Barcode Si Tanda Pengenal

Bila kamu sudah beranjak dewasa dan sudah berumur 17 tahun, pasti diwajibkan memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk). KTP merupakan sebuah kartu yang berisikan biodata kita sebagai pemegangnya. Nah, apakah telepon seluler, buku, pensil, komputer, atau barang-barang lain juga punya tanda pengenal ya?

Eits, ternyata barang-barang yang merupakan benda mati juga punya tanda pengenal, lho. Namanya barcode (dibaca barkod) atau kode batang. Barcode ini berbentuk garis-garis batang vertikal yang cukup banyak. Tepat di bagian bawahnya terdapat angka-angka yang menunjukkan kelompok barang tertentu, misalnya barang elektronik, buku, atau barang lainnya. Bahkan, kita juga bisa tahu di mana barang itu dibuat dengan mengecek barcode tersebut melalui penggunaan barcode reader (dibaca barkod rider). Barcode reader dirancang agar mampu membaca kode-kode rahasia pada barcode agar diketahui informasi tentang barang tersebut. Barcode sendiri ada dua macam, yakni barcode 1 dimensi dan barcode 2 dimensi. Tapi, kebanyakan perusahaan menggunakan barcode 1 dimensi, karena lebih mudah dalam pengecekannya. Barcode 1 dimensi banyak digunakan oleh supermarket, perpustakaan, toko buku, dan perusahaan lainnya. Penggunaan barcode bisa kita lihat jika sedang berbelanja di supermarket. Pihak supermarket menggunakan barcode untuk mengecek kelompok barang beserta harganya. Coba perhatikan tindakan si kasir supermarket saat menerima barang belanjaan. Si kasir akan menempelkan barcode yang ada di satu barang ke arah barcode reader, yang biasanya terletak di meja kasir. Komputer akan secara otomatis membaca barcode. Harga barang pun langsung tertera pada layar. Proses penjumlahan harganya akan mudah dan cepat, bukan? Bandingkan dengan cara yang harus mengetik harganya terlebih dahulu di mesin kasir, pasti bakalan lama ya! (JFK/DRW, Ilustrasi: Fika Nadja)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lupa beli edisi terbaru yaa...