Edukasi Distribusi Energi Melalui Terminal BBM Jakarta Group Pertamina

Saat bepergian menggunakan sepeda motor atau mobil, kita sering melihat Mama atau Papa mengisi bahan bakar di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar).  Pernah penasaran nggak, dari mana semua bahan bakar itu berasal? Mana bahan bakar yang bagus hemat energi, dan sebagainya.

Yups, pengenalan energi sejak usia dini penting untuk menjaga tersedianya energi berkualitas di masa depan (energy sustainability), Kids. Sebagai upaya edukasi ini, perusahaan BUMN minyak dan gas, PT Pertamina (Persero) bersama Kidzania Jakarta mengajak 14 anak terpilih yang merupakan anggota KidZania CongreZZ Kids 2019-2021, untuk berkunjung ke Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Jakarta Group, di Plumpang, Jakarta Utara, pada hari Kamis (11/07/19) kemarin.

Sidang ke-2 Kidzania Congrezz digelar di Terminal BBM Jakarta Group Pertamina di Plumpang, Jakarta Utara,Kamis (11/07/19)

Perkaya Wawasan

Di sana, teman-teman Congrezz Kids memperoleh penjelasan mengenai proses distribusi BBM (bahan bakar minyak), mulai dari pengisian dari tangki timbun ke mobil tangki pengangkut BBM, hingga dapat dinikmati oleh konsumen akhir di SPBU. Mereka juga mempelajari jenis-jenis BBM berkualitas serta beragam peralatan keamanan dan keselamatan (HSSE) dalam industri minyak dan gas.

“Kami sangat menerima baik kunjungan dari KidZania CongreZZ Kids 2019-2021. Kunjungan ini merupakan kesempatan langka dan berharga karena dapat melihat langsung proses kerja di TBBM Pertamina. TBBM merupakan obyek vital nasional, sehingga memiliki akses terbatas bagi masyarakat umum. Kunjungan tentu menjadi pengalaman belajar yang berbeda dan memperkaya wawasan mereka,” kata Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III, Kak Dewi Sri Utami.

Tiga anggota KidZania Kongrezz yang melayangkan pertanyaan pada sesi tanya jawab mendapatkan kenang-kenangan dari Pertamina

Ini merupakan sidang ke-2 yang dilakukan oleh CongreZZ Kids 2019-2021 sejak dilantik pada tanggal 6 Juli 2019 lalu. Sebelumnya, mereka telah melakukan kunjungan ke perusahaan otomotif  yang sedang mengkampanyekan mobil listrik yang ramah lingkungan.

Pada kesempatan tanya jawab dengan pihak Pertamina, Angela Alana (10) dari Komisi Teknologi dan Lingkungan, menanyakan usaha apa yang dilakukan Pertamina dalam mengantisipasi bisnis mobil listrik.

“Pertamina sudah memikirkan dan mengembangkan hal itu. Di SPBU Kuningan, kita sudah punya electronic charging station untuk memfasilitasi pengisian daya mobil listrik. Jadi, kita tidak hanya memikirkan BBM seperti Pertamax, Premium, Pertalite, dll, tapi juga energi berkualitas di masa depan. Saat ini memang baru di satu titik karena kita masih menunggu dari beberapa pabrikan yang baru melakukan uji coba. Tapi kalau mobil listrik sudah diproduksi massal, maka kami akan ikuti kebutuhan itu dan menyiapkan di beberapa titik lain,” ujar Kak Dewi Sri Utami.

Anggota Kidzania Congrezz lainnya, Joaquin Day Atmaja Saragi (8) dari Komisi Pendidikan & Kebudayaan, menuturkan rasa penasarannya. “Dari mana sumber BBM di Indonesia, apakah dari dalam negeri atau luar negeri?” katanya.

Sumber BBM di Indonesia

“Saat ini kebutuhan BBM di Indonesia sangat tinggi, seiring dengan kebutuhan bahan bakar kendaraan yang semakin banyak, baik kendaraan roda 2 maupun 4. Belum lagi perkembangan industri yang membutuhkan energi sebagai penggerak mesin-mesin mereka. Setahun, Indonesia memerlukan BBM sebesar 1,6 juta barel perhari, sementara minyak yang ada di Indonesia dan hasil pengolahan minyak di kita hanya bisa memproduksi sekitar 800 ribu barel perhari, sehingga masih kurang,” terang Kak Melati Suma Paramita, Communication & Relations Pertamina.

Angota Kidzania Congrezz 2019 – 2021 berfoto bersama pihak Pertamina

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, ia melanjutkan, Indonesia masih melakukan impor BBM ke luar negeri antara lain Timur Tengah, Uni Emirat Arab dan Afrika Selatan, berupa minyak mentah maupun produk jadi. “Tapi kita berupaya mengurangi impor tersebut dengan memaksimalkan sumber-sumber energi yang ada di dalam negeri. Misalnya, solar dibuat ramah lingkungan, dicampur dengan minyak sawit. Kalau di SPBU, namanya bio solar. Upaya-upaya ini kita lakukan agar ke depan kita tidak lagi tergantung pada impor dengan cara memaksimalkan sumber yang ada maupun mengembangkan energi alternatif lainnya,” lanjut Kak Melati.

Wah, banyak sekali pengetahuan yang diperoleh para anggota Kidzania Congrezz. Setelah melakukan sidang, mereka diajak berkeliling dan melihat proses kerja di Terminal BBM Jakarta Group.  Teman-teman pun harus memakai APB (Alat pelindung Diri) yang wajib dikenakan di lapangan, seperti helm dan seragam lapangan.  Selain ke TBBM, anak-anak juga berkunjung ke Kantor Pusat Pertamina untuk berinteraksi langsung dengan Manajemen Pertamina dan belajar mengenai proses bisnis migas (minyak dan gas) yang lebih luas.

“Anak-anak akan lebih paham dan menyerap pengetahuan jika didukung dengan melihat langsung sebuah proses, bertanya langsung dengan ahlinya, dan mendapatkan penjelasan mendalam tentang keingintahuannya. Sidang atau kunjungan kerja yang kami selenggarakan ini merupakan salah satu bentuk edukasi yang unik dan menyenangkan,” tutup Bapak  Lindung Artha Mahendra – Chief Operational Officer KidZania Jakarta.

Foto: Efa

 

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *