Di kota Aranada, tinggallah seorang anak perempuan bernama Tila yang suka mencuri! Tumbuh tanpa orangtua dan sanak saudara, Tila menjadi anak yang tidak peduli pada orang lain.

Tila tinggal bersama anak-anak yang tidak punya tempat tinggal di sebuah rumah besar yang tidak terurus. Mereka dikenal orang sebagai ‘Kelompok Hitam’.

Pada suatu hari ketika Tila sedang duduk sendirian di tangga balai kota yang besar dan mewah, seorang anak perempuan berpakaian bagus memanggilnya.

“Tila! Tila! Kau ingat aku?” panggil si anak perempuan. “Siapa kau?” tanya Tila. “Aku dulu temanmu, Nana!” kata si anak perempuan itu.

“Nana!” seru Tila. Ya, Tila mengingatnya. Nana pernah tinggal bersama ‘Kelompok Hitam’. Karena Nana selalu tidak mau disuruh mencuri, Tila mengusirnya.

“Aku kini punya orangtua, dan ingin mengajakmu serta anak-anak lain di ‘Kelompok Hitam’ tinggal bersamaku! Berhentilah mencuri!” ajak Nana.

Tila tidak percaya pada Nana! Pasti dia bermaksud membalas dendam karena pernah diusir! “Jika aku tinggal dengan Nana, dia akan menindasku dengan kekayaannya!” pikir Tila.

Tetapi Nana terus membujuknya. “Ayolah, Tila,” kata Nana. “Tidak mau! Kau mau menjahatiku karena aku pernah menjahatimu!” tolak Tila.

“Kenapa kau berkata begitu? Justru karena kau mengusirku, aku bertemu orangtua angkat. Aku hanya ingin kau berbahagia bersamaku!” seru Nana.

Pada suatu hari ketika musim hujan tiba, Nana membawakan baju baru untuk Tila. Tila mengintip dari jendela, tetapi dia tidak membukakan pintu untuk Nana.

Satu jam berlalu, langit yang tadinya gerimis, menjadi hujan lebat. Tila sangat terkejut! Nana masih ada di luar, berusaha berteduh sebisanya!

“Nana!” seru Tila yang segera keluar membawa handuk dan payung untuk Nana. Anak-anak ‘Kelompok Hitam’ mengikutinya.

“Maafkan aku, Nana..,” tangis Tila. “Percayalah padaku, Tila. Terimalah kebahagiaan yang kutawarkan. Jangan hidup di bawah bayang-bayang kegelapan,” kata Nana.

“Kau benar, Nana. Aku dan anak-anak ‘Kelompok Hitam’ tidak akan mencuri lagi,” kata Tila bersungguh-sungguh.

 

Cerita: Seruni     Ilustrasi: JFK

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *