Jika kalian hobi bermain slime, pasti kenal dengan gadis manis ini. Naya  Slime, demikian ia dikenal, adalah pengusaha ‘slime’ cilik yang sukses. Nah, untuk membagi ilmunya kepada teman-teman, hari Minggu (29/10/17) lalu, Naya Slime berkolaborasi dengan KidZania Jakarta mengadakan workshop membuat slime yang aman sekaligus berbagi kisahnya menjadi Enterpreneur. Yuk, intip kemeriahan acaranya!

Puluhan anak-anak pemenang kuis Instagram yang diadakan oleh KidZania Jakarta, memenuhi ruangan Metropolitan Theater of KidZania. Ditemani orangtua masing-masing, teman-teman kita ini sangat antusias menunggu kemunculan seseorang. Rupanya, hari itu, pemilik nama lengkap Almeyda Nayara Azier (10 tahun) yang populer dengan julukan Naya Slime, akan berbagi kisah menjadi Enterpreneur cilik yang sukses.

Ketika kakak MC bersama Naya dan sang Mama menampakkan diri, teman-teman langsung bersorak-sorai. Naya kemudian bercerita bagaimana awalnya ia terjun menjadi pengusaha ‘slime’ cilik, Kids.

Dua tahun lalu, kakak kelas Naya membawa slime ke sekolah. Naya dulu tak tahu, apa nama benda lengket dan terkesan ‘berlendir’ itu. Namun, dia langsung jatuh cinta pada slime. “Aku suka aja. Bentuknya unik. Kenyal-kenyal kayak jelly,” ujar Naya yang kini duduk di kelas 5 SD Islamic Village, Tangerang.

Sepulang sekolah, Naya langsung mencari tahu tentang slime di situs pencarian di internet. Semua informasi muncul, termasuk cara membuatnya. Akhirnya ia coba-coba buat sendiri di rumah. Gagal berkali-kali, ia tak putus asa. Rupanya sang Mama sempat melarang. Maklum, rumah jadi berantakan, terus, detergen jadi cepat habis, deh, gara-gara diambil Naya buat percobaan, hihi.

Eh, bukannya berhenti, Naya malah kembali buat slime secara sembunyi-sembunyi, lho! Kali ini, ia melakukannya di kamar mandi. Lampu dia matikan, Kids, supaya nggak ketahuan. Lewat penerangan lampu kamera handphone yang seadanya, Naya bereksperimen lagi. Dia melakukannya terus, sampai berhasil. Melihat kegigihan sang putri yang tak gampang menyerah, akhirnya sang Mama mengizinkan.

Singkat cerita, Naya kemudian menjual slime di bazaar yang diadakan sekolahnya, Kids. Waktu itu sih, banyak teman Naya yang belum mengenal slime namun sangat tertarik dan membeli. Nah, perlahan namun pasti, pelanggan Naya jadi bertambah. Lalu, Naya minta dibuatkan akun Instagram oleh Kakaknya. Dan, mulailah ia menjual online hingga sekarang.

Kini, Naya sudah menikmati hasil jerih payahnya, Kids. Bayangkan, ia sekarang memiliki 14 orang karyawan yang membantunya membuat dan memasarkan slime. Angka penjualan slime mencapai sekitar 60 juta perbulan, lho, Kids. Dalam sebulan, rata-rata Naya dan asistennya membuat sekitar 280 kg slime. Namun, kalau ada bazaar, mereka bisa membuat hingga ratusan kilo. Wow!

Oh ya, tanggal 15 September 2017 lalu, slime yang diproduksi oleh Naya sudah mendapat sertifikasi SNI, lho, jadi aman untuk kalian mainkan.

Selesai berbagi kisah, Naya melakukan demo membuat slime. Teman-teman sangat tertarik. Banyak pertanyaan diajukan, misalnya, seperti apa komposisi slime activator, bagaimana caranya agar tidak gampang gagal dalam proses pembuatan, bisakah menjadi reseller slime, dan lain-lain.

Baca juga Main Slime, Yuk!

Setelah itu, Naya dan KidZania bagi-bagi hadiah. Penonton yang bertanya pada Naya, mendapatkan 1 cup slime yang tadi dibuat langsung oleh Naya. Lalu, giliran Naya yang bertanya kepada penonton, dan teman-teman yang bisa menjawab mendapat hadiah dari Naya dan KidZania. Seru, deh! Di akhir acara, Naya dan teman-teman tak lupa berfoto.

Nah, kalian ingin sukses seperti Naya? Jangan mudah menyerah dalam melakukan sesuatu. Jika gagal, coba terus. Jangan mudah putus asa. Perbanyak referensi, bisa dari internet, pengalaman teman, mengikuti workshop, dan lain-lain. Semoga berhasil! (Efa)

 

 

 

 

 

You may also like
Latest Posts from

1 Comment

  1. makasih ya, mantap sangat mendidik buat anak anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *