Bapak Wikan Sakarinto adalah tokoh pendidikan yang kini menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi yang memiliki tugas untuk menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pendidikan vokasi. Sekarang, beliau sedang aktif mengembangkan pendidikan, khususnya bagi 1.400 Sekolah Menengah Kejuruan, 2.000 Kampus Vokasi, serta 17.000 lembaga kursus dan pelatihan di seluruh Indonesia.

Di tengah kesibukannya untuk melakukan mediasi dengan berbagai satuan pendidikan di seluruh Indonesia, Bapak Wikan Sakarinto meluangkan waktunya untuk hadir sebagai pembicara dalam Ruangguru Youth Summit yang berlangsung pada 29-30 Januari 2022.

Dalam konferensi virtual tersebut, Bapak Wikan Sakarinto menceritakan perjalanan hidup, makna kesuksesan baginya, serta berbagai tips bagi pelajar dalam mencapai arti sukses yang mereka yakini masing-masing.

Mengalami Berbagai Hambatan 

Meskipun selama hidupnya, Bapak Wikan Sakarinto telah mengenyam pendidikan perguruan tinggi di 4 negara yang berbeda, namun, jalan yang diraihnya tak semulus yang dibayangkan. Sebelum menjadi mahasiswa S1 teknik mesin di Universitas Gadjah Mada (UGM), dirinya sempat duduk sebagai mahasiswa D3 karena tidak lolos SNMPTN. Setelah mendapat tawaran menjadi dosen, akhirnya ia dapat melanjutkan S1 di teknik mesin di UGM.

Tekad Bapak Wikan untuk melanjutkan belajar di jenjang berikutnya juga dihadapkan pada tantangan yang cukup berat. Pada masa sekolahnya, bahasa Inggris belum menjadi mata pelajaran yang wajib. Padahal, bahasa Inggris merupakan sebuah syarat mutlak dalam mengajukan beasiswa di luar negeri. Demi mengejar ketertinggalan dan merealisasikan mimpinya tersebut, Bapak Wikan harus rela meninggalkan istri dan anaknya, serta mengeluarkan uang yang besar untuk kursus bahasa Inggris, meskipun pada waktu itu belum memiliki gaji tetap.

Dengan risiko gagal yang juga tinggi, dirinya bekerja keras untuk tidak berhenti belajar hingga akhirnya dianugerahi beasiswa S2 Mechanical Engineering University of Twente, di Belanda dan Dortmund University Jerman serta S3 Mechanical Engineering di Kobe University, Jepang. “Dalam menempuh apa yang dicita-citakan pasti ada pengorbanan. Namun bagi saya, bila kita memiliki visi maju kedepan, dan segala sesuatunya dapat kita ukur, maka itu bukan sebuah pengorbanan melainkan bagian dari perjuangan,” tutur Bapak Wikan.

Arti Sukses bagi Bapak Wikan Sakarinto

Tantangan yang pernah dialami Bapak Wikan dalam mengejar pendidikan, nampaknya juga dihadapi dalam menempuh visi besarnya. Bagi Bapak Wikan, untuk membuat pendidikan di Indonesia bukan merupakan sebuah proses instan. Perubahan signifikan pada bonus demografi ini mungkin baru akan terasa 3 hingga 4 tahun kedepan. Ketika dirinya memiliki andil besar dalam mencetak siswa yang memiliki karakter, kemampuan soft skill dan technical skill yang baik, maka dirinya baru mencicipi yang namanya kesuksesan.

Merealisasikan Mimpi bagi Generasi Muda ala Bapak Wikan Sakarinto

Memahami diri sendiri merupakan hal yang penting. Bagi Bapak Wikan, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencoba berbagai hal positif, dan temukan satu bidang yang membuat kita bergairah dan senang. Lakukan secara konsisten dan ukur bakat kita secara jujur. Kemudian, yang menjadi sangat penting adalah menanamkan mindset bekerja keras, inovatif dan kreatif serta tidak berhenti belajar. “Karakter itu menjadi penting. Kalo kita senang dan memiliki bakat tapi sayangnya tidak mau belajar dan kerja keras, tidak akan menjadi apa-apa. Kita bisa menjadi apapun yang kita impikan, namun berambisilah menjadi yang terbaik,” tutup Bapak Wikan Sakarinto.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *