Dudu adalah seekor ikan badut yang memiliki kehidupan nyaman di akuarium luas yang dihuninya sendiri. Akuarium itu dibuatkan khusus untuknya oleh seorang anak perempuan bernama Lea. Lea sangat menyayangi Dudu.

Pada suatu hari, Dudu melihat siaran televisi yang memperlihatkan dunia dalam lautan luas. Ia takjub melihat betapa cantiknya anemon-anemon yang ada di sana. Selain itu, ada banyak ikan badut lain seperti dirinya di tempat itu. Mereka berenang bersama dan bermain petak umpet di antara anemon dan karang. Sejak saat itu, Dudu selalu bermimpi tinggal di dalam lautan luas. “Aku ingin pergi dari sini dan hidup bebas di laut,” pikir Dudu.

Suatu ketika, seekor kupu-kupu bernama Bui hinggap di tepi akuarium tempat tinggal Dudu. “Aku tahu apa yang kau inginkan. Kalau kau ingin permintaanmu terkabul, tutup matamu dan  berserulah, kau ingin tinggal di dalam laut,” tutur Bui pada Dudu.

Dudu pun menutup mata dan melakukan apa yang diperintahkan Bui. Seketika itu, ia merasakan suasana yang berbeda di sekelilingnya. Betapa terkejutnya dia ketika menyadari kalau dirinya sudah tak lagi di akuarium. “Wah! Luar biasa. Aku sudah ada dalam lautan!” seru Dudu bahagia bukan main. Dia berenang ke sana kemari dengan riangnya. Kemudian, ia bermain dalam anemon dan karang yang belum pernah dilihat sebelumnya.

Ketika malam tiba, Dudu tidur dalam anemon cantik yang sudah dia tentukan sebagai miliknya. “Hei, bangun!” tiba-tiba terdengar sebuah suara kasar mengagetkan Dudu dan membuatnya terbangun. Ia terkejut melihat kawanan ikan badut menatap dengan marah. “Oh, siapa kalian? Kalian sama sepertiku. Ayo, kita berteman,” ajak Dudu senang. “Kami tidak mau berteman dengan ikan tak dikenal yang sudah seenaknya tidur di anemon milik kami,” tandas seekor ikan badut. “Cepat pergi! Kalau tidak, kami akan memukulmu!” seru seekor ikan badut lain sambil mengangkat siripnya, mengancam.

Dudu yang merasa ketakutan, segera pergi dari tempat itu. Ia mencari anemon lain untuk tempat tidur, tapi selalu diusir. Tak hanya itu, ternyata, ada juga anemon menyengat yang mengerikan.

Dudu yang kelelahan, terpaksa tidur di sebuah karang kecil yang tidak nyaman. Keesokan harinya, setelah seharian mengelilingi laut, dia merasa sangat lapar. “Oh, aku tidak tahu bagaimana cara mencari makan di sini. Ketika tinggal di dalam akuarium, Lea selalu memberiku makan,” ujar Dudu.

Akhirnya, Dudu sadar. Ternyata, hidup di lautan luas, tidak seindah yang dibayangkan. “Aku ingin pulang ke akuarium. Aku ikan yang tidak tahu cara bersyukur dengan apa yang kupunya. Maafkan aku,” isak Dudu menyesal. Setelah berujar dengan penuh rasa sesal, tiba-tiba, ia kembali ke dalam akuarium di rumah Lea. “Aku senang kau sadar, Dudu. Nah, mulai sekarang, hiduplah dengan penuh rasa syukur,” nasihat Bui si kupu-kupu.

 

Cerita: JFK    Ilustrasi: JFK

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *