Inilah Pemenang Kompetisi Tahunan Dapur Lazada 2019 "Masak Bersama Sahabat"

Nenek Uga sangat dekat dengan anak-anak kampung Welas Asih. Beliau sering mengajarkan anak-anak desa berbagai keterampilan yang ia dapat ketika zaman Belanda dulu seperti menjahit, memasak, dan keterampilan wanita lainnya.

Siang hari ketika Nenek Uga sedang beristirahat usai mengajar keterampilan di balai desa, ia kedatangan tamu. Tamu itu berperawakan ayu dan bertutur bahasa halus. “Siapa yang bertamu ke rumah Nenek Uga ya?” ucap Susi perlahan pada Wiwit. “Mereka akrab sekali, seperti nenek dengan cucunya. Tapi, setahuku, Nenek Uga kan tidak punya cucu,” jawab Wiwit. Susi dan Wiwit adalah murid kelas menjahit Nenek Uga di balai desa.

Keesokan harinya, Wiwit menanyakan tamu misterius itu pada Nenek Uga. “Nek, siapa sih tamu Nenek kemarin? Apakah dia cucu Nenek? Dia cantik sekali ya?” tanya Wiwit. “Oh, dia seorang koki terkenal yang memandu salah satu acara masak di TV. Namanya chef Sarah,” jelas Nenek Uga tersenyum.

“Nek, kenapa chef Sarah mau datang ke dusun ini?” tanya Wiwit lagi. “Aduh, cucu Nenek ini penasaran sekali. Kalau mau tahu, sekarang ikut Nenek ke rumah, yuk!” jawab Nenek Uga yang sudah menganggap Wiwit dan teman-temannya yang lain seperti cucunya sendiri.

Sesampai di rumah Nenek Uga, mereka langsung menuju dapur di belakang rumah. “Wit, tolong matikan kompor itu!” seru Nenek Uga sembari mengambil bumbu yang sudah diuleknya tadi pagi. “Nenek mau masak apa?” tanya Wiwit.

“Nenek mau buat ayam bakar Klaten, karena ayam bakar inilah makanya chef Sarah mau datang ke dusun ini. Dia ingin belajar membuat ayam bakar dari Nenek,” tutur Nenek Uga panjang lebar. Wiwit pun mengangguk-angguk mengerti.

Tak berapa lama, datanglah chef Sarah. Wiwit hanya diam terpaku melihat chef Sarah yang cantik dan pintar memasak. “Wit, kamu tidak tahu, Nenek Uga ini adalah maestro pembuat ayam bakar Klaten di Indonesia. Dan belum ada yang bisa mengalahkan keenakan ayam bakar buatan beliau,” jelas chef Sarah sambil mencicipi ayam bakar hasil belajar dan Wiwit pun mencicipinya karena ingin membuktikan kenikmatan ayam bakar nenek Uga. “Hemmmm ayam bakar ini memang sangat enak sekali. Yummy ….. aku baru sekali merasakan ayam seenak ini. Beruntung aku juga bisa belajar masak ayam bakar ini ya nek Uga”, seru Wiwit riang dan nenek Uga juga tersenyum bahagia karena bisa berbagi ilmu yang ia punyai. Ketiga guru dan murid itu pun tertawa bersama sembari menyicipi ayam bakar masakan mereka.

 

 

Cerita: JFK     Ilustrasi: JFK

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *