Bantu Orangtua Ajarkan Literasi Keuangan pada Anak, Prudential Indonesia Hadirkan Cha-Ching Kid$ at Home

Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga perlu cerdas mengelola keuangan. Banyak sekali manfaat belajar keuangan sejak dini, antara lain anak jadi menghargai uang, mampu memahami prioritas, paham pentingnya menabung, dan menumbuhkan jiwa wirausaha sejak dini. Apalagi di masa pandemi ini, anak yang cerdas mengelola keuangan akan menjadi lebih bijak dalam bersikap dan tidak menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak penting atau sebenarnya bisa ditunda.

Pada tahun 2016, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI menggiatkan Gerakan Literasi Nasional (GLN), salah satu dari literasi dasar tersebut adalah keuangan. Selama ini, praktik edukasi literasi keuangan untuk anak-anak masih sebatas pengenalan uang dan belum sampai pada konsep pengelolaan uang. Padahal, faktanya, kebiasaan finansial pada anak ini telah dimulai pada usia 7 tahun saat mereka duduk di bangku sekolah dasar. Mereka sudah diberi uang saku misalnya, oleh orangtuanya. Tapi sayangnya, sebagian besar anak-anak di bawah usia 10 tahun menghabiskan uang mereka untuk membeli keinginan, bukan kebutuhan.

Itulah mengapa, sangat perlu bagi anak untuk bisa mengelola keuangan. Pentingnya literasi keuangan sejak dini ini dipahami benar oleh Prudential Indonesia. Sejak tahun 2012 bekerja sama dengan PJI (Prestasi Junior Indonesia), mereka melaksanakan program Cha-Ching (baca: Checing) sejak 2012 untuk meningkatkan literasi keuangan anak usia 7-12 tahun. Dikembangkan oleh Prudence Foundation, pelaksana Community Investment Prudential di Asia dan Afrika, program Cha-Ching mengajarkan pemahaman atas empat aspek utama pengelolaan keuangan melalui modul pembelajaran menarik, yaitu Peroleh (Earn), Simpan (Save), Belanjakan (Spend) dan Sumbangkan (Donate). Hingga September 2020, program Cha-Ching telah diimplementasikan di 2.665 sekolah di Sidoarjo, Trenggalek, Blitar, Jakarta, dan menjangkau 4.820 guru dan 146.897 siswa Sekolah Dasar.

Baca Juga: Kurikulum Cha-Ching Ajak Siswa SD untuk Cerdas Mengelola Keuangan

Terkait hal ini, Ibu Nini Sumohandoyo, Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia menjelaskan bahwa pengetahuan yang diajarkan bukan sekadar mengenal nilai dan konsep uang, tetapi juga terkait pengelolaannya secara lebih menyeluruh. “Sebagai contoh, kami mengajarkan anak menyadari hal-hal yang menjadi kebutuhan dan mana yang hanya keinginan. Lebih jauh lagi, belajar dari pandemi COVID-19, penanaman literasi keuangan sejak dini makin relevan manfaatnya untuk mempersiapkan diri mereka menghadapi ketidakpastian yang dapat terjadi sewaktu-waktu di masa depan,” ujarnya pada Webinar KompasTalks “Literasi Anak Jadi Awal Kesejahteraan Indonesia” yang juga dihadiri oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, UNICEF, Prestasi Junior Indonesia (PJI), dan pegiat literasi, Nila Tanzil.

Nini Sumohandoyo – Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia

Selama pelaksanaannya di Indonesia, program Cha-Ching telah menunjukkan hasil positif. Secara detail Bapak Siddharta Moersjid, Ketua Dewan Pembina Prestasi Junior Indonesia memaparkan bahwa 94% dari 59.619 siswa yang menyelesaikan sesi pembelajaran selama tahun ajaran 2019-2020 mengaku merasakan manfaat penerapan program Cha-Ching di keseharian mereka, dan mereka juga lebih menyadari pentingnya mempertimbangkan empat aspek utama pengelolaan uang.

Dalam program ini, siswa antara lain ditantang untuk menabung dan menuliskan tujuan menabungnya. Guru akan memonitor, apakah siswa komitmen dengan tujuan menabungnya, dan apakah siswa dapat mencapai tujuan tersebut.

“Contoh lainnya adalah spend less challenge, atau mengurangi belanja keluarga. Keberhasilan kegiatan ini pasti sangat diperlukan keterlibatan seluruh anggota keluarga. Maka dari itu Cha Ching dilengkapi juga dengan surat pemberitahuan kepada orangtua mengenai apa yang akan dilakukan anaknya dan apa tugas orangtua untuk membantu. Surat tersebut ada di dalam lembar keja siswa setiap sesinya,” jelas Bapak Siddharta.

Siddharta Moersjid – Ketua Dewan Pembina Prestasi Junior Indonesia

Nah, beradaptasi dengan situasi pandemi, program Cha-Ching kini juga siap diaplikasikan secara daring melalui ‘Cha-Ching Kid$ at Home’. Program ini akan diawali dengan pelatihan terhadap volunteer pada September 2020 dengan menargetkan 125 anak karyawan, tenaga pemasar, Nasabah dan masyarakat umum dalam empat gelombang hingga akhir 2020.

Prudential Indonesia bekerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat akan terus memperluas jangkauan program Cha-Ching untuk mencapai target 1 juta penerima manfaat (siswa dan guru) pada 2024. Diharapkan pula program ini dapat lebih tersinergi dengan program nasional untuk mengakselerasi peningkatkan literasi keuangan di Indonesia. “Ke depannya, kami akan terus berupaya menciptakan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di ekosistem dunia pendidikan, terutama pihak pemerintah, agar lebih banyak lagi anak Indonesia yang dapat merasakan manfaat dari program Cha-Ching,” ujar Ibu Nini.

Debora Comini – Perwakilan UNICEF Indonesia

Selain program Cha-Ching bersama PJI, Prudential Indonesia juga menguatkan literasi anak sejak dini melalui program dukungan pendidikan Kemdikbud RI berkolaborasi dengan UNICEF sejak Agustus 2020. Mereka melakukan serangkaian kegiatan untuk memastikan anak-anak dan orangtua di berbagai wilayah nusantara dapat menjalankan proses belajar mengajar secara aman, sehat dan nyaman. Di antaranya melalui online learning, home learning untuk anak di wilayah Indonesia Timur, serta pengembangan kapasitas untuk para pengajar agar mampu beradaptasi di new normal ini. Hingga Januari 2021, program ini ditargetkan untuk menjangkau 69.000 siswa dan 3.750 guru dari berbagai wilayah di Indonesia.

Kolaborasi dengan UNICEF ini menggunakan dana pemulihan COVID-19 untuk mendukung inisiatif dalam menangani permasalahan akibat pandemi serta dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan. Dalam menjalankan program tersebut, Prudential Indonesia telah mengalokasikan dana sebesar hampir Rp3 Miliar.

“COVID-19 telah berdampak terhadap hampir 60 juta anak di Indonesia. Kita harus memastikan setiap anak bisa terus belajar. Anak-anak adalah urusan semua orang dan UNICEF menghargai dukungan Prudential Indonesia dalam membantu memprioritaskan pendidikan mereka,” tutup Perwakilan UNICEF Indonesia, Ibu Debora Comini.

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *