Dalam sehari berapa lama kalian menggunakan gawai, menonton televisi atau menggunakan perangkat elektronik lainnya? Tahu tidak Kids, kebiasaan mengakses gadget terlalu sering bisa sebabkan mata kering, lho!

Sebuah data mencatat, prevalensi mata kering di dunia tercatat sekitar 20 -50 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa mata kering merupakan permasalahan kesehatan yang bertumbuh secara signifikan di seluruh dunia. Sebelumnya, mata kering disebabkan oleh sejumlah faktor pendorong seperti degeneratif, ketidakstabilan hormon dan penggunaan obat – obatan. Namun demikian, gaya hidup seperti kebiasaan menatap layar gawai dalam waktu yang lama juga dapat meningkatkan risiko mata kering. Permasalahan mata kering menjadi dekat dengan masyarakat Indonesia karena rata – rata masyarakat Indonesia mengakses internet menggunakan perangkat elektroniknya selama 8 jam 36 menit per harinya.

Menurut dr. Nina Asrini Noor, Sp.M mata kering merupakan kondisi hilangnya keseimbangan komponen air mata yang ditandai dengan berbagai gejala, mulai dari air mata menjadi tidak stabil, peningkatan kekentalan air mata, hingga kerusakan atau peradangan pada permukaan mata. Aktivitas dengan atensi visual atau fokus tinggi dalam durasi waktu lama, seperti menatap monitor atau gawai, dapat menjadi faktor penyebab mata lelah dan kering. Karena pada saat sedang fokus, frekuensi berkedip berkurang, sehingga mata terasa seperti mengganjal, mudah merah berulang, berair, terasa kering, sensasi berpasir, ada kotoran mata, terasa lengket, rasa gatal yang memicu untuk mengucek mata. Membaca buku dan mengemudikan kendaraan juga termasuk kegiatan dengan atensi visual tinggi, yang juga dapat menimbulkan mata lelah atau kering.

“Agar kita terbebas dari masalah mata kering sebaiknya; modifikasi gaya hidup, seperti mengurangi paparan AC, membatasi kegiatan dengan atensi visual tinggi antara lain mengurangi durasi di depan monitor atau gawai dan penggunaan lensa kontak sesuai instruksi dokter mata. Lakukan juga kompres hangat pada kelopak mata dan menjaga kelopak mata tetap higienis. Jangan lupa juga konsumsi air dalam jumlah yang cukup. Apikasikan tetes mata lubrikan (artificial tears) untuk membantu meringankan gejala mata kering. Apabila gejala tidak berkurang, sebaiknya konsultasikan ke dokter,” saran dr. Nina.

Nah, untuk mengedukasi mengenai kesehatan mata Insto, brand tetes mata keluaran Combiphar bekerjasama dengan Jakarta Eye Center (JEC) menggelar acara dengan tema ‘BUKA MATA BUKA INSTO”. Inisiasi yang diselenggarakan di Grand Atrium, Kota Kasablanka mulai 11 – 15 September 2019 ini diharapkan dapat membantu masyarakat Indonesia untuk mengenali serta mengatasi gangguan mata kering.

Sejumlah kegiatan edukasi dikemas secara fun dan diterjemahkan sejumlah aktifitas booth dan Eye Check bersama JEC. Pada kesempatan ini, insto juga menggelar sejumlah aktifitas, antara lain; kompetisi e Sport PubG, games interaktif dan penampilan dari sejumlah figure publik seperti Raditya Dika, Maliq & D`essential dan Brisia Jodie.

Di penghujung kegiatan, akan digelar Combiphar INSTO 3×3 Basketball Cup, sebuah kompetisi basket 3×3 yang diselenggarakan pada tanggal 15 September 2019. Inisiatif ini melanjutkan inisiatif INSTO sebelumnya yaitu mendukung tim nasional basket putri 3×3 Indonesia untuk SEA GAMES 2019 di Filipina.

“Beragam upaya yang dilakukan oleh insto diharapkan dapat membantu masyarakat Indonesia peduli terhadap kesehatan mata termasuk memahami gejala dan mengatasi masalah mata kering. Dengan demikian kami berharap INSTO Dry Eyes dapat menjadi solusi mengatasi gejala mata kering bagi masyarakat Indonesia,” ujar Bapak Weitarsa Hendarto, VP Consumer Healthcare & Wellness and International Operations Combiphar.

(Foto : Dok. Insto)

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *