Di lautan Pasifik yang luas, tinggal sebuah pulau bernama Ato. Ato adalah pulau yang cantik, tapi sayang sekali letak Ato terpencil. Pulau-pulau lain ramai dikunjungi kapal dan burung-burung. Ato tidak bisa dikunjungi karena letaknya sulit dijangkau, dan dia hanya pulau kecil yang tidak penting. Tapi ada seekor burung Albatros yang menjadi sahabat Ato dan selalu mengunjunginya setiap 1 hari dalam seminggu, namanya Alba.

Ada kisah tersendiri kenapa Alba bisa bersahabat dengan Ato. Saat itu, Alba sedang bermigrasi bersama kelompoknya. Tapi malang, datang badai besar dan Alba terpisah dari kelompoknya karena menghindar dari kilat. Alba yang ketakutan dan bingung, lalu melihat sebuah pulau terpencil di tengah lautan. Pulau itu adalah Ato. Ato yang baik hati dan kesepian, sangat gembira ketika Alba datang.

“Alba, kau pasti ketakutan dan lelah, tinggallah di sini sampai kau pulih,” kata Ato. “Terima kasih, Ato,” kata Alba sangat gembira. Ketika Alba akan pergi bergabung dengan kelompoknya, Ato terlihat sedih. “Jangan sedih, Ato, aku pasti akan mengunjungimu lagi, karena kau telah menolongku,” kata Alba. Sejak saat itu, Alba selalu mengunjungi Ato, menemani Ato yang kesepian.

Pada suatu hari, Ato menunggu kedatangan Alba. Tapi 2 hari telah lewat dan dia mulai khawatir. “Jangan-jangan Alba lupa kalau hari ini adalah hari untuk bertemu denganku?” gumam Ato. Tiba-tiba, dari kejauhan terdengar suara seperti nyanyian. Suara itu suara ikan paus biru! Ato melihat ikan paus biru itu berenang di permukaan laut, makin mendekati pulau itu.

Di atas punggung paus biru, Ato melihat seekor burung albatros. “Alba!” seru Ato. “Kau kenal dia? Dia jatuh ke laut karena kelelahan. Beruntung aku melihatnya,” kata si paus biru. Melihat keadaan Alba, tiba-tiba Ato menyadari sesuatu dan hal ini membuatnya menangis sedih. “Oh, Alba mengapa selama ini aku tidak menyadari bahwa rumahmu sangat jauh. Kau harus menghadapi bahaya di lautan luas! Yang aku pikirkan selama ini hanyalah kau harus mengunjungiku yang kesepian. Aku hanya memikirkan diriku sendiri!” tangis Ato.

Rupanya, Alba mendengar penyesalan Ato. “Ato, aku tidak pernah berpikir kau seperti itu. Kalau tidak ada dirimu, entah apa yang terjadi denganku waktu tersesat,” kata Alba. “Aku tak ingin kau menghadapi bahaya lagi,” kata Ato. “Tapi, kau sahabatku yang berharga, aku selalu ingin bertemu denganmu,” ucap Alba bersikeras.

Mendengar percakapan Ato dan Alba, si paus biru menghela napas. “Aku bisa membantu kalian. Ada seorang manusia pemilik kapal besar, dan dia temanku. Aku bisa minta tolong padanya agar memperbolehkan Alba menumpang di kapalnya, sehingga dia tak terlalu lelah dan tidak menghadapi bahaya jika pergi menemuimu, Ato,” kata si paus biru.

Ato dan Alba terkejut. “Kukira, kapal manusia hanya digunakan untuk menangkap ikan!?” seru mereka. Si paus biru tertawa. “Tentu saja tidak, kalau semua seperti itu, bagaimana mungkin aku bisa bersahabat dengan temanku si manusia pemilik kapal? Banyak sekali manusia yang menyayangi kita, temanku adalah salah satu dari mereka,” kata si paus biru.

Alba dan Ato sangat bergembira dan berterima kasih pada si paus biru. Begitulah, kini Alba bisa menemui Ato tanpa susah dan bahaya karena bantuan si paus biru dan manusia baik hati pemilik kapal, yang sekarang juga berteman baik dengan Alba dan Ato. Kini Ato tidak kesepian lagi di lautan yang luas!

 

 

 

Cerita: Seruni        Ilustrasi: Agung

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *