Hansaplast Hadirkan Inovasi Plester Bekas Luka

Bekas luka baik di area tubuh yang terbuka maupun tertutup seringkali membuat seseorang tidak nyaman. Tak jarang ini mempengaruhi kepercayaan diri mereka. Salah satu bekas luka yang sering dirisaukan utamanya oleh para Moms adalah luka bekas operasi sesar (caesar). Ya, tak semua ibu beruntung melahirkan normal. Seringkali karena alasan medis menyangkut keselamatan ibu dan buah hati, dokter kandungan menyarankan atau memutuskan persalinan sesar. Dan, imbas dari tindakan pasca operasi adalah adanya bekas luka sayatan pisau bedah di daerah perut Moms.

Persalinan sesar sendiri, sayangnya masih ditempeli stigma negatif yang ujung-ujungnya menimbulkan mom-shaming bagi para Moms yang menjalaninya. Kategori mom-shaming ini bisa berupa tindakan merendahkan, mencela atau menghakimi seorang ibu tentang keputusan melahirkan secara normal atau sesar, mengasuh anak hingga perubahan fisik.

Mom Shaming Terkait Persalinan Sesar

Terkait hal ini, Psikolog Grace Eugenia Sameve, M.A, M.Psi menjelaskan bahwa mom-shaming kerap terjadi karena adanya perbedaan pandangan terhadap cara asuh yang dianggap benar. “Meskipun kerap terjadi secara online – di forum diskusi parenting contohnya – sebenarnya mom-shaming lebih rentan terjadi di lingkungan keluarga dan kerabat sendiri, interaksi umumnya lebih intens dan tak terhindari. Mom-shaming tidak selalu hadir dalam bentuk komentar yang tidak menyenangkan, namun seringkali juga dari pertanyaan yang tidak sengaja telah menghakimi pilihan seorang ibu seperti mengapa tidak bisa bersalin secara alami? Padahal, seorang ibu baru justru sedang sangat membutuhkan dukungan dari support system mereka dalam menjalani fase baru kehidupannya,” ujar Grace pada acara Moms & Media Gathering: Peluncuran Hansaplast Plester Bekas Luka, Jumat (4/3/22).

Psikolog Grace Eugenia Sameve, M.A, M.Psi

Stigma negatif operasi sesar terkait bekas luka yang cukup besar, pun diamini oleh Conchita Caroline Rajasa, seorang Mom Influencer. Padahal memiliki luka caesar bukanlah sesuatu yang memalukan atau membuat ibu tidak lagi cantik, melainkan sebuah suvenir bukti cinta ibu yang luar biasa untuk bertemu dengan buah hatinya. Meskipun aku tidak menyesali luka pasca operasi caesar-ku, bekas luka tetaplah membutuhkan perawatan,” katanya.

Conchita Caroline Rajasa, seorang Mom Influencer

Bekas Luka Perlu Dirawat

Ya, luka baik kecil maupun besar membutuhkan perawatan agar cepat pulih. Pun begitu juga bila meninggalkan jejak bekas luka, perlu dirawat agar penampakannya bisa memudar. Hal ini ditegaskan oleh Dokter Spesialis Kulit, dr. Nadia Wirantari, SpKK. Setiap luka, katanya, perlu dirawat dan membutuhkan kelembaban untuk mempercepat proses penyembuhannya. Penyembuhan luka tersebut merupakan proses yang alami. “Ada fase dan waktu yang dibutuhkan tubuh dari fase penghentian perdarahan, peradangan, kemudian tumbuh jaringan baru (jaringan granulasi), jaringan epitel baru, kemudian luka menjadi matur, dan terjadi proses re-modeling bekas luka (bisa sampai 1-2 tahun). Dalam perawatan luka sendiri harus dijaga bersih dan lembap. Dibantu dengan nutrisi yang baik agar pemulihan cepat dan dapat menggunakan Plester bekas luka untuk memperbaiki tampilan bekasnya. Plester bekas luka yang digunakan harus sesuai peruntukannya dengan keadaan luka, menempel dengan baik, nyaman dipakai, dan tidak menyebabkan iritasi/alergi,” ujar dr. Nadia.

Dokter Spesialis Kulit, dr. Nadia Wirantari, SpKK

Hansaplast Plester Bekas Luka

Nah, menjawab kebutuhan perawatan bekas luka tersebut, Hansaplast menghadirkan inovasi terbaru Hansaplast Plester Bekas Luka. Hansaplast Plester Bekas Luka ini dirancang untuk membangun penghalang semi-oklusif yang meningkatkan hidrasi jaringan parut. “Plester ini dapat meningkatkan suhu di jaringan parut, membantu mengaktifkan proses regenerasi kulit, dan mendukung pembentukan ulang bekas luka. Bekas luka menjadi lebih rata, lebih cerah dan lebih halus,” ungkap Alanna Alia Hannantyas, Brand Manager Hansaplast.

Alanna Alia Hannantyas, Brand Manager Hansaplast

Dalam hal perawatan bekas luka operas sesar-nya, Mom Caroline Rajasa mempercayakan hal ini pada Hansaplast. “Untuk perawatan luka pasca operasi caesar, aku menggunakan Hansaplast Plester Bekas Luka yang telah terbukti dapat membantu menyamarkan dan menghaluskan bekas luka,” ujar Mom Caroline berbagi pengalaman.

Bersamaan dengan peluncuran Hansaplast Plester Bekas Luka, Hansaplast mengadakan kampanye #SetiapLukaPunyaCerita untuk mengajak para wanita khususnya para ibu untuk membangun kasih sayang antara ibu dan support system-nya dengan menghilangkan stigma mengenai operasi caesar, yang seringkali berujung kepada mom-shaming.

“Proses melahirkan secara caesar tidak mengurangi esensi sebagai ibu. Memiliki luka caesar merupakan bagian dari pengalaman yang sangat berharga bagi seorang ibu. Memilih operasi caesar bukanlah hal yang perlu dihakimi karena ibu punya pertimbangan atas kesehatan sendiri dan juga memikirkan kondisi keluarganya karena justru memikirkan keluarga ini adalah esensi seorang ibu yang sesungguhnya. Kami berharap melalui kampanye edukasi #SetiapLukaPunyaCerita, Hansaplast bisa turut memudarkan stigma ibu yang melakukan operasi caesar bukanlah ibu yang seutuhnya. Kami ingin ‘luka’ para ibu sembuh secara fisik dan emosional, agar ia lekas kembali nyaman dengan dirinya sendiri dan menghargai setiap jejak perjalanan hidupnya,” tutup Alanna.

Foto: Efa, Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *