“Mantabs…,” seru Ninuk melihat hidangan yang tertata rapi di meja makan Lucy. Ada blackforest, cokelat parlin berbentuk lucu-lucu, soft drink, bistik, dan banyak lagi yang lainnya.

“Seandainya aku bisa menikmati makanan di atas meja itu…,” gumam Ninuk termenung. Tiba-tiba, Ibu Ninuk mengejutkannya. “Nuk, jangan melamun saja. Ayo angkat piring-piring di dapur dan tata di meja makan ini,” ujar Ibunya sembari merapikan tisu.

Usai membantu Ibunya mempersiapkan jamuan ulang tahun di rumah Lucy, Ninuk pun kembali pulang ke rumahnya. Ia tidak mau berlama-lama menahan keinginan makannya di rumah Lucy.

Setibanya di rumah, Ninuk mengintip tudung saji. Hanya ada tempe goreng dan sayur bening buatan Ibunya tadi pagi. “Menu makanan di meja ini sangat berbeda jauh dengan menu makanan di rumah Lucy. Ohh…,” seru Ninuk sedikit mengeluh.

Ninuk pun segera mengambil piring. Ninuk menikmati makanannya sambil membayangkan menu makanan di rumah lucy. “Oh, nikmatnya bistik ini, ayam gorengnya juga enak banget,” ujar Ninuk berimajinasi menikmati makanannya sampai tak terasa nasi di piringnya habis.

Imajinasi Ninuk masih berlanjut ketika malam harinya ia menyeruput wedang ronde di serambi depan rumahnya. “Oh, soft drink ini menyegarkan tenggorokanku,” ucap Ninuk. “Glekkk… Ups! Aku kan minum wedang ronde hangat dan minuman di sana soft drink dingin, kan nggak sama. Dudul… dudul sekali aku!” lirih Ninuk menyadari kesalahan imajinasinya sambil memukul-mukul jidatnya.

Dreeet.. dreeet.. HP Ninuk bergetar, tanda SMS masuk. “Ninuk, cepat ke rumah Neng Lucy, bantu Ibu bebenah ya, Nduk,” isi SMS dari Ibu Ninuk. Ninuk pun bergegas menuju rumah Lucy dengan sepeda ontelnya.

Lima menit mengayuh sepeda, Ninuk sampai di rumah Lucy. Ia langsung disambut oleh Lucy di pintu pagar rumahnya. “Nuk, kemana saja kamu? Kok tidak ikut makan malam bersamaku tadi?” tanya Lucy ramah. “Aku pulang ke rumah tadi,” jawab Ninuk tersipu.

“Ini cokelat dan kue blackforest untuk kamu, Nuk. Kusimpan ini karena kamu tadi tidak ada,” ujar Lucy. “Terimakasih, Lucy. Selamat ulang tahun ya,” ucap Ninuk sambil memeluk Lucy.

“Aku senang semua orang yang ada di dekatku juga ikut berbahagia di hari ulang tahunku. Walau kamu hanya anaknya si Mbok, tapi kamu juga teman bermainku,” jelas Lucy. “Berbagi itu indah, dan aku senang memiliki teman seperti kamu, Lucy. Terimakasih Tuhan..,” ucap Ninuk dalam hati.

 

Cerita: JFK      Ilustrasi: JFK

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *