protokol kesehatan dan keselamatan dalam operasional hotel secara komprehensif mulai dari proses check-in hingga check-out. 

Lewat program Sanitized Day, terdapat protokol yang diterapkan secara komprehensif meliputi 1) flow operasional; 2) proses check-in dan check-out; 3) penanganan barang bawaan; 4) panduan kebersihan; 5) penanganan COVID-19 di properti; 6) SOP untuk tamu diduga COVID-19; 7) regulasi untuk tamu dan staf.

Protokol ini, menurut Carlo Ongko, Country Stock Head, OYO Hotels and Homes Indonesia, akan secara bertahap diaplikasikan pada hotel-hotel OYO dan akan menjadi program jangka panjang. Saat ini, sekitar 200 mitra jaringan hotel OYO yang sudah menerapkan program Sanitized Day.

Peluncuran Sanitized Stay melalui konferensi virtual

Lebih lanjut, di sisi konsumen, Carlo mengatakan ada 7 janji utama yang ditawarkan pada konsumen dengan kualifikasi Sanitized Stay, seperti:

  • Lingkungan higienis. Melakukan desinfeksi secara rutin di semua kamar dan area umum hotel yangs sering disentuh seperti gagang pintu dan kunci pintu, serta menempatkan hand sanitizer di area publik di hotel seperti resepsionis
  • Keamanan tamu. Memastikan ketersediaan pembersih tangan dan masker untuk tamu hotel
  • Keamanan staf. Memastikan adanya pembersih tangan, masker dan seragam Personal Protective Equipment atau alat pelindung diri (opsional) untuk karyawan hotel di lapangan
  • Kontak fisik minimal. Memberikan pengalaman menginap mulai dari check-in hingga check-out dengan kontak fisik yang minimal
  • Staf yang terlatih. Melakukan pelatihan bagi karyawan dan tim lapangan terkait dengan prosedur kesehatan dan keselamatan selama pandemi
  • Penerapan social distancing. Memastikan penerapan jaga jarak fisik secara maksimal di lingkungan hotel
  • Saluran bantuan darurat & rute rumah sakit terdekat. Berkoordinasi dengan rumah sakit terdekat jika ada tamu yang membutuhkan penanganan lebih lanjut

Untuk sementara, katanya, fasilitas publik seperti kolam renang atau playground anak tidak akan dibuka untuk umum. “Namun kalau nanti pemerintah umumkan sudah bisa dibuka, maka kita akan buka,” katanya.

Bagi tamu yang akan menginap, ia menyebutkan ada protokol yang perlu dilakukan, seperti mengisi formulir deklarasi diri dengan menyatakan kondisi kesehatan, riwayat bepergian, dan sebagainya.

Bapak Bambang Ismadi, Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, mengimbau agar hotel-hotel di seluruh Indonesia menyediakan ruangan khusus untuk isolasi  sebagai langkah pencegahan bila ada tamu atau staf yang terpapar virus corona. Masa new normal atau transisi ini, katanya, bukanlah pembebasan dari PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), melainkan masa uji coba dengan melakukan sedikit kelonggaran pada industri pariwisata.

“Nanti setelah tanggal 2 Juli, akan ditinjau kembali. Untuk itu, diperlukan kerja sama dari sektor industri pariwisata untuk melakukan protokol secara benar. Sekarang kan tamu hotel dibatasi 50 persen saja, kalau hasilnya baik, tidak terlihat peningkatan penyebaran virus Corona misalnya, bisa saja nanti akan ditambah 70 persen,” tutupnya.

(Foto: Ist)

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *