Berat Badan Turun dan Batuk Tak Kunjung Sembuh, Hati-hati Tuberkulosis!

Uhuuuukkkkkk… uhuuuukkkkkkk…

Suara batuk panjang Rian (11 tahun) sangat memilukan hati. Dadanya terasa tertekan, menimbulkan nyeri. Sudah 3 minggu lebih ia alami batuk berkepanjangan yang tak kunjung sembuh. Setelah ke dokter, Rian dinyatakan mengalami penyakit tuberkulosis (TB)

Teman-teman pasti sudah sering mendengar nama itu, bukan? Penyakit tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Umumnya, bakteri TB akan menyerang paru – paru, namun dapat pula menyerang organ lain seperti otak atau ginjal. Waduh!

Penyakit Segala usia

Menurut data, penderita TB di Indonesia sangat banyak. Berdasarkan WHO Global TB Report 2018, kejadian TB di Indonesia diperkirakan mencapai 842.000 kasus. Dari kasus tersebut, sebanyak 442.172 kasus TB teridentifikasi dan 399.828 yang tidak teridentifikasi atau di-diagnosa.

Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak, dewasa maupun lanjut usia (lansia). Kejadian yang menimpa TB pada laki – laki dewasa di Indonesia mencapai 492.000 kasus; lalu 349.000 kasus pada perempuan dewasa dan sebanyak 49.000 pada anak-anak. Tuh, banyak kan?

Waspadai Gejalanya!

Kita setuju, mencegah lebih baik daripada mengobati. Untuk itu, kita perlu tahu gejala-gejala TB agar kita bisa ditangani secepat mungkin. “Beberapa tanda dan gejala dari TB pada paru – paru adalah batuk berkepanjangan hingga dua minggu atau lebih, sakit di dada, batuk darah atau berdahak (dahak berasal dari paru-paru), mudah lelah, penurunan berat badan, tidak nafsu makan, panas dingin, demam, dan berkeringat di malam hari,” jelas Dr. dr. Erlina Burhan. MSc, Sp.P(K), Dokter Spesialis Paru dan pakar TB dan MDR-TB pada acara bincang edukasi mengenai penyakit tuberkulosis sekaligus buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh PT Johnson & Johnson Indonesia, beberapa waktu lalu.

Pasien Harus Patuh

TB merupakan salah satu dari 10 penyebab utama kematian di dunia dan Indonesia menduduki peringkat ke-2 di dunia dalam jumlah kasus TB. Sebenarnya, penyakit tuberkulosis dapat disembuhkan dan dapat dicegah. Namun, jika tidak diobati dengan benar dapat mengakibatkan penularan yang lebih luas lagi, fatal atau kematian. Sebab, pengobatan TB ini berlangsung lama, dan membutuhkan kepatuhan dari si penderita.

Pasien harus minum obat-obatan secara rutin setiap hari selama berbulan-bulan. Kalau pasien tidak patuh, bisa memperburuk kondisinya menjadi pasien Multi-Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB). Kalau sudah begini, mereka akan membutuhkan pengobatan dengan dosis yang lebih tinggi.

Peran Serta Industri

“Sebagai salah satu perusahaan kesehatan global, Johnson & Johnson menaruh perhatian pada masalah kesehatan masyarakat dan khususnya TB. Kami percaya bahwa tanggung jawab kami yang pertama adalah terhadap para pasien, dokter dan perawat, terhadap para ibu dan ayah, dan terhadap semua orang yang menggunakan produk dan layanan kami. Kami berkomitmen untuk memajukan kesehatan di seluruh dunia dan terus mendukung berbagai upaya untuk memperkuat kesehatan masyarakat dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta membantu penecegahan penyakit menular,” ujar Bapak Lakish Hatalkar, Presiden Direktur PT Johnson & Johnson Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir Johnson & Johnson Indonesia telah melakukan berbagai inisiatif untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat umum mengenai TB melalui TB Vlog Competition untuk kalangan media dan blogger, iklan layanan publik secara digital, edukasi publik pada transportasi umum dan juga koalisi antar industri untuk mengakhiri epidemi TB.

Nah, jangan sepelekan batuk, ya, Kids. Kalau batuk-mu tidak sembuh dalam waktu 3 hari, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mencari tahu penyebabnya. Jangan tunggu sampai berminggu-minggu bahkan berbulan.

Ilustrasi: Novi Chrisna

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *