Belum Lancar Bicara Picu Anak Tantrum

Tiara (10 tahun) merasa bingung dengan sikap Boy, adiknya yang berusia 3 tahun.  Tak seperti Tiara yang sudah sangat mahir berbicara dan bercerita, Boy agak sulit mengungkapkan keinginan dan perasaannya. Hal ini terkadang bikin Tiara nggak sabar dan jadi kesal ketika bermain bersama Boy.

“Keselllll deh sama adik. Dikit-dikit ngamuk. Terus nangis jejerit sambil guling-guling di lantai.  Ditanya maunya apa, cuman bilang itu-itu. Tapi giliran dikasih barangnya, eh geleng kepala dan makin ngamuk. Adik maunya apa, sih? Bikin kesal, deh…” ujarnya cemberut.

Eits, jangan kesal dulu. Hal tersebut wajar sekali terjadi pada anak-anak di bawah 5 tahun seperti Boy. Yang terjadi pada Boy tersebut adalah tantrum.

Ledakan Emosi

Menurut Ibu Firesta Farizal, M.Psi., Psikolog, Direktur sekaligus Psikolog dari Mentari Anakku, tantrum itu merupakan sebuah ledakan emosi.  Hal ini merupakan perkembangan yang normal terjadi pada anak-anak. Pada 5 tahun pertama usia anak, katanya, sudah pasti ada kejadian tantrum.

Enno Lerian (no.2 dari kiri) dan Firesta Farizal, M.Psi., Psikolog (no. 3 dari kiri) menjadi pembicara talk-show ‘Stimulasi Kemampuan Bahasa Anak’ pada acara launching I AM JAGO LAND di Kami Idea, Bintaro, Tangerang, pada Sabtu (19 Oktober 2019),

“Puncaknya itu terjadi pada usia 2 – 3 tahun. Kenapa begitu? Karena secara emosi mereka berkembang, tetapi kemampuan bahasa anak belum optimal biasanya. Karena agak sulit berkata-kata untuk mengungkapkan keinginannya, anak jadi frustrasi sehingga lepas kontrol menjadi tantrum,” ujarnya di sela-sela talkshow parenting “Stimulasi Kemampuan Bahasa Anak” dalam rangkaian acara Soft Launching I-AM-JAGO-LAND di KAMI IDEA Bintaro, Tangerang, beberapa waktu lalu.

Mengenai keluhan putri sulungnya, sang Bunda, Rahmi (bukan namanya sebenarnya) berusaha memberikan penjelasan kepada Tiara, bahwa tingkat kemampuan berbahasa anak-anak berbeda, sesuai dengan usianya. Untuk itu, ia selalu meminta Tiara untuk lebih bersabar dalam menghadapi adiknya.

Kemampuan Berbahasa Anak Berbeda-beda

Yups, bahasa adalah modal dasar anak. Dalam hidup, kita butuh berkomunikasi, ya, Kids. Tapi, tingkat kemampuan berbahasa pada anak-anak berbeda-beda. Bagi kamu yang sudah duduk di usia SD atau bahkan SMP, tentu kemampuan berbahasa kamu jauh lebih baik daripada anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Jangankan Tiara, Bunda Rahmi maupun para Bunda lainnya, terkadang tidak sabar dalam menghadapi anak mereka yang belum lancar berbicara. Tak jarang, saat anak tantrum, para orangtua pun ikut emosi. Nah, inilah yang perlu dihindari.

“Hal pertama yang perlu dilakukan orangtua saat anak tantrum, ya jangan ikutan tantrum, ya, hehe… Coba deh Ibu amati dan perhatikan pola anak. Misalnya, anak begitu kalau lagi ngantuk, lapar, dan sebagainya. Kalau sudah tahu penyebabnya, cobalah untuk berempati dan melabel emosinya. Misalnya dengan mengatakan ‘Kamu kesal ya, pengennya Bunda temenin tidur tapi Bunda belum bisa?’ Kenapa kita butuh lakukan itu, karena anak belum bisa ngomong selancar itu dan belum mengerti bagaimana mengungkapkan perasaannya. Dengan berempati dan melakukan itu, anak akan merasa dipahami dan biasanya lebih tenang,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar orangtua sering-sering menstimulasi kemampuan bahasa anak sejak dini. Bisa dengan cara sederhana seperti mengajak mengobrol, bermain bersama, membacakan buku cerita, dan sebagainya.

Interaksi Itu Penting

“Jangan lupa, yang penting adalah interaksi. Tatap mata anak ketika berbicara dengannya. Bermain bersama anak, terlibat di dalamnya, bukan sekedar menemani anak bermain,” lanjutnya.

Hal senada diucapkan oleh mantan artis cilik, Enno Lerian. Ibu dari 4 orang anak yakni Bumi Pradipa Pria Untara (16), Abimanyu Praja Soesetyo (6), Nararya Aliy Soesetyo (3) dan Gema Tyaga Soesetyo (2) ini selalu meluangkan waktu sibuknya untuk berkomunikasi dengan sang buah hati.

Perihal tantrum, Enno pun menghadapinya. “Abi pada saat usia 5 tahun saja masih suka tantrum, tapi biasanya karena dia merasa perhatian orangtuanya direbut adik-adiknya, jadi agak cemburu. Aku kan masih punya 2 anak balita.  Nah, kedua adiknya biasanya tantrum karena mereka belum lancar aja ngomongnya,” ungkap Mom Enno.

Peserta sesi sharing “Stimulasi Kemampuan Bahasa Anak” yang terdiri dari para ibu dan buah hatinya, berfoto bersama pembicara

Ia, katanya, sebisa mungkin selalu berusaha untuk mengajak anaknya mengobrol. Aku ajak cerita.”Kalau sama Abi, aku berusaha mendengarkan ceritanya, misalnya kegiatannya di sekolah. Nggak cuman ngedengerin, tapi paham dan kasih respons. Aku nggak mau dia berpikir ibunya cuma ngedengerin tapi nggak memperhatikan,” katanya. Hal yang sama pun ia lakukan untuk kedua anaknya yang masih balita, yakni dengan sering-sering mengobrol, bercerita, maupun bermain bersama.

Nah, bagi kalian yang punya adik kecil, lebih bersabar, ya? Sebab, adik perlu waktu untuk lancar berbicara. Seiring semakin besar, ia akan lebih mahir, kok. Sebagai kakak, kalian bisa lho ikut membantu adik untuk cepat lancar berbicara, yakni dengan sering-sering mengajak ia mengobrol.  Semoga, adik semakin jago ngomong seperti kamu.

Klub Jago Ngomong

Oh ya, agar kalian bisa lebih lancar dalam berbahasa, tak ada salahnya untuk mengasah kemampuan kalian. Apalagi kalau kalian hobi nge-vlog, wah, pasti harus sering berbicara agar tak diam saja dan jadi patung di depan kamera, kan, hehe…

Kalian bisa ikutan komunitas komunikasi bersama teman-teman, seperti Klub Jago Ngomong yang digagas oleh I AM JAGO, suatu program perkembangan yang berbasis komunikasi untuk anak dan dewasa.

Mereka membuka kelas public speaking untuk anak-anak, lho, mulai dari usia 4-6 tahun (Little Public Speaker), 7-10 tahun (Junior Public Speaker) dan 11-15 tahun (Young Public Speaker). Kalian akan belajar komunikasi dasar, cara berbicara di depan umum, dan lainnya melalui aktivitas interaktif,  permainan, dan sebagainya.

Siapa tahu, kalian bisa jadi pembicara andal di masa depan, hehe..   Kalian bisa melihat informasi lebih lanjut di Instagram @IAMJAGOCHANNEL

Foto: Efa    Ilustrasi: Novi Chrisna

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *