“Anak-anak di yayasan kami sangat senang karena bisa menikmati ayam goreng McD yang bagi mereka adalah makanan mewah. Saya sangat berterima kasih pada McDonald’s Indonesia dan FoodCycle Indonesia, dengan adanya program Food Rescue ini bisa membantu mengatasi kelaparan dan semoga bisa menginspirasi pihak-pihak lainnya,” ujar Bapak Georgie dari Yayasan Berkat Kasih Immanuel.

Ya, tak berhenti untuk selalu peduli, McDonald’s Indonesia bekerja sama dengan FoodCycle Indonesia menyelenggarakan program yang dinamakan Food Rescue, untuk mengelola donasi surplus makanan dari restoran McDonald’s Indonesia dan kemudian dibagikan kepada pihak yang membutuhkan. FoodCycle adalah sebuah lembaga nonprofit yang bekerja untuk mendistribusi, memproses, dan mendaur ulang surplus makanan dari berbagai tempat. Program ini sejalan dengan program McD Berbagi dari McDonald’s Indonesia.

“McD Berbagi adalah program rutin McDonald’s Indonesia untuk menyebarkan semangat berbagi kepada sesama. Antara lain, kami selalu mengirimkan donasi makanan ke daerah-daerah yang tertimpa bencana, ke komunitas-komunitas yang membutuhkan di sekitar restoran McDonald’s, kepada para petugas pelayanan publik, dan sejak pandemi juga kami rutin mengirimkan makanan untuk para petugas kesehatan dan sukarelawan di rumah sakit-rumah sakit, termasuk rumah sakit darurat, serta kepada para pengemudi ojek online,” ungkap Ibu Sutji Lantyka, Associate Director of Communications McDonald’s Indonesia.

“Kali ini, kami bekerja sama dengan FoodCycle untuk mengelola surplus makanan dari restoran-restoran McDonald’s Indonesia. Program ini telah berjalan secara kontinyu sejak tahun 2020. Kerja sama ini kami lakukan sebagai bentuk partisipasi aktif untuk mengambil bagian dalam meminimalisir surplus produk serta membantu mengatasi tingkat kelaparan di Indonesia. Ada dua titik pengambilan yaitu di kawasan Jakarta Utara (3 restoran) dan di kawasan Tangerang Selatan (3 restoran) jadi total ada 6 restoran. Pengambilan setiap Senin sampai Jumat, pagi dan sore hari. Semoga titik pengambilan ini bisa kami perluas lagi ke daerah-daerah lainnya,” jelas Ibu Sutji.

Surplus produk yang dibagikan adalah makanan yang masih layak dan aman untuk dikonsumsi dan masih memiliki kandungan nutrisi yang baik. Berbagai surplus produk yang telah dibagikan antara lain fried product seperti ayam goreng, chicken nugget, juga produk makanan lainnya seperti kue, cookies, dan muffin.

“Secara keseluruhan, McDonald’s tetap akan memastikan bahwa seluruh produk yang didonasikan dalam keadaan aman dan layak dikonsumsi baik secara kualitas, rasa, dan bentuk, serta diterima oleh pihak yang tepat. Sejak tahun 2020 hingga saat ini, McDonald’s Indonesia telah membagikan surplus produk sebanyak lebih dari 9,8 ton makanan dan telah mendistribusikannya kepada total 51 yayasan yang membutuhkan,” tambah Bapak Imam Gazali, Quality Assurance Manager McDonald’s Indonesia.

Kerja sama dengan FoodCycle merupakan wujud tanggung jawab McDonald’s Indonesia terhadap lingkungan untuk meminimalisir limbah makanan. Menurut data yang didapat dari riset FoodCycle, sejak tahun 2000 hingga 2019, sampah makanan di Indonesia mencapai 23 juta hingga 48 juta ton. Jumlah limbah makanan di Indonesia dalam satu tahun setara dengan makanan yang dapat dikonsumsi 28 juta orang. Oleh karena itu, McDonald’s berpartisipasi aktif dalam mengambil langkah bijak untuk mengolah makanan berlebih.

“Ada lebih dari 12.849 penerima. Saat ini setiap harinya kami melakukan pengambilan surplus produk (Food Rescue) sebanyak dua kali sehari di store McDonald’s di wilayah Jakarta Utara dan Tangerang Selatan yang kemudian dikirimkan ke berbagai Yayasan yang tersebar di wilayah Jabodetabek. Sebelum didistribusikan, produk akan diperiksa kembali kualitasnya dan dikemas ulang. Kami juga memastikan kepada pihak penerima manfaat, baik dari Panti dan non-Panti yang kami sebut sebagai Front Line Organization (FLO), untuk segera mengonsumsi produk pada hari yang sama,” pungkas Bapak Cogito Ergo Sumadi Rasan, General Manager FoodCycle Indonesia.

“Kami berharap inisiatif baik ini dapat memaksimalkan pengelolaan surplus makanan serta dapat berjalan secara berkelanjutan dan bertahap di seluruh Indonesia. Semoga inisiatif ini dapat menjadi contoh untuk pegiat usaha restoran lainnya,” tutup Ibu Sutji.

Foto: Novi, Ist

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *