“Makan siang!” seru Karina gembira setelah bel istirahat kedua berbunyi nyaring di sekolah. Karina mengeluarkan kotak bekal dari tas sekolah dan membukanya. Ada nasi, telur dadar, wortel, brokoli, dan kurma.

“Nggak ada dagingnya?” tanya Evi, teman baik Karina. Karina menunjuk buah kurma di kotak bekal. “Itu kan kurma?” tanya Evi bingung. “Katanya kurma mengandung gizi sama dengan daging ayam!” jelas Karina.

Tiba-tiba, suara yang sombong berkata, “Karina pintar, tapi… percuma saja kalau bekalmu tidak cantik seperti bekalku!” seru Julia, teman sekelas Karina dan Evi berdiri sambil memamerkan bekalnya. Bekal itu memang cantik, nasinya dibentuk dan dihias. Ada wortel juga. Tapi wortelnya berbentuk bintang-bintang, tidak seperti wortel di bekal Karina yang dipotong begitu saja. “Bagus, kan? Ini seni Bento!” pamer Julia. “Bentol? Digigit nyamuk?” tanya Evi tertawa. “Percuma ngomong sama kalian!” gerutu Julia kesal, lalu pergi.

Julia memang terkenal sombong di kelas, karena kedua orangtuanya kaya dan sering pergi ke luar negeri. Banyak anak di kelas yang tak suka padanya, termasuk Evi. Tapi, Karina tidak membenci Julia.

Pulang sekolah, Evi menemani Karina membeli buah-buahan di toko buah. “Hei!” Tiba-tiba, Evi menunjuk ke arah depan. Di seberang toko buah, ada rumah sakit dan mobil Julia berhenti, lalu turunlah Julia. Dia menangis sedih dan berlari masuk ke dalam rumah sakit. Karina dan Evi saling berpandangan, khawatir.

Keesokan harinya di sekolah, Karina memperhatikan Julia. Waktu istirahat kedua tiba, biasanya Julia mengeluarkan bekalnya yang cantik. Tapi sekarang, dia tidak membawa apapun! “Julia, kamu tidak makan?” tanya Karina. Julia menggeleng lemah. “Kamu sakit, wajahmu pucat,” ujar Karina memegang tangan Julia.

Mendengar kata sakit, Julia menangis. Dia bercerita bahwa Ibunya jatuh sakit tiba-tiba dan harus dirawat di rumah sakit. “Aku selalu minta Mama membuat bekal cantik setiap pagi. Dia sakit gara-gara aku!” tangisnya. Karina memeluk Julia, menghiburnya. “Ayo, berdoa bersama untuk kesembuhan Ibumu,” kata Karina.

Evi yang mendengar cerita Julia dari Karina, tak lagi membenci Julia. Bersama Karina, Evi memberikan hiburan dan semangat untuk Julia. Tak lama kemudian, Ibu Julia sembuh. “Syukurlah, Julia,” kata Karina dan Evi senang . “Terima kasih. Ternyata, Mama sakit bukan karena membuat bekal. Tapi, aku mau belajar membuat bekal sendiri seperti Karina agar Mama tidak repot!” kata Julia. “Aku mau berhenti jajan dan membawa bekal,” tambah Evi. “Aku juga akan belajar membuat bekal cantik!” seru Karina bersemangat.

 

 

Cerita: Seruni      Ilustrasi: JFK

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *