Sudah 4 bulan lamanya kita semua belajar di rumah saja, ya, Kids. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau School From Home (SFH) harus kita lakukan demi menghentikan penyebaran virus Covid-19. Hmmm, mungkin di antara kalian sudah mulai ada yang merasa bosan ataupun stres. Nah, di acara live IG Monde Boromon (biscuit anak), Kamis, 6 Agustus 2020, Kak Seto Mulyadi, seorang Psikolog Pendidikan Anak, memberikan berbagai tips agar kalian dan orangtua tidak bosan dan stres selama menjalani pendidikan online.

Kita bisa, lho, menciptakan suasana yang lebih kreatif dan menyenangkan. Yuk, ciptakan suasana yang gembira saat belajar di rumah. Misal, belajar lewat kegiatan-kegiatan yang menyenangkan seperti mendongeng, menyanyi ataupun menari. Mengenal huruf, warna, dan angka maupun benda-benda lainnya, dengan melihat benda-benda yang ada di rumah. Sebutkan dengan nada-nada indah (menyanyi) sehingga kita mudah untuk mengingatnya.

IG Live @mondeboromon “Pendidikan Online, Anak dan Orang Tua Stres?”

Ternyata, Gembira itu merupakan singkatan dari huruf-huruf yang Kak Seto susun. G berarti Gerak. Dimana walau belajar di rumah saja, kita juga harus tetap bergerak, lho. Tak melulu harus olahraga senam, menyapu dan mengepel lantai juga bisa bikin kalian bergerak. Olahraga sekaligus bisa membuat Mama senang. Hehe..

Lalu huruf E yaitu Emosi cerdas, M Makan dan Minum yang sehat serta bergizi, B Beribadah dan Berdoa, I Istirahat, R Rukun Ramah di dalam keluarga, dan terakhir huruf A yaitu Aktif berkarya.

Menurut Kak Seto, belajar efektif itu justru belajar secara menyenangkan. “Pada dasarnya, semua anak itu senang belajar. Hanya caranya saja yang tidak tepat karena mungkin dipaksa. Saat ini kondisi darurat, kalau perlu semua anak naik kelas. Target utama adalah anak sehat dan selamat karena pendidikan bisa kita kejar nanti. Jadi saran saya, jangan paksakan untuk memindahkan kurikulum semua ke rumah. Mari kita berdayakan anak dengan belajar kecakapan hidup yang berguna untuk hidupnya kelak seperti memasak, mencuci, menjemur atau lainnya sehingga bisa menciptakan keluarga yang kompak dan ramah anak,” ujar Kak Seto. “Pada dasarnya ilmu itu ada 5. Etika (sikap), Estetika (kerapian/kebersihan), IPTEK, Nasionalisme, dan Kesehatan,” tutupnya.

Foto: Ist, Novi

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *