Zaman dahulu kala di zaman Romawi kuno, sebutan Aurora diperuntukkan bagi Dewi Fajar yang muncul setiap hari dan terbang melintasi langit untuk menyambut terbitnya Matahari. Sebutan tersebut kini diperuntukkan bagi pemandangan alam yang sangat indah.

Namun sayangnya, hanya terjadi di ujung belahan bumi yang paling Utara (kutub Utara) dan disebut Aurora Borealis. Sedangkan di bagian bumi yang paling Selatan (kutub Selatan) dinamakan Aurora Australis.

 

Fenomena Cahaya

Aurora adalah fenomena cahaya warna warni yang begitu indah sehingga penampakannya menimbulkan suasana keindahan yang begitu rupa. Pemicunya berasal dari partikel bermuatan dari Matahari yang dihantarkan ke Bumi. Partikel tersebut tertarik oleh medan magnet Bumi, melepaskan energi hingga menghasilkan cahaya di lapisan ionosfer.

Umumnya cahaya kutub yang sering ditemui berwarna hijau kekuningan, ini disebabkan bagian partikel yang membawa energi berbenturan dengan molekul oksigen yang hanya berjarak 20 km dari permukaan Bumi.

Ketika molekul nitrogen mendapat benturan partikel, akan memancarkan cahaya ungu kemerahan. Nitrogen, akan memancarkan cahaya biru, sedangkan nitrogen yang netral akan memancarkan cahaya merah. Karena itu, banyak orang dapat melihat garis cahaya merah, biru, hijau, dan ungu yang berselang-seling menyelimuti angkasa.

Bahkan Aurora yang indah cermerlang memperlihatkan bentuk yang selalu berubah. Ada yang berbentuk tirai, busur, pita, sinar, dan berbagai macam bentuk lainnya.

 

Dua Syarat

Munculnya Aurora harus memiliki dua syarat. Pertama, suhu harus rendah. Kedua, cuaca harus cerah. Negara-negara yang kerap tampak Aurora, di antaranya, Norwegia, Rusia, Finlandia, Kanada bagian Utara, Alaska, dan Amerika Serikat.

 

 

 

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *